Aku Mewarisi Darah Ibu Ku

Aku Mewarisi Darah Ibu Ku
Belajar ilmu pedang #5


__ADS_3

...**Jangan lupa like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis....


...Selamat membaca semua**...


" Baiklah, julukan yang nenek berika adalah Macan hitam ,nenek memberikan kamu julukan itu karena kemampuan kamu untuk belajar begitu cepat bagaikan seekor macam yang sedang mengincar mangsa nya dengan susah payah ".


" Ya sudah, ayo kita latihan pedang lagi, karena kamu harus sudah bisa menguasai kurang lebih 500 seni pedang saat umur mu sepuluh tahun " ucap nenek dengan senyuman yang sudah terukir di wajahnya.


" Baiklah sekarang kita akan belajar ilmu pedang ilusi. Pedang ilusi adalah ilmu pedang tingkat menengah, walaupun ilmu pedang ilusi ini tingkat menengah banyak orang yang tidak mampu menguasai nya , dalam clan kita hanya sepuluh orang yang dapat menguasainya salah satunya ia lah ibu mu dan juga nenek. Nenek mau kamu dapat menguasainya " ucap nenek ku panjang lebar, aku yang mendengar nya sedikit menguap karena penjelasan yang di beri oleh nenek sungguh membosankan.


" Apakah kamu siap " ucap nenek ku sambil mengeluar kan senjata clan nya.

__ADS_1


" Siap " jawab ku singkat tapi jelas.


" Ilmu pedang ilusi memiliki 5 tingkatan, yang kelima adalah tebasan silend, yang ke empat adalah auman harimau, yang ketiga adalah


tebasan angin, kedua tebasan guntur , dan yang pertama tebasan kilat . Kamu harus mempelajari dari tahap yang paling terakhir yaitu adalah tebasan silend " ucap nenek ku.


" Perhatikan setiap gerakan nenek. Oh ya nenek lupa, Basir ayo kesini " ucap nenek memanggil ku agar aku mendekati nya.


Aku pun langsung beranjak dari tempat duduk kearah nenek ku. " Pejam kan mata mu sebentar " ucap nenek ku, aku yang memiliki kemampuan khusus yaitu dapat melihat semua nya dari balik pejaman mata.


" Sekarang kamu boleh membuka mata " ucap nenek ku sambil mengelap jarinya yang berdarah menggunakan kain. " Apakah kamu merasakan ada yang baru dalam tubuhmu Basir? " tanya nenek ku.

__ADS_1


" Iya nek, seperti langsung terhafal apa yang di lihat dalan waktu sekejap, dan juga penglihatan Basir menajadi lebih terbuka dan cukup tajam " ucap ku menjelaskan apa yang sudah terjadi pada diri ku setelah tetesan darah biru itu mengenai ujung kepala ku dan juga di sekitar mata.


" Sekarang kamu lihat baik baik cara nenek melakukan ilmu pedang ilusi dari tingkat paling terendah " ucap nenek ku dan kubalas angukan sahaja.


" Tebasan silend " ucap nya sambil memaminkan senjata clan nya dengan begitu lincah dan mematikan, setiap gerakan yang di lakukan aku langsung menghafal nya dalam sekali lihat, ' apakah ini kelebihan dari darah biru milik nenek ' pikir ku dengan serius dan di sadarkan kembali oleh Pendekar Namaka.


" Heh Basir, nenek kamu manggilin dari tadi itu, kamu malah melamun tah apa " ucap pendekar Namaka dengan suara yang terdengar sedikit emosi.


" Apa nek? " tanya ku kepada nenek ku tanpa ada rasa salah sedikit pun. " Sekarang giliran kamu, apakah kamu sudah melihat nya dengan jelas? " tanya nenek ku dan kubalas angukan sahaja.


" Kalau kamu sudah hafal, coba tunjukan gerakan nya kepada nenek " perintah nenek ku yang langsung aku patuhi, aku mulai melihaikan badanku semacaman mana nenek melakukan nya.

__ADS_1


Dalam hitungan menit aku sudah mengusai nya dengan sempurna tanpa ada kesulitan sekali pun. " Bagus, sekarang perhatikan ilmu pedang tingkat empat, auman harimau " ucap nenek ku.


Ternyata ilmu pedang auman harimau di bantu dengan tenaga dalam, tenaga dalam di ubah menjadi auman harimau yang sangat keras, aku yang mendengar kan nya langsung menutup telinga ku dengan begitu rapat, tapi hasil nya nihil aku masih dapat mendengarkan nya dengan jelas. " Salurkan tenaga dalam kamu di kedua kuping mu " ucap pendekar Namaka .


__ADS_2