Aku Mewarisi Darah Ibu Ku

Aku Mewarisi Darah Ibu Ku
Goa sejuta ilmu #2


__ADS_3

Goa sejuta ilmu #2


Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis.


Selamat membaca semua


✒️✒️✒️


Tampak ketiga anak itu masih belum keluar dari dalam danau. Mereka tak memikirkan apa yang terjadi di luar Goa.


Di luar goa terdapat segerombolan iblis yang sedang memakan ketiga kuda. Jeritan kuda itu terdengar dengan begitu keras. Ia merintih kesakitan saat dari salah satu iblis menggigit badanya, yang membuat luka besar di punggu kuda itu.


Tali yang mengikat di leher mereka semangkin erat mencekek leher ketiga kuda. Tak lama kemudian ketiga kuda itu tumbang ketanah .


Ketiga kuda itu mati begitu saja saat mereka ingin melarikan diri dari segerombolan iblis yang buruk rupa itu.


Di dalam goa ketiga anak yang tadinya berdiam diri di dalam air kini mereka mengenakan pakaian yang sudah di siapkan.


' Mulai dari mana dulu ya ' batin ku mulai memilih dari banyak gulungan yang ada di dalam rak yang terbuat dari batu. Rak yang begitu kuno, begitu juga dengan gulungan yang terbuat dari kulit hewan.


Tulisan yang terdapat di kulit hewan begitu jelas untuk di baca. Apakah ini yang membuat orang terdahulu menulis menggunakan kulit hewan.


Tinta juga yang di pakai bukan tinta sembarangan yang mudah di dapat kan di kedai - kedai yang ada di kekaisaran Tenju. Tulisan begitu indah yang memenuhi kulit hewan itu. Sampai 1 celah pun tidak dapat di gunakan untuk.


Aku pun langsung duduk bersila sambil membaca gulungan pertama yang ku ambil. Lakonami, ia itu adalah judul dari gulugan yang ku lihat. Gulugan ini lebih banyak gambat dari pada tulisan.


Gambaran yang di buat di gulungan itu mengajarkan ilmu pedang tingkat tinggi yabg tak lain itu ilmu pedang dari clan pedang mutiara dunia.


Gerakan demi gerakan ku lakukan. Tubuhku sedikit kaku saat meragakannya. Karena gerakan yang ada di dalam gulungan begitu aneh.


' Hem.. teknik pedang ini memerlukan kelincahan tingkat tertinggi ' batinku sambil melihat gerakan yang ada di gulungan.


' Sepertinya sulit untuk di lakukan ' . Aku juga menggaruk kepala karena begitu bingung dengan gerakan pedang yang ada di dalam gulungan .


" Aki harus bisa " ucap ku pelan untuk menyemangati diri sendiri. Api semangat mulai membara di dalam diriku. Tekad ku menjadi lebih kuat saat terlintas masa lalu.


Saat mama di bunuh dengan iblis bia*** itu. Api semangat terus membara membuat diriku berhasil meragakan ilmu pedang Lakonami. " Berhasil " ucap ku dengan bangga kepada diriku.

__ADS_1


Ilmu pedang itu lantas tersimpan di dalam pikiranku. Aku pun langsung beranjak dari tempat duduk ku menuju rak untuk mengambil gulungan yang lain.


' Sepertinya ini semua ilmu pedang " pikir ku sambil membawa 3 gulugan di tanganku.


****


Di tempat lain terlihat Rendi bersusah payah untuk mempelajari ilmu dari kerajaan banyangan. " Ilmu apa ini, begitu susah untuk ku pelajari " ucap Rendi sambil menjambak rambutnya pelan.


" Tenangkan diri mu. Lalu bermeditasi - tasilah " ucap seorang pria baruh baya yang tak lain ialah ayahnya Rendi. Umur ayah Rendi tahun ini genap 40 tahun.


Walaupun ia sudah berumur 40 tahun wajahnya tetap muda ( ia jelas lah, kan udah jadi roh 😂😂😂 ).


