
Kerajaan peri
Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis.
Selamat membaca semua
✒️✒️✒️
Aku pun mulai membuka mata, bunyi remuk tulang terdengar saat aku mulai menggerakkan bangian tubuhku. Sakit banget rasanya.
Kepala ku mulai berdenyut, aku yang duduk di tepi tempat tidur lantas membaringkan tubuhku, aku juga dapat melihat kedua adikku terbaring dengan lemah di atas tempat tidur.
Pintu terbuka, pemandangan pertama kali ku lihat ialah laki - laki tua yang terbang menggunakan sayap yang ada di punggung. 'Apa dia peri?' tanya ku kepada diri sendiri. Sepertinya ia karena sayap yang ia kenakan asli.
"Macam mana keadaan kamu, apa sudah ada enakan?" tanyanya pada ku. Aku yang sedang memejamkan mata, membalas dengan anggukan sahaja.
Aura emas mulai menyelimuti diriku. Semua tulang yang patah mulai kembali seperti semula, saluran pendarahan yang terputus sekarang telah bersambung.
Aku pun mulai menyembuhkan kedua adikku yang masih terpejam di atas tempat tidur. Tubuh mereka di penuhi dengan luka goresan dan luka lembam. Sang peri yang melihat apa yang terjadi di depan matanya hanya menganga.
Aku pun langsung bangun dari baringku, badanku mulai tidak sakit lagi, begitu juga dengan kedua adikku. "Ayo silakan di makan dahulu" ucap sang peri sambil menyerah mangku yang penuh dengan bubur, kmai pun langsung. Kami pun langsung mengambil bubur yang ada di tangan sang peri.
"Terima kasih" ucap kami bersamaan yang langsung di balas anggukan. "Apakah ini dunia para peri?" tanya ku yang memulai topik pembicaraan.
"Ia ini adalah kerajaan para peri" jawabnya langsung tanpa memikirkan apa yang akan terjadi. "Apakah saya boleh menemui ratu atau raja peri tuan" pinta ku yang langsung di balas anggukan olehnya.
"Boleh, jadi cepat habiskan makanannya" ucapnya sambil terbang keluar dalam kamar, ia seperti memperhatikan keadaan sekitar. Aku yang kurang paham apa yanh di lakukan hanya meneleng.
__ADS_1
Tidak lama kami memindahkan bubur yang ada di mangkuk kayu kedalam perut kami. Kami pun ikut melesat terbang bersama peri itu. Kami juga menggunakan saya yang kami buat menggunakan tenaga dalam. Sungguh berbeda dari yang biasa.
Kerajaan yang begitu besar lantas membuat kami terpukau, indah sekali. Kami juga melihat ada pelindung yang berwarna hijau. "Ayo masuk" ajaknya yang dengan mudah menembus pelindung itu.
Kami pun juga ikut menembus pelindung itu, tapi yang anehnya dalam seketika bunyi ledakan. Pelindung yang kami lewati hancur berkeping - keping membuat para peri penjaga langsung mencegat kami dengan senjata yang di tangannya.
"Tenang - tenang, mereka semua ialah cicit - cicit ku yang baru pulang dari petualangan yang lama" ucap si peri dengan kata kata yang terus keluar dari mulutnya tanpa di pikirkan.
"Apa kah benar?" tanya si penjaga yang sekarang senjatanya berpindah ke leher si peri tua itu. "Ia, mereka adalah cicitku yang kedua. Jadi minggirlah, kami ingin menemui yang mulia ratu" ucapnya yang langsung menerobos para penjaga.
Kami yang tidak tau apa - apa langsung ikut menerobos para penjaga. Kami pun masuk kedalam kerajaan, pemandangan begitu indah tertera di depan mata kami, kami langsung takjub dengan apa yang ada di depan kami.
Begitu indah, kami pun langsung mengikuti peri tua itu menuju ruangan yang tertutup rapat dengan pintu yang terbuat dari emas, ukiran yang begitu bagus terdapat di pintu emas itu.
