Aku Mewarisi Darah Ibu Ku

Aku Mewarisi Darah Ibu Ku
Kerajaan kegelapan


__ADS_3

Kerajaan kegelapan


Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis.


Selamat membaca semua


✒️✒️✒️


Rendi pov on


Aku yang telah selesai membaca dan mempelajari ilmu banyangan begitu juga elemen api.


Aku yang tak pelit dengan ilmu langsung menyimpan semua gulugan di dalam cincin ruang. Rencananya aku akan membagikan ilmu yang ada di dalam gulungan ini untuk kakak - kakak ku yang sedang bersusah payah belajar dengan pendekar lima sekawan.


Banyangan kecil keluar dari dalam jasadku dan menelannya. Aku yang sedang berada di posisi tidak siaga, hanya bisa pasrah saja.


****


"Bruk" aku jatuh dari ketinggian yang membuat beberapa tulang ku patah. Saat aku jatuh aku meresakan begitu keras benda yang ada di bawahku ini.


Aku langsung duduk bersila sambil memejamkan mata. Aku langsung memperbaiki tulang - tulang ku yang patah begitu juga dengan aliran darah yang tersumbat .


Badanku yang tadinya begitu sakit sekarang mulai menghilang. Sendi - sendi ku juga sudah dapat ku gerakan seperti sedia kala.


' tempat apa ini, begitu gelap ' batin ku. Tangan ku pun langsung mengeluar kan api kecil tapi dapat menerangi separuh dari wilayaj ini.


Saat aku baru saja dapat melihat sekeliling, muncul wajah orang di hadapan lu yang membuat diriku terjatuh . "Aduh" ucap ku sambil mengosok b***** ku.


" Ayo bangun " ucap pria itu yang tak lain ialah kakek ku. Aku langsung memengang tanganya agar aku bisa bangun dari duduk ku. " Ayo ikut kakek " ucap kakek yang masih memengang tanganku.


Kakek lantas membimbing ku untuk berjalan di tempat yang gelap seperti ini. " Ini di mana kek? " tanya ku kepada kakek yang masih terus berjalan.


" ini adalah Kerajaan kegelapan yang tersegel di dalam perut bumu. Hanya kamu lah yang bisa menghancur kan segel itu. Ayo cepat " jawab kakek yang mempercepat langkah kakinya.


" Aduh " aku hampir saja kehilangan keseimbangan akibat tersandung batu. Macam mana tidak tersandung batu, tempat ini aja gelap gulita.


Aku juga sedikit meringis saat kaki ku tersandung batu. Kalau ada cahaya, penampakan kaki ku akan mengerikan. Karena kaki ku penuh dengan luka sobekan

__ADS_1


Darah juga membasahi kaki ku. Aku pun langsung menyembuhkan luka itu dengan tenaga dalam, walaupun agak sulit tapi aku berhasil menyembuhkannya.


Aku yang terus berjalan akhirnya menemui cahaya. Cahaya kali ini cukup berbeda. Kenapa berbeda, karena api nya bukan lah merah maupun biru tapi ungu. Walaupun ungu kehitaman, api itu dapat menerangi sekelilingnya.


" Tempat apa ini kek? " tanya ku lagi. " Ini ruang segel, kakek membawa mu kesini untuk menghancurkan segel. Ayo kita kesana " jawab kakek yang langsung berjalan menuju tempat segel.


Tempat segel nya seperti nisan kuno. Yang membedakan nya hanya saja di atas nisan ini ada piringan hitam yang begitu tebal.


" Gores lah jarimu dengan belati ini " kakek pun langsung menyerahkan belati kecil dengan ukiran yang indah. Aku langsung mengoreskan jari telunjuk dengan belati.


Darah pun langsung menetes. Tetesan demi tetesan membasahi piringan hitam itu. Tidak lama kemudian, asap hitam hitan mulai keluar dari dalam piringan hitam dan hilang begitu saja.