Note : " maaf author nya gak jelas "


Rendi yang mendengar bisikan itu langsung mematuhi itu, karena ia hafal dengan suara kedua orang tua - nya. Rendi langsung masuk ke - alam bawah sadar miliknya sendiri.


Saat ia sudah sampai di alam bawah sadar ia melihat pria yang sedang membelakangi nya. Ia pun langsung mendekati Rendi dan langsung memeluknya.


" Kakek " ucap Rendi pelan tapi masih dapat di dengar oleh pria yang sedang memeluknya. Rendi yang tau itu ialah kakeknya langsung membalas pelukan hangat itu.


Mereka menumpahkan air mata secara bersamaan. Mereka mengingat masa dulu dimana, ia hanya dapat melihat kakeknya hanya sekali.


Sebelum Rendi pamit kepada kakeknya ia meminta izin dan kemudahan untuk mempelajari ilmu banyangan . " Telan lah pil ini, mangka kamu akan mudah untuk mempelajari ilmu banyangan yang telah turun temurun dari kakek moyang mu " ucap kakek Rendi sebelum hilang di telan kegelapan.


Rendi pun tersadar dari meditasinya. Di tangannya sudah ada sebutir pil yang berawan ungu kehitaman. Warna yang begitu indah.


Setelah Rendi menelan pil itu. Ia mendapat kan kemudahan untuk mempelajari ilmu banyangan. Gulugan demi gulugan di baca dan di peragakan.


****


Goro masih saja menenggelamkan seluruh badannya di air. Ia juga masih bersenandung kecil.


Lama sekali ia menenggelamkan tubuhnya kini ia keluar dari dalam danau. Ia seka air yang masih menempel di tubuhnya. Ia juga memamakai pakaian yang sudah di siapkan.


Setelah selesai mengenakan pakaian, ia berjalan - jalan di sekeliling ruang sambil mengambil gulungan demi gulugan yang tersedia di rak yang terbuat dari batu.


Ia juga langsung duduk di atas air sambil membaca gulungan yang mengajarkan ilmu yang di miliki oleh penduduk langit.

__ADS_1


' Ini semua ilmu angin ' batin Goro sambil membuka gulungan yang lain. " Itu karena kamu akan menjadi pemimpin kerajaan langit " suara itu terdengar dengan cepat, tapi masih dapat Goro tangkap.


Suara yang begitu asing ia dengar. Ia juga tak ambil pusing. Ia langsung mempelajari ilmu yang ada di dalam gulungan.


***


" Selesai juga semuanya " ucap ku sambil menaruh 1 gulungan yang tersisa. Semua ilmu yang ada di dalam ruangan ini telah ku pelajari, tanpa ada terlewat kan.


Sekarang kepalaku di penuhi dengan ilmu pedang dari clan. " Apa itu " ucap ku pelan saat cahaya yang keluar dari udara.


Cahaya itu lantas menyedot tubuhku yang masih begitu lelah. Aku yang kehilangan keseimbangan langsung masuk kedalam cahaya itu.


***


." Bruk " diriku jatuh dari langit. Untung saja aku tidak mengalami luka - luka. " Ini di mana? " tanyaku kepada diri sendiri.


Suara langkah kaki lantas terdengar mendekati diriku. Diriku yang sudah begitu lelah hanya bisa terduduk sambil menunggu siapa yang akan datang.


Segerombolan pria sambil memegang pedang menuju arah ku. Mereka tampak mengernyitkan dahi, yang membuat dahi mereka berkerut.


" Heh anak kecil kamu ngapain di dalam hutan seperti ini? " tanya seorang pria yang tak lain ialah ketua dari kelompok itu.


" Saya terjatuh dari atas sana " ucap ku dengan polosnya menunjukkan keatas. Mereka yang mendengarkannya tertawa terbahak - bahak.


🔱🔱🔱


Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :


1.Typo


2.kata - kata yang gak nyambung



Kata - kata kasar


4.kadang pun alurnya tidak menetap.

__ADS_1



Saya minta maaf ya.


__ADS_2