
Kekuatan sejati
Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis.
Selamat membaca semua
✒️✒️✒️
Author pov on
Di dalam aula kerajaan Tenju, terlihat banyak kerusakan akibat latihan para pangeran, dan putri kerajaan. "Kapal perang" ucap sang pangeran Wiliam sambil mengeluarkan kapal perang dengan bentuk yang begitu berbeda.
Kapal perang itu lantas menutupi sebagian atas ruangan aula latihan. Bom demi bom mulai menyerang para pendekar dengan membabi buta. "Ketai awas" jerit penderas Jetsu.
Tapi terlambar bom air lantas mengenai punggung belakang pendekar Ketai. "Rasakan ini, meriam api" ujar putri Elsa sambil menembak kan bom api yang begitu panas.
Pedekar Ketai mulai melemah, ruh nya mulai samar - samar dan hampir hilang. "Zabuza bantu ketai!" teriak pendekar Namaka membuat ruangan aula latihan menggema dengan keras.
Zabuza lantas melesat menuju Ketai. Dalam sekejap kedua pendekar sudah menghilang. "Baiklah kalian yang memulai" ucap pendekar Jetsu dengan api yang membara di dalam dirinya.
Tato harimau yang terbuat dari api langsung menyelimuti tubuh . Otot milik Pendekar Jetsu langsung membesar. Tubuhnya juga menjadi lebih besar.
"Kita mundur saja dulu. Biar Jetsu melatih mereka dengan kekuatan penuh" ucap pendekar Yenkai lalu menghilang dari pandangan.
Kepergian pendekar Yenkai lantas di ikuti oleh kedua pendekar yang masih tersisa.
"Ingat formasi kita masing-masing!" seru Pangeran Wiliam membuat ruangan mengelegar.
"Baik, kakanda" jawab mereka dengan suara yang tak kalah menggelegar. Para pangeran dan putri kerajaan lantas berdiri di tempat masing - masing.
"Satu lawan lima. Ayo maju kalian semua!" seru penderes Jetsu membuat lutut kedua putri melemas. Keringat mulai menggucur deras di pelipis Andri.
"Tidak perlu takut kita berlima, ia hanya sendiri!" ucap pangeran Wiliam menyemangati keempat adiknya. Keempat adiknya hanya mengangguk sahaja.
Serangan mulai di lontar kan oleh pendekar Jetsu kepada kelima lawannya. Para pangeran dan putri yang sedang tidak fokus lantas terkena serangan mematikan itu.
Para pangeran masih berdiri tegak sebelum tumbang, sesungguk darah keluar dari mulut mereka.
__ADS_1
Keadaan kedua putri begitu menggenaskan. Kulit putih mereka terkena luka bakar hampir seluruh tubuh. Darah mulai keluar dari sudut bibir kedua putri yang sedang pingsan.
"Kau begitu keterlaluan Jetsu!" teriak pendekar Zabuza dengan suara keras. "Iya, sempat mereka mati siap - siaplah kau akan di hukum selama setahun lebih!" seru pendekar Namaka dengan nada tinggi.
"Tenang lah, Jetsu sedang membantu mereka untuk mendapat kekuatan sejatinya. Mungkin sebentar lagi mereka akan menemukannya. Setiap luka akan sembuh dengan sendirinya" jelas pendekar yenkai yang langsung merubah sifat Jetsu menjadi lebih sombong.
"Gitu aja" ucap pendekar Namaka dengan nada remeh. "Iya, ku tanya kau bisa gak" ucap pendekar Jetsu dengan nada mengejek.
"Sudah jangan berdebat lagi, cepat bantu aku untuk memindahkan mereka di kamar masing - masing" ucap pendekar Zabuza memecahkan perdebatan keempat pendekar itu.
Mereka langsung mengangkat 1 tubuh masing - masing. Mereka pun berkelebat menuju kamar milik para putri dan pangeran.
****
Malam pun telah tiba, bulan mulai menampakkan diri nya. Kelima pendekar masih sibuk dengan putra dan putri kerajaan.