Suara terdengar begitu bising membuat telinga ku sedikit sakit. " Ayo kita menuju kerajaan " ucap kakek yang langsung menarik tanganku.


Kami pun keluar dari dalam ruangan segel yang langsung runtuh seketika. Sebuah kerajaan begitu besar dengan warna hitam yang mendominasi kan kerajaan.


Di depan pintu kerajaan terdapat 30 penjaga. Penjagaan yang begitu kuat, biasanya hanya 2 orang atau 5.


" Hormat kami kepada yang mulia " ucap semua pengawal sambil berlutut di hadapan kami. " Bangun lah, aku tidak akan menajadi raja lagi " ucap kakek yang langsung membuat para pengawal tersentak.


" Salam hormat kami dengan pangeran " ucap mereka dengan sedikit membungkuk. Aku yang sudah tau bahwa aku ialah pangeran kerajaan kegelapan tidak menghiraukan ke 30 penjaga itu.


Aku lebih memilih melihat keadaan sekitar Yang sekarang tidak gelap gulita lagi. Kerajaan berdiri dengan kokohnya yang membuat pemandangan lebih menjadi indah.


" Ayo kita masuk " ajak kakek sambil melangkah masuk kedalam lingkungan kerajaan. Aku begitu terpukau dengan pemandangan apa yang aky lihat. Begitu idah pergabungan warna antar ungu dan hitam.


" Hormat kami kepada yang mulia " ucap para wanita yang tak lain ialah para dayang. " Bangunlah, tolong siapkan makanan yang banyak karena kita akan menyambut tamu yang spesial !" titah kakekku kepada para dayang.


Para dayang pun langsung berpencar. " Ayo lewat sini ". Aku pun hanya mengikuti kakek dari belakang nya.


Singgasana kosong seolah tidak ada rajanya. " Hormat kami kepada yang mulia raja " ucap para laki - laki tua yang tak lain ialah penasehat kerajaan dan para tetua kerajaa.


Kakek langsung duduk di singgasana yang kosong . Aku hanya berdiri di samping kakek tapi mundur sedikit.


" Yang mulia kalau boleh hamba tau, siapa kaj anak muda yang ada di samping mu? " tanya sang penasehat kerajaan.


" Ia ialah cucuku. Tak lama lagi ia akan menjadi penerus ku " jawab kakek dengan senyuman yang terukir di wajahnya.

__ADS_1


" Hormat kami kepada pangeran " ucap mereka bersamaan sambil membungkuk sedikit badan nya. Aku hanya membalas sikap mereka dengan senyuman.


Aku pun langsung menyampaikan pesan dari mama untuk menyiapkan tentara perang dalam jumlah besar ,karena suatu saat nanti akan terjadi pertumpahan darah.


Kakek pun langsung menyanggupi permintaan ku. Kami juga mengadakan pesta yang luar biasa.


***


" Sebelum kamu pulang, ada hadiah yang ingin kakek berikan untuk mu. Ayo ikuti kakek " ucap Kakek sambil berjalan menuju kemar pribadinya. Di balik lemari buku ternyata ada ruangan lagi .


Iya itulah ruangan rahasia milik kakek. " Ini ialah telur naga sakqo. Kakek titipkan naga perang ini untuk mu. Makanannya ialah energi banyangan mu " ucap kakek sambil memberikan telur naga sakqo.


" Rendi pamit dulu ya kek " ucapku sambil menghilang dikit demi sedikit menjadi asap. Telur naga ku peluk dengan erat, agar tidak terhempas di tempat lain.


Sebelum aku menghilang, aku tersenyum kepada kakek ku dan di balas senyuman hangat olehnya.


Rendi pov end


🔱🔱🔱


Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :


1.Typo


2.kata - kata yang gak nyambung



Kata - kata kasar


4.kadang pun alurnya tidak menetap.



Saya minta maaf ya.


SAMPAI JUMPA DI EPISODE SELANJUTNYA SEMUA. SALAM SEJAHTERA 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2