Aku Mewarisi Darah Ibu Ku

Aku Mewarisi Darah Ibu Ku
Berendam di danau


__ADS_3

Berendam di danau


...Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis....


...Selamat membaca semua...


✒️✒️✒️


Pagi - pagi sekali aku membangun Rendi untuk mandi di danau milik Pendekar Namaka agar lingkaran tenaga dalam nya bertambah.


" Kak kita mandi di mana sih, dingin sekali udaranya " ucap Rendi sambil menggigil. " Di danau yang penuh energi, kamu kan memiliki elemen api, kenapa tidak di gunakan " ucapku memancing Rendi untuk mengeluarkan elemen api nya.


Rendi pun mengeluarkan kemampuan elemen api nya hanya di gerbang pertama, katanya takut kehabisan tenaga dalam, padahal tenaga dalam milik rendi terus bertambah seiring ia mengeluar kan api dari tangan nya.


" Kak tenaga dalam Rendi kok gak habis - habis ya " tanya polos yang membuatku sedikit tersenyum. " Coba kamu perhatikan baik - baik ada sesuatu yang mengalir gak " ucapku yang masih mengalirkan tenaga dalam, dalam jumlah yang begitu banyak.

__ADS_1


" Ada aliran tenaga dalam yang masuk dari tangan kakak " ucapnya saat melihat telapak tangan ku yang menempel di pundak nya. " Ia kakak yang menambah kan lingkaran tenaga dalam untuk mu, agar kamu dapat melakukan kemampuan dengan tenang, walaupun nanti nenek akan membuat tenaga dalam kamu seperti tenaga dalam kakak yang tidak akan habis atau terkuras sedikit pun walaupun mengunakan dengan jumlah besar " jelasku panjang lebar.


" Kita sudah sampai, ayo berendam sampai matahari menampakkan dirinya sendiri " ucap ku sambil memasukanlah ujung kaki ku kedalam danau, bukan sensasi dingin yang kudapat kan malah sensasi hangat. Air danau ini penuh dengan tenaga dalam yang membuat airnya tidak pernah dingin.


Kami pun bermain air sampai lupa waktu. " Heh Basir nenek mu sudah menunggu kita sedari tadi di rumah, matahari pun sudah mau menjulang tinggi " ucap pendekar Namaka memberitahu.


Aku pun langsung menyuruh Rendi untuk naik kepunggung ku agar cepat sampai. Setelah Rendi naik di punggung ku dengan bergelantung di pundakku, aku langsung melesat kan larian yang menghabiskan 50% dari setengah tenaga dalam ku.


" Maaf nek " ucap ku dan Rendi bersamaan sambil membungkuk kan sedikit badan. " Tidak apa, Basir kamu langsung pergi kehutan dengan petunjuk pendekar Namaka, Rendi tinggal disini saja biar nenek membantu mu untuk membuka gerbang yang masih tersegel rapi di dalam hati dan pikiran ku " ucap nenek.


Alam bawah sadar :


" Saya mohon bimbinganya pendekar Namaka " ucap ku sambil memejamkan mata yang langsung menampakkan pendekar Namaka yang berdiri tegak dan penuh wibawa.


" Ayo ikut saya " ucap nya sambil berjalan maju kearah cahaya putih yang begitu menyilaukan kadua mata ku. Saat aku mulai memasuki cahaya itu aku langsung memejamkan mata agar kadua mataku tidak buta akibat cahaya yang begitu menyilaukan itu.

__ADS_1


🔱🔱🔱


Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :


1.Typo


2.kata - kata yang gak nyambung



Kata - kata kasar


4.kadang pun alurnya tidak menetap.


__ADS_1


Saya minta maaf ya**.


__ADS_2