"Ini semua gara - gara kau, aku jadi ada kerjaan!" hardik pendekar Namaka pada pendekar Jetsu.
"Aku hanya membantu mereka, tapi ternyata tubuh mereka yang lemah" ucap Pendekar Jetsu sambil membersihkan luka bakar di tubuh pangeran wiliam.
Di perdebatan kelima pendekar, keluar cahaya dari tubuh para putri dan pangeran dengan memiliki warna yang berbeda - beda.
Cahaya dengan warna yang berbeda menunjukan apa elemen yang di miliki oleh nya. Cahaya itu lantas menerangi keseluruhan kekaisaran Tenju.
Raja dan Ratu yang sedang berbincang di taman kerajaan langsung terkejut saat melihat ada 5 cahaya yang keluar dari dalam gedung istana.
Mereka berdua lantas berlari menuju cahaya itu.
Sang Raja yang tau bahwa kelima cahaya itu berpencar, langsung menyuruh beberapa dayang untuk melihat nya.
Raja dan Ratu yang sudah berada di depan kamar pangeran Wiliam sedikit mengernyit. "Ayo masuk" ajak sang Raja kepada Ratu yang langsung di balas anggukan olehnya.
Mereka berdua masuk secara bersamaan. Pemandangan pertama kali di lihat oleh mereka anak sulungnya sedang pingsan dengan luka bakar hampir di sekujur tubuhnya.
Mata mereka langsung menuju kearah Pendekar Jetsu yang sedang mengolesi obat luka bakar pada tubuh pangeran Wiliam.
"Apa yang terjadi, kenapa anak sulung kami terkena luka bakar. Dan anehnya lagi keluar cahaya biru dalam dirinya?" tanya sang Raja yang berusaha mengontrol emosinya yang sedang meledak meletup.
__ADS_1
"Ia hanya pingsan, sekarang lagi masa penyembuhan" jawab pendekar Jetsu dengan santainya. "Lalu cahaya yang keluar dari tubuhnya cahaya apa itu?"tanya sang Ratu yang sejak dari tadi terdiam.
"Cahaya itu menandakan, kekuatan sejati akan bergabung dalam ruh anak anda" jawab Jetsu yang mulai menjauh dari pangeran Wiliam.
Luka bakar yang di alami oleh pangeran Wiliam kian menghilang dan merubahhya menjadi cahaya kecil lalu sirna. "Kalian tidak perlu takut, apa bila terjadi yang tak di inginkan oleh anak - anak kalian, kami siap menanggungnya" ucap pendekar Zabuza sambil menembus dinding.
Tak lama kemudian ke-empat dayang yang di suruh melihat sumber cahaya datang dengan lari dengan tergopoh - gopoh.
"Hormat kami kepada yang mulia Raja dan Ratu" ucap mereka secara bersamaan sambil berlutut . "Bangunlah, lalu ceritakan apa yang kalian lihat!" pinta sang Ratu yang langsung di patuhi.
Keempat dayang langsung menceritakan apa yang ia lihat. Dari pengeran dan putri yang terdapat luka bakar lalu menghilang Seketika. Begitu pula dengan cahaya yang keluar dari dalam tubuh anak sang Raja dan Ratu.
Keduanya pun lantas menghembuskan nafas lega saat mendengar apa yang di sampaikan oleh para dayang. Setelah menceritakan apa yang di lihat kepada Sang Raja mereka langsung keluar dari dalam kamar pangeran Wiliam menuju tempat mereka masing - masing.
Pengeran Wiliam membuka mata sedikit demi sedikit, rasa pusing lantas menyerang kepalanya. Denyut mulai terasa begitu menyakitkan.
"Sepertinya dia kekurangan makan. Kalau boleh saya pinta yang mulia, saya ingin para dayang membawa makanan untuk anak - anak kalian yang sekarang terbaring lemas di atas tempat tidur" pinta pendekar Yenkai yang langsung di setujui.
Author pov end
🔱🔱🔱
Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :
1.Typo
2.kata - kata yang gak nyambung
Kata - kata kasar
4.kadang pun alurnya tidak menetap.
Saya minta maaf ya.
__ADS_1