
Pengobatan di desa kemuning
...Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis....
...Selamat membaca semua...
✒️✒️✒️
Kami berempat pun lantas pergi dengan di kawal oleh beberapa pengawal tingkat elite. " Ayahanda, kita harus cepat sampai ke desa kemuning karena dalam sekejasekejap virus itu akan melahap habis diri atau jasad tempat ia hinggap.
Yang pertama kali kita takuti ialah, aliran darah dan jantungnya di grogoti " ucapku sedikit panik karena kereta kuda yang kami naikki begitu lama bergerak.
" Kamu mau macam mana, bahan pangan begitu banyak " ujar ayahanda. " Itu mudah ayahanda, sebaiknya kita lewat jalur udara, ayahanda suruh semua pengawal untuk kembali kerajaan sambil membawa kereta kuda " ucapku yang langsung di balas anggukan.
" Berhenti " ucap ayahanda. Seketiak kereta kuda tadi berjalan langsung berhenti. " Untuk smeua pengawal dan pembawa kereta kuda, kalian balik lah keraajan. kami akan pergi melalu jalur angin!" titah ayahanda.
" Baik yang mulia " ujar semuanya sambil berlutut . Aku pun langsung mengambil semua pangan dan menyimpan di dalam cincin ruang.
Aku juga membuat kuda bersayap yang berwarna emas untuk ayahanda. " Ayahanda, kuda ini untuk mu. Kuda ini tidak perlu di rawat karena ia bisa merawat dirinya sendiri " ujarku sambil menyerah ikatan tali.
" Terima kasih anak ku. Kau memiliki banyak kejutan yang tak terduga. Sepertinya aku harus menyuruh kakak - kakak mu untuk berguru dengan dirirmu " ucap ayahanda sambil tersenyum tulus.
" Ayahanda, ayo kita pergi sebelum terlambat " ucapku. Aku pun langsung membantu ayahanda naik di atas punggu kuda yang terbuat dari tenaga dalam.
Kami pun melesat dengan kecepatan tinggi , dan tak selang lama kami telah sampai di depan desa kemuning. " Ayahanda, tolong tetep duduk di diatas kuda " ujarku sambil menempelkan tanganku di punggung ayahanda.
Langsung ku salurkan tenaga dalam, dalam jumlah banyak sebagai tameng untuk melawan virus yang sedang mewabah desa kemuning. Tak selang lama tubuh ayahanda langsung bersinar terang dan sinar itu hilang dalam seketika.
" Rendi, Goro kenakan topeng kalian " ucapku sambil memakai topeng yang kami buat khas untuk diri sendiri. Topeng ini gunanya untuk menutup identitas kami dari khalayak ramai.
Topeng masing - masing pun memiliki ukiran yang berbenda beda, contohnya milikku topeng yang berwarna emas yang di ukir bentuk sebilah pedang tepat di tengah topeng . Topeng milik Rendi berwarna merah api yang di ukir naga banyangan di sebelah topeng tepat di sebelah kanannya.
__ADS_1
Milik Goro berwarna biru laut yang menandakan air, dan di ukir bentuk bintang dan bulan di sebelah topeng tepat sebelah kiri.
" Ayahanda ayo masuk " ajak ku yang membuat ayahanda memimpin jalan. Saat enak - enak jalan kami bertemu dengan seorang ibu - ibu yang menangis histeris sambil mengendong anaknya. Wajah anaknya tampak pucat.
" Bu, apakah kami boleh memeriksa nya " ujar ku sambil menepuk punggu ibu itu, lantas ia tersentak dan menoleh kebelakang. " Salam hormat baginda Raja " ujar sambil berlutut.
" Tolong di letakkan anak ibu di atas ini " ucap Goro sambil membentang kain yang terbuat dari sutra yang begitu lembut. Tampak banyak tanya ibu itu lantas menaruh anaknya di kain itu.