Para penjaga pun langsung membukakan pintu saat peri ini menunjukan tanda pengenalnya. Pemandangan yang lebih bagus dari yang di luar membuat kami lebih terpukau.
"Hormat kami yang mulia" ucap kami secara bersamaan sambil berlutut menghadapnya. "Apa hanjat mu penasehat?" tanya yang mulia ratu peri.
"Kalian hebat juga ternyata. Apa hajatmu datang kesini?" tanyanya dengan nada yang sendingin es. "Hajat kami ingin memberikan surat ini untuk anda" ucap ku sambil menunjukan gulugan yang di berikan oleh mama.
Gulugan yang ada di tangan ku langsung berpindah tempat menjadi ketangan yang mulia ratu. Ia membaca surat itu, raut wajahnya seketika berubah.
Ia terbang melesat menuju ku dan memeluk ku dengan erat. "Keponakan ku" ucap nya yang masih memeluk ku. Peri tua yang tadinya masih di dalam ruangan pun terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang ratu peri.
"Apa makdudnya ini?" tanyanya yang masih belum mengerti apa yang terjadi di depannya. Dalam seketika cahaya putih menyilaukan mengeluarkan sepasang suami istri.
"Ayunda!" teriak mama yang langsung memeluk yang mulia ratu peri. "Adikku, kemana saja engkau. Aku pikir kamu telah pergi untuk selemanya" ucap yang mulia ratu peri yang hanya di balas senyuman sahaja oleh mama.
__ADS_1
"Macam mana, apa kah ayunda mau menolong kami?" tanya mama yang langsung di balas anggukan oleh yang mulia raja peri.
***
Malam telah tiba, semua penduduk kerajaan peri mengadakan pesta besar - besaran. Kami sebagai tamu istimewa di siapkan tempat tepat di sampingnya. Mama dan mulia raja peri melepaskan kerinduan dengan berbincang - bincang dan bersenda - gurau.
Tanpa ku tau mama ternyata salah satu penduduk kerajanaan peri. Banyak hal yang di luar dugaan ku, ternyata banyak rahasia - rahasia yang tidak ku tau dan tidak di beritahu.
Mungkin masih banyak lagi rahasia yang masih di simpan dariku, dari nenek yang ternyata memiliki banyak murid, mama memiliki banyak saudara yang tersebar.
Tapi sekarang aku merasa senang karena rahasia demi rahasia terungkap juga. Dari rahasia kecil hingga rahasia yang besar. Sekarang hatiku bisa damai dengan keadaan.
Mungkin aku harus beradaptasi di lingkungan yang baru ini. Kami semua menyantap makanan yang kaya akan tenaga dalam.
Makanan yang begitu enak membuat perut kami membesar dan susah bergerak. Dengan senang hati para peri mau membantu kami berpindah tempat.
Sebelum pulang kami semua di suruh untuk beristirahat karena sudah begitu larut, takutnya terjadi apa - apa. Aku dan kedua adikku masih terjaga di malam yang hening ini.
Kami mulai menyalurkan tenaga dalam ke telur naga. Kami pun memejamkan mata aku lebih konsentrasi, kata mama kami harus menetaskan telur naga ini sebelum sampai menuju kerajaan Tenju.
***
Assalamualaikum semua. author mau ngucapin beribu terima kasih kepada kakak - kaka yang masih setia membaca novel abal - abal + prematur milik author.
mungkin tanpa kakak kakak novel ini tidak berjalan seperti sediakala. author ngucapin terima kasih banyak pokoknya deh.
author juga mau minta maaf kalau gak bisa up setiap hari, author juga masih sekolah. author juga lagi bersaing dengan teman - teman seperjuangan, jadi author minta maaf ya 🙏🙏🙏.
__ADS_1
jangan lupa jaga kesehatan ya dan patuhi protokol kesehatan.
sampai jumpa di lain hari semua 👋👋👋