
Misi pertama Tingkat S
...Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis....
...Selamat membaca semua...
✒️✒️✒️
" Kak kita ambip misi ini aja, penghasilan juga banyak " ucap Rendi sambil menunjuk kearah sebuah selebaran dengan tanda S berwarna emas.
" Baiklah copot selebaran itu lalu kita temui Kumala " ucapku sambil berjalan kearah ruangan milik kumala. Rendi pun langsung mencabut selebarannya lalu mengikuti kami dari belakang.
" Tok... tok.. tok.. " bunyi pintu ku ketuk. " Masuk " jawab kumala dari dalam ruangan.
" Ada apa, apakah kalian sudah menemukan misi yang cocok? " tanya kumala setelah kami di persilakan duduk dan langsung ku jawab anggukan.
Aku pun langsung menyerahkan selebaran yang ada di tangan Rendi. " Kami mau menyelesaikan misi ini " ucapku yang membuat Kumala sedikit terbelelak. "Kenapa tidak ambil yang tingkat D sebagai pemula " ucap Kumala merendahkan diri kami.
" Kami memilih misi ini karena kami sanggup untuk melakukan nya, mana peta nya ?" ucapku dengan ketus yang membuat Kumala terdiam.
" Ini , dan jangan lupa baca dengan detail tugas kalian " ucap Kumala sambil menyerahkan peta yang lumayan besar bagi kami.
" Ya sudah kami pergi dulu " ucapku sambil menyimpan gulungan peta ke dalam cincin ruang yang membuat Kumala tetkejut dan hampir jatuh dari kursi yang ia tempati.
" Sebelum kita pergi lebih baik kita makan " ucap Rendi sambil menepuk - nepuk perutnya yang bunyi sedari tadi . " Baiklah " ucapku sambil melangkah maju.
Kami pun langsung melanjutkan perjalanan ke hutan grontol. " Kak apa kita terbang aja? " tanya Goro sambil mengelus kakinya yang keram.
" Baiklah kita akan pergi menggunakan jalur udara biar cepat selesai " ucapku sambil melesat cepat ke atas udara menggunakan sayap emas yang terbuat dari tenaga dalam begitu pula dengan Rendi dan juga Goro.
" Mangkin bagus aja sayap bayanganmu Ren" ucap Goro sambil melihat sekeliling Rendi. " Punya kakak juga, bulunya yang terbuat dari air langsung berubah warna menjadi pelangi akibat kena pancaran matahari " puji Rendi.
" Ayo cepat, kita habiskan iblis rubah itu dengan cepat. Biar kita buat si wanita itu terkejut " ucapku yang masih sedikit geram karena mendengarkan perkataan Kumala merendah kan diriku ku dan kedua adikku.
__ADS_1
" Kita sudah sampai " ucapku. " Di mana Rubahnya kak?? " tanya Rendi yang langsung ku tunjuk gua yang begitu besar.
" Rendi lemparkan bola api ke dalam gua itu!" titah ku. " Baik kak " jawab Rendi yang langsung melemparkan 5 bola api kedalam gua.
Seketika nampak lah isi dalam gua itu, ada seekor iblis yang berusaha memadamkan apinya menggunakan racun yang ada di dalam mulutnya.
" Siapa yang mengganggu tidur ku " teriak sang rubah mengunakan bahasa manusia begitu fasih. " Oh kalian ya, mungkin hari ini aku akan olah raga sebelum tidur"ucap sang rubah.
" Iya tidue selamanya, semoga kau tenang di alam baru mu. Goro tebas kepalanya " ucapku.
" Kau pikir mudah untuk membunuhku dasar " ucap sang rubah sambil mengeluarkan racun yang mengandung asam. " Ah. Panas " ucap Goro yang membuat konsentrasi nya hilang dan jatuh dari udara.
Aku pun langsung melesatkan sayapku agar dapat mengapai Goro yang tinggal beberapa senti lagi mengenai tanah.
" Rendi buat Rubah itu kualahan. Kalau kamu ingin bunuh - bunuh saja " ucapku sambil menyeka racun yang bercampur asam di kaki Goro. " Baik kak " jawab Rendi sambil melesatkan sayapnya menuju Rubah itu.
" Ayo kita bermain sebentar " ujar Rendi dengan senyum sedikit mengerikan.
" Untung tidak sampai ketulang, tapi ini setengah dari kaki Goro telah lenyap yang sekarang tinggal bekas luka bakar " batin ku.
" Tahan sebentar ya " ucapku sambil mengalirkan tenaga dalam ke senapan yang di mana senapan itu di rendam di dalam air. Air yang tadi berwarna bening ini kian berubah warna menjadi hitam pekat, kalau orang awam berpikir kslau ini adalah racun.
Aku pun langsung membasuh kaki Goro dengan air rendaman senapan milik ku. Dikit demi sedikit daging yang sudah hangus terbakar oleh asam kian pulih kembali dengan daging yang baru.
" Wow hebat banget, dapat mengembalikan daging yang hangus terbakar " ucapku takjub. " Uhuk.. uhuk... " Goro berbatuk darah hitam begitu banyak.
" Ini minum " ucapku sambil menyerahkam air yang telah di rendam dengan senapan. Nafas Goro mulai beraturan lagi begitu pula dengan darah. Wajah dan tubuh Goro yang tadi pucat fasih ini kian mulai berwarna.
" Hebat juga racun milik si Rubah itu " ucapku pelan.
" Huh... untung aja bisa di tebas kepala nya " ucap Rendi sambil menyeka keringat di keningnya.
" Macam mana Rendi sudah tewas belum ?" tanya ku yang langsung di balas anggukan olehnya. " Mana jasadnya, biar kakak pindah kan racun itu kedalam botol " pintaku.
__ADS_1
" Ini kak, padahal tadi Rendi mau mengambil kristal inti milik si iblis ini. Tapi kristal itu di penuhi racun " ucap Rendi sambil menyerah kan jasad iblis rubah itu.
Pertama kali yang ku ambil adalah kristal yang di penuhi dengan racun yang berwarna hijau kekuningan. Dikit demi sedikit aku pindahkan racun yang ada di dalam jasad iblis ini ke sebuah botol yang di buat kusus untuk para ahli racun.
Botol kaca yang berbentuk bulat dengan ketahanan mengapai 90%.
🔱🔱🔱
Sekarang kami telah berada di depan kumala. " ani racun dan kristal milik iblis rubah " ucapku sambil menyerahkan botol dengan penuh racun dan kristal inti yang berwarna hijau kekuningan.
" Mohon maaf atas penghinaan ku terhadap kalian " ucap Kumala sedikit kikuk. " Kalian tunggu sebentar disini, biar saya yang akan mengurus pembayaran nya " ucap nya sambil melongos pergi dari hadapan kami.
"Kak kita sewa penginapan saya yuk, baran Goro remuk ni " pinta Goro sambil merengangkan badannya yang menghasilkan bunyi yang membuat ku dan Rendi sedikit nyilu.
" Iya kak. Rendi juga lapar " pinta Rendi sambil mengelus perutnya yang kecil. " Ya udah ayo, kakak juga mau membuat beberapa jarum racun menggunakan racun dari iblis rubah yang kita bunuh tadi " ucapku.
" Kak bagi lah, Rendi juga mau membuat hewan baru dengan racun yang ganas " ucap Rendi memohon kepada ku.
" Baiklah - baik, satu botol bisa bagi bertiga " ucapku.
🔱🔱🔱
Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :
1.Typo
2.kata - kata yang gak nyambung
Kata - kata kasar
4.kadang pun alurnya tidak menetap.
__ADS_1
Saya minta maaf ya.