" Bu, pil ini tolong ibu konsumsi dulu. Kalau sudah mangka panggillah smeua warga yang terkena virus ini dan yang tidak " ucapku sambil menyerahkan pil yang berwarna hitam pekat yang langsung di balas anggukan.
Tanpa menunggu lama ibu itu langsung menelan pil yang kuberikan. Tubuhnya yang lesu langsung menjadi segar bugar. " Saya mohon permisi dulu untuk memanggil warga yang lain. Saya titip anak saya kepada baginda dan para tabib ini " ucap ibu itu sebelum pergi dari hadapan kami.
Aku pun langsung menyuruh Goro untuk mengeluarkan virus yang bersemyan du tubuh anak itu menggunakan air sejati. " Baiklah kak " ucap Goro sambil menempelkan kedua tangannya di dada anak itu.
Dengan di saksikan khalayak ramai virus yang ada di tubuh anak itu keluar dengan sendirinya melewati ujung jari kakinya. Dan tak lupa Goro memberikan pil yang sudah kami buat di kerajaan.
Karena tubuh anak itu begitu lemah, Goro membantunya denhan menggunakan tenaga dalam.
" Untuk yang terkena virus Onjuro lebih baik di baringkan saja di kain sutra yang telah di siapkan. Yang tidak kena bisa memisahkan diri " ujar ayahanda yang langsung di patuhi, seolah titah ayahanda begitu mutlak dan tak bisa di ganggu gugat.
****
Malam pun menjelang semua warga telah kembali sembuh semua, dan tak lupa aku membersihkan virus yang ada di desa ini menggunakan tenaga dalam, dalam jumlah banyak.
Semua warga berkumpul dan tak lupa mereka mengajak kami untuk bergabung, malam ini di adakan acara kesembuhan para warga yang begitu besar.
Aku , ayahanda, Rendi begitu juga dengan Goro kami di lanyani dengan baik, makanan tersaji di atas meja begitu banyak.
" Wahai anak - anak ku, ayah mau nanya kepada kalian " ucap ayahanda memulai topik pembicaraan. " Mau nanya apa ayahanda, akan kami jawab semampu kami " ujar ku yang membuat ayahanda tersenyum simpul.
" Kalian bertiga memiliki berapa lingkaran tenaga dalam, ayah lihat sedari awal kalian menggunakan tenaga dalam tanpa henti dan tak membuat kalian kelelahan? " tanya ayahanda membuat aku mengetuk kepalaku.
__ADS_1
" Jawab aja yang sebenarnya, dia sekarang adalah ayah kalian " ucap mama dari dalam pikiran ku yang langsung ku jawab anggukan.
" Kami memiliki tenaga dalam tanpa batas, walaupun di gunakan sebanyak apapun tenaga dalam kami akan pulih kembali " jawab Rendi sambil mengunyah paha kalkun bakar yang di buat oleh warga.
Hal itu langsung membuat Goro sedikit terkejut. " Bukan kah kita di suruh menyembunyikan identitas ?" tanya Goro pelan kepada ku. " Gak apa, mama ku yang menyuruhnya ".
" Iya ayahanda, yang di bilang sama Rendi benar. Apakah ada yang kami lakukan ayahanda?? " tanya ku yang membuat ayah berpikir sejenak.
" Apakah kalian bisa membuat lebih banyak lingkaran tenaga dalam untuk para pangeran dan putri kerajaan? " tanya ayahanda yang langsung ku balas anggukan.
" Bisa ayahanda, kami akan melakukan nya dengan senang hati. Kami juga akan memberikan beberapa buku sesuai keahlian mereka " jawab ku yang membuat ayahanda tersenyum.
🔱🔱🔱
Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :
1.Typo
2.kata - kata yang gak nyambung
Kata - kata kasar
4.kadang pun alurnya tidak menetap.
Saya minta maaf ya.
__ADS_1
...**Jangan lupa mampir ke novel saya ya yang judulnya " Teror arwah Najwa "....
Saya tunggu kedatangan kakak kakak semua 😁😁😁**