
Pertarungan yang sengit #3
Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis.
Selamat membaca semua
✒️✒️✒️
Author pov on
Pupil mata milik pangeran Andri berubah drastis yang tadinya coklat ini menjadi hitam pekat. Amarah mulai menjalar satu Tubunya melalui peredaran darah.
"Kakanda hati - hati!" teriak putri Elsa saat melihat perubahan pada pangeran Andri. Pangeran Wiliam yang sudah tau menjadi lebih siaga.
Keris yang tadinya satu kini malah menajadi dua. Pangeran Andri melesat dengan kecepatan tinggi menuju pangeran Wiliam. Senjata langit saling beradu yang menciptakan api kecil.
Api yang tadi kecil kini malah membesar dan mengelilingi mereka berdua dalam jarak lumayan luas. "Ini baru pertarungan!" ucap pangeran Andri sambil tersenyum.
Ia pun langsung melesat dan menghantam tubuh kakandanya sampai tertabrak dinding. Tubuh pangeran Wiliam mulau terbakar seiring dengan kesadaran yang mulai menghilang.
Pangeran Wiliam bukannya malah pingsan kini malah berdiri dengan kaki kuda - kuda yang cukup rumit. Otot - otot milik pangeran Wiliam membesar.
Dari otot tangan maupun otot kaki. Perubahan pada tubuh pangeran Wiliam membuat ia lebih menjadi perkasa. Senyuman mulai terukir di sudut bibir pangeran Wiliam.
Keris yang tandinya satu kini malah berpecah diri mejadi lima. Kelima keris itu mulai terbang di atas permukaan udara, pangeran Andri yang melihatnya langsung mengubah pola serangan jarak dekat mejadi jarak jauh.
Keris milik pangeran Andri mulai berpecah diri menjadi lima dan terbang di atas permukaan udara.
Satu keris milik pangeran Wiliam melesat dengan kecepatan tinggi kearah pangeran Andri. Pangeran Andri yang siaga lantas meluncurkan juga keris miliknya dengan kecepatan tinggi.
Kedua senjata langit itu saling beradu mengakibatkan kabut asap yang keluar dari pergesekan antara keris. Pangeran Wiliam yang memiliki kesempatannya untuk menyerang langsung mengendalikan keris yang lain untuk melukai pangeran Andri.
Pangeran Andri yang tau apa yang sedang di lakukan kakandanya, langsung melesatkan keempat keris itu menuju keris milik kakandanya.
Delapan keris mulai beradu. Serangan mematikan di lontarkan oleh lawannya. Di area pertandingan, tidak ada yang namanya kawan maupun sodara, yang ada hanya musuh dan musuh.
Tidak sampai di situ aja kedua pangeran melesat dengan cepat dan bertanding tangan kosong. "Tapak nokari" ucap pangeran Andri yang membuat angin kecil di tanganya yang membuat pangeran Wiliam mundur beberapa langkah.
__ADS_1
"Tapak lakoni" ucap pangeran Wiliam yang melesat dengan cepat di antara kabut yang di ciptakan oleh keduanya. Serangan tapak saling beradu mengakibatkan mereka berdua mundur beberapa langkah.
Darah mulai keluar di sudut bibir mereka. Amarah terus menerus mengendalikan tubuh mereka berdua. Mereka berdua menyerang tanpa memikirkan nyawa.
Serangan brutal mulai mereka lontarkan untuk lawannya. Darah mulau membasahi baju mereka. Walaupun darah banyak darah yang keluar dari dalam mulut mereka, mereka sama sekali tak gentar.
Bukannya berhenti, ini malah menjadi -jadi. Bangunan terus menersu bergetar dengan hebat. "Bosan juga lihat kabut aja" ucap putri Elsa yang langsung matanya tertuju pada gulungan kuno elemen api.
Kerana lawan dia ialah pendekar Jetsu. Yang di kenal membunuh tanpa pandang bulu. Ilmu elemen api milik putri Elsa termasuk kedalam ilmu tanpa tanding, karena ia dapat membuat gerbangnya sendiri.
