
Menyusun taktik perang
Kami bertiga telah sampai ke kerajaan Tenju begitu pula dengan tetua pedang mutiara dunia, yang mulia peri, raja kegelapan dan raja langit.
Tanpa membuang waktu lagi kami semua masuk kedalam kerajaan tenju yang begitu megah. Kami semua pun langsung berlutut dan memberi hormat "hormat kami yang mulia raja" ucap kami dengan serentak.
"Ayo kita langsung keruangan rapat kerajaan" ucapnya yang langsung di susul dengan para tetua kerajaan begitu pula dengan para kakanda dan ayunda. Kami yang melihat kepergian ayahanda langsung mengikutinya.
Kami langsung duduk di kursi yang telah di siapkan. "Basir, kalau boleh tau siapa mereka?" tanya ayahanda membuat tetua pedang mutiara dunia berdiri lalu membungkuk sebentar.
"Perkenalkan nama saya Deru, tetua pedang mutiara dunia" ucap nya yang seketika senjata milik para pengawal berada di lehernya. "Turun kan senjata kalian, ia pamanku" ucap ku dengan lantang membuat senjata yang berada di leher tetua pedang di jauhkan.
"Maksudmu apa, ia kan buronan" ucap ayahanda membuat aku berani membentaknya dengan keras "siapa yang kalian burunon hah, ia pamanku dari clan pedang mutiara dunia. Tidak ada yang boleh menganggap kami buronan" ucap ku sambil mengebrak meja yang terbuat dari batu sekita hancur berkeping - keping.
Ayahanda dan yang lain melihatku dengan mimik wajah yang takut "mohon maaf semua, ayahanda saya minta maaf. Saya dan tetua akan menceritakan hal yang sebenarnya" ucapku yang langsung menyatukan kembali meja batu yang hancur menggunakan tenaga dalam.
"Saya minta maaf juga, karena para penjaga saya telah lancang" ucap ayahanda sambil membungkuk. "Tidak apa, diriku memang sudah biasa di perlakukan seperti ini" ucap tetua pedang yang langsung membuat hatiku sakit.
Macam mana tidak sakit, clan kami telah menjadi buronan. Kami berdua pun langsung menceritakan yang sebenarnya terjadi dan langsung di pahami oelh ayahanda. "Perkenal nama saya lousin, ratu peri" ucap yang mulia peri di hadapan kami yang langsung di susul dengan raja kegelapan dan raja langit.
Suasana ruangan mulai diam saat para penjaga membawakan banyak kayu yang terukir kata perang yang akan di mulai pada bulan gouku. Goro dan raja langit yang mendengarkan bulan gouku langsung terperanjat.
"Ada apa, ada yang aneh dengan bulan gouku?" tanya ayahanda yang langsung di balas anggukan oleh mereka berdua. Mereka pun langsung menceritakan tentang bulan gouku yang akan meningkatkan kekuatan para iblis.
Tapi bukan hanya para iblis saja kekuatannya meningkat tapi semua makhluk hidup seperti manusia dan hewan. "Yang paling kuat saat bulan gouku ialah para naga" ucap raja langit yang membuat ketiga kalung kami bersinar terang yang membuat mata kami sakit.
__ADS_1
Saat mata kami terbuka dengan lebar, pemandangan yang pertama kali terlihat ialah 3 ekor naga milik kami yang menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan ruangan.
Gelang tumbuhan yang di pakai oleh yang mulia ratu peri lantas terbang di udara yang langsung berubah menjadi naga yang begitu cantik. "Siapa yang menyuruhmu keluar?" tanya yang mulia ratu peri yang hanya di balas jilantan tepat di wajahnya.
"Sudah - sudah" ucap yang mulia ratu peri sambil mendorong pelan kepala naga itu. "Ayo kembali ketempat kalian" ucap kami berempat yang langsung di patuhi olehnya.
Kakanda Wiliam yang melihatnya hanya menganga. "Bukan hanya naga tapi binatang langit" ucap raja langit membuat para kakanda dan ayunda tersenyum simpul.
Note :"Mereka semua udah memiliki binatang, dengan bantuan pendekar lima sekawan".
Kami yang ada di dalam ruangan langsung berbincang - bincang untuk menyusun strategi perang yang lebih efektif.
"Ibunda, apakah saya boleh mendapatkan tanaman racun tingkat paling tinggi?" pinta ku di sela - sela perbincangan. Ibunda langsung menoleh sekilas lalu bibir yang berwarna merah itu mulai berkata tapi tidak bersuara.
Dalam seketika portal terbuka diatas kami dan menurun tananaman racun tingkat tinggi, aku yang melihatnya begitu terpukau dan menyimpannya di dalam guci tanaman racun.
***
Kami semua telah menyusun taktik atau strategi perang yang baik. Aku yang sebagai pelindung para tentara perang harus membuat pil obat dalam jumlah banyak dan diriku harus merepotkan ibunda dan para dewi Alam yang lainnya.
Aku yang meminta kepada ayahanda untuk menyiapkan ruangan khusus untuk diriku langsung ia ia urus dengan baik. Tungku besar sudah berada di depan mataku.
Jarum - jarum dan busur yang terbaik susah berada di atas meja, aku sudah tak tahan lagi untuk membuat senjata yang penuh racun yang akan di gunakan para ahli racun.
Tidak hanya jarum dan busur yang ku gunakan melainkan banyak senjata yang ku gunakan seperti belati, kunai dan juga keris.
__ADS_1
Aku yang sudah dengan bahan yang begitu banyak langsung mulai membuat. Racun demi racun telah siap dibuat, pil demi pil mulai terbuat dengan bantuan tenaga dalan yang ku padatkan menajdi sosoku lalu ku kendalikan.
Para tentara perang sudah di latih dengan keras oleh para tetua, tentara perang dari suku peri pun sudah mulai berdatangan begitu pula dengan begitu pula dengan murid didik dari clan pedang mutiara dunia.
"Baiklah semua sudah berdatangan, sekarang kita mulai acara pembagian senjata beracun!" ucap ku dengan lantang. Aku pun menyuruh mereka untuk berbaris dengan rapi untuk menerima senjata racun yang sudah ku buat dengan sempurna.
Aku juga melatih mereka untuk melempar jarum.
***
Hari demi hari telah di lewatkan dengan latihan yang begitu keras, kami juga melatih naga dan binatang langit. Tinggal beberapa hari lagi akan terjadi perang besar - besaran.
"Nak, kami tidak bisa membantu kalian di medan perang kelak, jadi tolong lakukan yang terbaik. Lindungi mereka dengan sebaik - baiknya" ucap mama menyakinkan kami bertiga. Kami yang mendengarkan hanya mengangguk sahaja.
Kami juga sekarang sudah bisa mengendalikan naga kami untuk perang nanti. Tubuh mereka setiap detik membesar dan sekarang telah sampai maksimum nya. Sisik dan kulit mereka begitu keras bagaikan intan.
Senjata demi senjata mulai ku tingkatkan dengan tenaga dalam yang sudah tak terhitung banyaknya, kalau di hitung pun tidak snaggup.
Senjata milik murid clan pedang mutiara dunia menjadi senjata pemungkas kami. Mereka semua sudah di lindungi oleh zirah yang begitu kuat yang aky buat.
Zirah yang tidak bisa di tembus oleh apa pun itu.
Hari demi hari sudah terlewat kan, sampai hari perang sudah tiba.
***
__ADS_1
Sudah dulu, lanjut besok ya. Tetap semangat baca cerita abal - abal milik author karena mau tamat.
Sampai jumpa di episode selanjutnya 👋👋👋👋