Aku Mewarisi Darah Ibu Ku

Aku Mewarisi Darah Ibu Ku
Ibunda ratu di angkat menjadi Dewi agung #2


__ADS_3

Ibunda ratu di angkat menjadi Dewi anggung #2


Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis.


Selamat membaca semua


✒️✒️✒️


" Dewi, apakah kami bisa mengikuti acara pengangkatan ibunda kami? " tanya kami berdelapan bersamaan yang langsung membuat Dewi Lanjar pun terdiam sejenak.


" Tunggu sebentar ya " ucap Dewi Lanjar yang langsung menghilang, Dewi itu pasti akan menemui Dewi Agung untuk meminta izin.


Tak lama selang, Dewi lanjar muncul lagi di hadapan kami dengan 9 kuda yang terbuat dari bunga yang begitu indah. " Ayo naik kudanya, kalian menjadi tamu istimewa di kerajaan alam " ucap Dewi Lanjar yang langsung kami balas senyuman yang sudah mengembang sedari - tadi.


Kami pun langsung naik keatas kuda yang begitu mencolok bagiku dan kedua adikku. Kami yang tidak mau membuat hati Dewi Lanjar sakit , kami langsung naik dengan sendiri.


Sebenarnya kami ingin menggunkan saya yang kami buat, dengan ayah kuda bersayap nya. " Ayo kita pergi " ucap Dewi Lanjar yang langsung melesat dengan cepat memasuki gerbang yang di hiasi dengan bunga - bunga yang begitu indah.


Kuda yang tadinya diam sahaja ini langsung melesat dengan kecepatan tinggi. Kami langsung memasuki gerbang yang begitu luas.


Pemandangan yang begitu indah pertama kali kami masuk kedalam gerbang itu. Berbagai macam tumbuhan ada di situ. Dari tanaman racun dan tanaman obat.


" Ayo kita menghadap Dewi Agung " ajak Dewi Lanjar yang langsung kami balas anggukan. Kami di bawa di sebuah ruangan yang begitu luas. Ruangan itu di penuhi dengan para Dewi yang begitu cantik.


Putri Elsa dan Zaskia lantas berlari menuju wanita itu. Kedua putri itu lantas memeluk wanita yang sedang berada di singgasana. " Apakah kalian tidak rindu kepada nenek mu ini ?" tanya wanita itu kepada ketiga kakanda.


Ketiga kakanda pun langsung berhamburan dan memeluk wanita. Air mata mereka tak dapat di bendung lagi, mereka saling menangis haru.


" Wanita itu siapa ma? " tanya ku kepada mama yang langsung di balas " wanita itu ialah Dewi agung, wanita itu ialah ibu dari ratu atau yang biasa kalian panggil ibunda. Wanita itu di beri amanah atau kepercayaan untuk menjaga alam yang ada di dunia ini ".


" Apa bila ada hutan yang hangus terbakar mangka para Dewi beserta Dewi Agung akah menumbuhkan lagi pepohonan yang sudah lenyap di makan api " jelas mama panjang lebar.

__ADS_1


Aku pun langsung memberitahukan identitas wanita yang ada di hadapan ku kepada Rendi dan Goro.


" Salam hormat Dewi Agung " ujar kami bersamaan sambil membungkuk sedikit badan dan kedua telapak tangan kami genggam lalu meletakkan nya di dada.


Wanita itu lantas tersenyum karena kelakuan kami bertiga. " Salam hormat juga untuk kalian " ucap Dewi Agung membalas ucapan salam kami.


" Ayo kita pergi menuju tempat yang indah, disini kurang bagus untuk kalian " ucap Dewi Agung sambil berjalan. Kedua tangan Dewi Agung terdapat tangan para cucunya yang melekat sedari tadi.


Aku menilik kesana kemari sampai tertuju kepada bunga yang berwarna hitam gelap. " Dewi Agung, saya minta izin untuk mengambil bunga itu. Apakah boleh " pintaku dengan suara yang begitu lembut.


" Ambillah " jawab Dewi Agung sambil tersenyum. Aku pun lantas mengambil semua bunga itu. Dalam sekejap bunga iti habis. Tanah sedikit terbuka lalu tumbulah bunga itu lagi.


Aku yang sudah merasa cukup, langsung mengikuti Dewi Agung dengan yang lain. " Itu bunga apa kak, apakah itu bunga racun? " tanay Goro kepada ku yang langsung ku balas anggukan.


" Ini bunga obtenia, bunga yang selama ini aku cari. Bunga ini dapat memperkuat senjata ku. Bunga ini juga mengandung racun yang begitu berbahaya " ucap ku yang langsung di balas senyuman oleh Rendi.


Aku tau jalan pikiran anak itu, pasti ia menginginkan bunga ini. " Baiklah, aku akan berbagi juga untuk kalian. Tapi bunga ini akan ku olah terlebih dahulu " ucap ku yang membuat senyuman Rendi merekah.


Kami terus mengikuti Dewi Agung sampai di suatu tempat yang begitu indah. Bunga bertaburan di mana - mana. Wangi bunga mulai menyeruak di hidung ku.


" Ayo duduk. Silahkan santap makanan yang ada " ucap Dewi Agung sambil duduk di kursi yang begitu indah. Kursi yang kami gunakan di hiasi dengan bunga yang begitu indah , harum dari bunga terus menyeruak kehidung kami.


" Tempat ini begitu indah kak " ucap Rendi terpukau. " Iya " jawab Goro sambil menilik sekeliling taman. " Ada yang lebih indah dari ini " ucaku yang membuat Dewi Agung tersenyum masam.


Aku yang tau kalau aku salah berbicara langsung meminta maaf " maafkan kata - kata saya yang tak berguna ini " ucapku sambil menunduk.


" Iya tidak apa " jawab Dewi Agung. " Ayo di makan, kalau tidak di makan akan rugi semuanya " ucap Dewi Agung lagi.


Kami bertiga hanya makan saja sambil menyimak perbincangan mereka. Aku pun langsung menarik Kedua ruh adik ku menuju alam ruh agar lebih mudah untuk berbicara.


****

__ADS_1


" Kak ini dimana? , ini buka di alam para Dewi kan? " tanya Goro yang langsung ku balas anggukan kepala.


" Ini alam ruh, ayo kita pergi ketaman " ucap ku sambil melangkah maju menuju gerbang yang tebuat dari cahaya yang begitu terang.


" Wow, ini lebih indah dari alam Dewi Alam. Lihatlah danau nya ini " ucap Goro terpukau dengan lingkungan alam para ruh.


" Nak, ajak adik - adik mu ketempat itu " ucap mama sambil menunjuk tempat yang begitu indah. Mama pun langsung hilang dalam sekejap.


Aku pun langsung memanggil Kedua adikku menuju tempat yang di tunjuk mama. " Ayo di makan, makanan ini akan memperkuat fisik kalian " ucap ayah sambil memakan buah apel yang berwarna emas.


Kami pun langsung memakan makanan itu saru demi satu sampai makanan itu habis semua. " Mana senjata kalian. Serahkan lah kepada kami " pinta mama sambil mengulurkan tangan.


Aku dan kedua adikku pun langsung memberikan senjata kami. " Senjata ini biarkan di sini dalam beberapa waktu " ucap ayah yang langsung kami balas anggukan kepala.


Setelah berbincang - bincang sedikit kami langsung kembali kejasad kami.


🔱🔱🔱


Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :


1.Typo


2.kata - kata yang gak nyambung



Kata - kata kasar


4.kadang pun alurnya tidak menetap.


__ADS_1


Saya minta maaf ya.


__ADS_2