Keris yang di baluti dengan air terus menerus menyerang tanpa henti yang mengakibatkan dentuman keras terus terdengar tanpa henti.
"Kakanda sedang serius lebih baik aku gunakan kemampuan ku secara keseluruhan " pikiran pangeran Andri, tertuju pada cara mengalahkan pangeran Wiliam kakandanya.
"Gerbang ketujuh, meteor air" ucap pangeran Wiliam sambil mengayunkan tangannya keatas lalu kebawah. Ribuan meteor air mulai tertuju pada pangeran Andri.
"Cih, tameng angin tingkat lima" tameng angin langsung muncul dalam bentuk yang begitu besar. Tameng angin mulai menahan meteor air yang terus di lontarkan oleh pangeran Wiliam.
"Sabit angin tingkat 7" ucap pangeran Andri yang langsung memunculkan sabit yang terbuat dari angin. Pangeran Andri langsung melempar sabit itu pada kakandanya.
Pengeran Wiliam yang memiliki penglihatan lebih tajam langsung memunculkan tombak air dan melesat menghantam sabit angin milik pangeran Andri.
Lebah dan tawon mulai menyerang dengan membabi buta. Lebah air mulai pecah dan langsung hilang begitu pula dengan tawon hitam milik pangeran Andri. Tawonnya hilang bak di telan udara.
"Naga kembar, tingkat 1" ucap pangeran Wiliam. Naga kembar langsung muncul di belakang pangeran Wiliam. Naga yang begitu besar, mulai mengeluarkan air dari dalam mulutnya, yang langsung memenuhi permukaan tanah.
"Naga kamboyari, tingkat 1". Sepasang naga mulai muncul di atas permukaan udara. Angin kencang mulai keluar dari kedua mulut sang naga.
"Ayo Andri" ucap pangeran Wiliam sambil menggabungkan kembali keris yang terpecah 5 menjadi satu. Pangeran Andri pun mengikuti apa yang di lakukan kakandanya.
Keduanya saling melesat dan menghantamkan senjata milik sang lawan.Naga kembar tak diam sahaja ia langsung menyerang naga kamboyari, begitu juga dengan naga kamboyari yang terbang dan menyerang naga kembar.
300 serangan mulai terlontarkan oleh masing - masing lawan. 301,302,303 hantaman keris dapat di hitung karena menghasilkan suara dentuman yang begitu keras.
Tepat 500 serangan, naga kembar dan naga kamboyari pecah dan hilang bak di telah bumi. Suara dentuman mulai menghilang.
Kabut yang menutupi area pertandingan mulai menghilang demi waktu yang menampakkan kedua tubuh sang pangeran pingsan akibat kelelahan yang berlebihan.
__ADS_1
Pendekar Ketai dan pendekar Yenkai langsung membawa kedua tubuh sang pangeran menuju istana.
"Baiklah, yang terakhir anda putri Elsa. Siapa tandingan mu?" tanya pendekar Namaka yang sedang berada di udara.
Putri Elsa langsung memasuki arena pertandingan. "Lawan tanding yang ku inginkan ialah guru Jetsu" ucap putri Elsa membuat pendekar Jetsu tersenyum simpul.
Pendekar Jetsu langsung memasuku area pertandingan. "Jangan sampai cium tanah lagi!" seru pendekar Namaka dengan tawa yang lepas begitu saja.
Pendekar Namaka pun berguling - guling di permukaan udara. "Dian kau bawel, sebelum mulut ku bakar sampai hangus" ujar pendekar Jetsu yang sudah risih dengan topik pembicaraan pendekar Namaka.
Author pov end
***
Rendi :"Thor kami kapan muncul lagi, udah beberapa bab kami menghilang? ".
Goro :" Iya, kami kan mau pemer kekuatan juga ".
Author :"Entah, diriku juga gak tau, kalian bertiga nganggur aja dulu".
Rendi, Goro :" Cih... ".
****
🔱🔱🔱
Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :
1.Typo
2.kata - kata yang gak nyambung
Kata - kata kasar
4.kadang pun alurnya tidak menetap.
__ADS_1
Saya minta maaf ya..