
Di terima di sekolah pemburu iblis
...Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis....
...Selamat membaca semua...
✒️✒️✒️
Hari pertama berjalan dengan lancar dengan bantuan mama dan ayah untuk menghapus memori para tetua, guru dan para pemburu iblis Junior tentang hari pertama.
Di mana hari pertama identitas kami terbongkar dari Rendi yang dapat menyembuhkan Dewi api, dan juga goro menggunakan elemen angin nya. Mama juga bilang kami harus pandai menjaga identitas diri sendiri.
Hari kedua dan ketiga berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan sedikit pun, walaupun pada hari ketiga banyak peserta yang mati di bunuh oleh para iblis.
Peserta yang ingin masuk awalnya sekitar 200 orang sekarang tinggal 30 orang.
Kami semua di suruh baris di lapangan.
" Hari ini adalah hari pelantikan pemburu iblis Junior. Untuk kalian yang berhasil bertahan sampai sekarang, saya harap kalian bisa menjadi lebih kuat yang dapat melindungi orang yang kalian sayangin " .
" Baiklah para Master dan Dewi silahkan pakai kan mereka jubah sesuai kemampuan mereka " sambung sang tetua.
Aku di pakain jubah hitam yang di beri motif kepala tengkorak , jubah ku menandakan aku adalah ahli racun.
Rendi di pakai kan jubah merah api dengan motif api yang membara begitu juga dengan Goro, jubah yang di gunakan berwarna biru laut dengan hiasan kapal bajak laut yang di ukir dengan indah.
" Semua jubah sudah di kenakan kepada kalian. Sekarang pembagian asrama, 1 kamar di huni 3 orang. Kalian bisa membuat kelompok sendiri masing - masing kelompok 3 " ucap tetua dengan lantang.
" Ingat wanita sama wanita, laki - laki sama laki - laki " ucap tetua membuat beberapa murid perempuan merengut.
" Yang sudah mendapatkan kelompok boleh langsung maju kedepan agar di antar oleh salah satu master dan dewi ". " Kak ayo kita maju, badan Rendi remuk semua " ucap Rendi sambil bertolak pinggang.
" Baiklah " ucapku sambil berjalan kedepan dan di ikuti oleh kedua adikku. " Dewi angin tolong antarkan mereka " ucap tetua kepada dewi angin yang menggunakan baju abu - abu yang di motif angin topan.
" Baik tetua, ayo lewat sini " ajak Dewi angin dengan nada yang begitu halus dan juga lembut. Kami bertiga pun mengikuti Dewi angin sampai di depan kamar dengan nomor 15. " Ini kunci milik kalian, seorang satu kunci " ucap Dewi angin seraya memberikan kami seorang satu kunci yang tterbuat dari besi yang di bentuk dengan indah.
" Terima kasih banyak Dewi " ucap kami bertiga sambil membungkuk badan. " Saya undur diri dulu, permisi " ucapnya sambil berjalan keluar asrama laki - laki.
__ADS_1
"Akhirnya bisa tidur nyenyak " ucap Rendi . " Aduh laper " ucap Goro sambil mengelus perutnya.
" Kamu hisap sari dari kristal para iblis yang kita bunuh hari itu saja " ucap ku sambil mengeluarkan 3 kristal berwarna merah kilat.
" Ini gak bakalan kenyang kak " ucap Goro dengan nada sedikit merengek. " Iya kakak tau, jadi kamu hisap saja sari dari kristal itu sebagai penahan lapar, karena nanti kakak mau jalan - jalan di kekaisaran Tenju " ucapku yang membuat Goro langsung menghabiskan sari dari 5 kristal iblis.
" Udah ayo kak " ajak Goro . " Sabar dulu " ucapku sambil menghabiskan sari dari kristal yang terakhir. " Rendi apa kamu mau ikut?? " tanya ku saat melihat Rendi sibuk sendiri.
" Kemana memangnya kak ?" tanya Rendi balik. " Mau cari makan " sambar Goro membuat menganguk kepala seraya tersenyum sedikit.
" Sebentar ya kak " ucap Rendi sambil memasukan beberapa kelabang racun di dalam jubah nya.
Kami pun langsung ke pos penjaga gerbang sekolah pemburu.
" Kalian mau kemana ?" tanya sang penjaga. " Kami mau meminta izin dengan bapak karena kami mau berkeliling di sekitar kekaisaran Tenju " jelasku kepada penjaga gerbang.
" Baiklah , matahari hampir terbenam kalian sudah harus di dalam sekolah " ucap nya sambil menulis nama kami di selembaran.
" Kami izin dulu pak " ucap ku sedikit membungkuk lalu berjalan keluar dari sekolah pemburu.
🔱🔱🔱
" Rugi aja aku ngomong dah " ujarku sambil menepuk kening saat melihat kedua adik ku sudah lenyap bagaikan bayangan.
Hari sudah hampir gelap, kami bertiga sudah ada di depan gerbang sekolah. " Pak " Panggil kami bersamaan karena penjaga gerbang sedang tertidur lelap.
"Dasar bocah, orang lagi enak tidur malah di bangunin " ujar sang bapak membuat ku sedikit tersenyum.
" Cepat masuk " ucapnya sambil membuka gerbang sekolah.
" Makasih banyak pak karena sudah di bukain " ucapku yang langsung melihat kearah kedua adik ku yang langsung lari ke asrama laki - laki.
" Ya sama - sama " jawab nya.
" Kalian ini sudah berani ya sama senior " bentak seorang laki - laki sambil mengangkatnya kerah kedua adik ku.
" WOI LEPASIN GAK!!!" balasku dengan nada membentak juga , yang membuat dia memjatuhkan Rendi dan Goro di atas permukaan tanah.
__ADS_1
" Oh hebat juga ni anak, berani ngebentak gwe " ucap anak itu sambil berjalan kearah dekat ku.
" Enaknya jarum ini tembus di jantung apa di biarkan bersemayam selamanya " ucapku dengan nada ketus yang membuat kawan si laki yang sok keras ini ketakutan.
" Nan kita pergi aja, aku gak mau berurusan sama anak didik dewi racun " ucap salah satu anak perempuan lalu mundur belakang lalu lari kearah asrama perempuan.
" Kali ini aku maaf kan kau, lain kali aku akan membuat mu bonyok " ucap nya dengan nada mengancam. " Coba aja kalau bisa " jawab ku ketus lalu menarik tangan Rendi dan Goro menuju kamar.
🔱🔱🔱
" Tok.. Tok.. Tok.. " bunyi pintuk di ketuk berulang kali yang membuatku sedikit risih. Aku pun langsung berjalan gontai menuju pintu.
" Ada apa ya?? " tanya ku dengan sedikit menguap. " Hari ini adalah hari pertama kalian sekolah, jadi kuharap kalian cepat bersiap " ujar wanita itu dengan ketus.
" Baiklah " jawabku sambil berjalan menuju Rendi dan Goro. " Rendi, Goro cepat bangun ada yang sedang menunggu kita di luar " ucapku sambil menggoyang kan tubuh mereka bersamaan.
" Ada apa sih kak. Pagi - pagi udah di bangunin aja " ucap Rendi sambil mengusap wajahnya.
Aku pun langsung menyuruh mereka mandi dengan cepat tak lupa juga memakai jubah yang di berikan oleh tetua kemarin pagi.
🔱🔱🔱
Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :
1.Typo
2.kata - kata yang gak nyambung
Kata - kata kasar
4.kadang pun alurnya tidak menetap.
Saya minta maaf ya.
__ADS_1