Aku Mewarisi Darah Ibu Ku

Aku Mewarisi Darah Ibu Ku
LATIHAN DI ATAS AIR


__ADS_3

Episode sebelumnya :


Aku langsung rileks dan fokus pada tujuan ku, iya tujuan ku menyalurkan tenaga dalam ke telapak kaki. Aku mulai berjalan di atas permukaan danau sedikit demi sedikit dengan Namaka sebagai arahan nya atau guru pembimbing.


Aku merasakan air yang begitu dingin menyelimuti tapak kaki ku. Namaka menyuruh ku membuka selipah ( selop/ sandal, dan alas kaki) agar lebih tenang.


🔱🔱🔱


Aku merasakan tubuku begitu ringan. Ku buka dikit demi sedikit mataku dengan pikiran yang masih fokus menyalurkan energi. " YES AKU BERHASIL " teriak ku yang membuat ku jatuh ke dalam air.


" Fokus tuan " ucap namaka memperingati ku.


Aku naik kembali ke darat. Aku langsung fokus kembali pada tujuan ku. Aku berlatih sampai sore menjelang.


Aku semangkin mudah jalan di atas air, kadang aku berlari, kadang aku melompat.

__ADS_1


Kurasa air ini seperti kapas yang begitu lembut di telapak kaki ku. Aku sudah mencukupi latihanku di perairan. Sore sudah mau menjelang malam, aku takut ada iblis yang berkeliaran di malam hari untuk mencari mangsa.


Ku percepat langkah kaki ku agar lebih cepat sampai ke rumah. Tanpa ku sangka ada segerombolan iblis level lima, mereka sedang mengendus layak nya seperti anj***.


Segerombolan iblis level 5 mengetahui keberadaan ku.


Aku pun lari dengan kecepatan yang begitu cepat, walaupun itu dapat menghabiskan tenaga dalam ku. " Coba kamu sentuh lambang clan kita " ucap pembisik hati . pembisik hati selalu membimbing ku dunia ini, pembisik hati selalu memberi saran untuk ku.


Aku pun langsung menyentuh lambang clan yang ada di perutku. Tanpa ku sangka, keluar 1 bilah pedang yang cukup panjang yang di aliri dengan aura emas. " Kamu tebas mereka satu - persatu dengan mudah tanpa ada hambatan. Pedang yang ada di tangan ku begitu tajam, dan juga ringan . Cepat kamu ambil kristal ini yang terdapat di jantung para iblis itu, kalau sudah selesai mengambilnya kamu harus bergerak cepat dari mayat para iblis itu" perintah si pembisik hati.


" Kalau kamu ingin menyimpan pedang yang ada di tangan kamu itu , tancapkan lah pedang itu di lambang clan " ucap pembisik hati. Aku pun langsung menancapkan pedang ini ke simbol clan, pedang yang ada di tangan ku pun langsung lenyap dari hadapan ku.


Pembisik hati pun mulai berkata lagi.


" Kalau kamu ingin mengunakan nya, kamu bisa menyentuh lambang clan kita " ucap pembisik hati dan kubalas dengan kata " iya " beserta anggukan yang bertanda mengerti.

__ADS_1


Aku pun langsung pulang kerumah dengan kendi di punggung ku dan kristal di kantung ku ( maksudnya kantung yang di buat khusus dari kain, dan bukan bersatu dengan celana).


Aku pun sampai di rumah. " Kok lama banget pergi ambil air nya? " tanya nenekku. " Tadi saya mengajarkan tuan Basir mengapung dan jalan di atas air, maaf kan saya " ucap Namaka mengaku bersalah karena membuat aku pulang kelamaan.


" Terima kasih Pendekar Namaka" ucap nenek ku. " Nenek tau nama ikan emas ini ?" tanya ku kepada nenekku dan di balas anggukan.


" Hah, apa yang nenek bilang, Namaka adalah seorang pendekar ? " tanya ku dengan kepada nenek ku yang belum mengenal jati diri Namaka.


**🔱🔱🔱🔱


Makasih banyak sudah mau mampir ke Novel abal abal author. Saya ucap kan makasih banyak sekali lagi. Maaf kalau banyak typo nya ya.


Kalau author jarang up mungkin ada masalah ya.


Saya ucapkan terima kasih banyak.

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE, DAN SHARE.


__ADS_2