Aku Mewarisi Darah Ibu Ku

Aku Mewarisi Darah Ibu Ku
Alam bawah sadar Natasya / nenek


__ADS_3

pov Natasya / nenek


" Maaf... maafkan Dita ma, karena tidak bisa menjaga kalian semua dari marabahaya " ucap Dita dengan nangis dengan begitu keras di pundakmu.


" Tidak apa nak, kami bisa menjaga diri sendiri, jadi kamu jangan pernah menyesal ya, mama mau kamu itu tenang di alam sana " ucap ku sambil mengelus pelan kepala Dita.


" Dita belum bisa tenang ma, karena Dita memiliki janji kepada tuhan, untuk menjaga basir dan menjadi pembimbing sampai ia besar dan bisa jaga diri sendiri " ucap Dita dengan alir yang terus mengalir tanpa henti.


" Sudah, sudah jangan menangis lagi, tenangkan diri dahulu, mama memiliki banyak pertanyaan yang akan di lontarkan ke kamu " ucap ku untuk memenangkan Dita .


Dita sudah tidak menangis lagi, saat mendengar perkataan ku. Ia pun langsung mengajak ku ke suatu tempat yang lebih nyaman untuk bercerita.


Aku di bawa oleh Dita di sebuah pulau terpencil yang memiliki 1 pohon yang hidup, pohon yang hidup di pulau ini memiliki warna yang cukup berbeda , pohon biasa warna batangnya coklat dan daun nya hijau.


Pohon yang ada di pulai ini memiliki batang yang berwarna biru dan memiliki daun yang berwarna merah, kuning dan juga oren, ketiga warna itu membuat yang menatapnya , tidak akan pernah berhenti menatap.


" Mama, sini duduk di samping Dita " ucap dita sambil menepuk setumpuk daun yang begitu indah sebagai alas untuk duduk.


Saat aku duduk, aku merasakan kapas yang begitu lembut, sebenarnya yang ku duduk itu hanya setumpuk daun.

__ADS_1


" Oh ya, apa yang mau mama tanya kan kepada Dita " ucap Dita yang membuat lamunan ku langsung buyar.


" Kata kamu tadi. Kamu belum tenang melainkan masih memiliki janji yaitu menjaga Basir " Ucap ku dan di balas anggukan oleh Dita sambil tersenyum manis di hadapan ku.


" Jadi, sebenarnya si pembisik hati yang Basir bilang adalah kamu " ucap ku dengan spontan dan di balas anggukan saja.


" Berarti yang mengajarkan Basir untuk mengunakan senjata clan itu juga kamu kan " ucap ku lagi tetapi dengan nada yang lain lebih serak. " Iya ma, di clan kita itu saat di umurnya 5 tahun, ia harus sudah bisa mengeluarkan senjata clan, dan Basir adalah pemilik pedang pusaka leluhur yang turun temurun sejak awal adanya clan kita "


" Sebenarnya nya penerus ke 14 itu adalah Dita ma, Dita pun langsung menurunkan pedang pusaka itu kepada Basir saat mengambar lambang clan di alam bawah sadar " Jelas Dita panjang lebar yang membuat mataku ingin tidur.


Kami pun berbincang - bincang dengan topik pembicaraan adalah Basir.


" Bangun nek, bangun nek, jangan tinggal kan Basir sendirian. Nenek bangun,Basir gak mau kesepian. nenek bangun, jangan tinggal kan Basir ".


" Nenek bangun, Basir gak mau kesepian lagi, nenek bangun jangan bikin Basir sedih ".


" Neeeennnneeekkkk " ucap basir dengan tangis yang cukup kuat.


🔱🔱🔱🔱

__ADS_1


**Sampai di sini dulu ya up nya. sampai jumpa besok lagi.


Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :


1.Typo


2.kata - kata yang gak nyambung



Kata - kata kasar


4.kadang pun alurnya tidak menetap.



Saya minta maaf ya.


Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci ramadan**

__ADS_1


__ADS_2