Aku Mewarisi Darah Ibu Ku

Aku Mewarisi Darah Ibu Ku
Tugas yang harus di selesaikan


__ADS_3

Tugas yang harus di selesaikan


Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis.


Selamat membaca semua


✒️✒️✒️


" Dan kamu keponakan ku, tugas kamu ialah membuka segel yang menutupi keraajan langit. Keraajan langit di pasang segel oleh para iblis agar mereka tidak dapat ikut campur dengan masalah yang sedang terjadi " ucap ayah sambil memengang pundak Goro dengan tatapan penuh harapan. " Baik paman " jawab Goro sambil mengangguk kepala.


" Ini peta dan cara membuka segel yang ada di kerajaan langit " ucap paman yang tak lain ialah ayahnya Goro. Goro pun langsung menerima gulungan itu. Gulungan itu lantas ia simpan di dalam cincin ruang.


" Basir mana petanya. Apa gak ada? " tanya ku yang langsung di balas gelengan kepala. " Jadi bagaimana Basir tau di mana letak clan pedang mutiara dunia? " tanya ku yang membuat mama tersenyum kearah ku.


" Mama sendiri akan membimbing mu, di setiap perjalan akan ada kejutan untuk mu dan kedua adikmu " ucap mama sambil mencubit pipiku.


" Sekarang kalian pamit sama orang tua angkat kalian, agar mereka tidak mencari kalian di seluruh dunia ini " ucap ayah sedikit tertawa.


" Baik ayah " jawab ku yang langsung berjalan menuju singgasana ayahanda.


***


" Salam hormat kepada ayahanda " ucap kami bertiga sambil berlutut. "Bangunlah kalian. Ada hajat apa kalian datang kemari? " tanya ayahanda kepada kami.


" Kami minta izin kepada ayahanda untuk beberapa bulan pergi dari istana !" ucap ku yang langsung membuat wajah ayahanda berubah drastis. " Tidak, ayahanda tidak mengizinkan kalian! " ucap ayahanda dengan tegas membuat kami sedikit terkejut.


" Salam hormat yang mulia raja " ucap ayah yang telah berada di samping ku. "Saya mohon kepada anda mengizinkan mereka untuk keluar dari istana untuk beberapa waktu, sebelum terlambat " ucap ayah yang masih berlutut dengan kepala masih menunduk.


" Kalau terjadi apa - apa siapa yang akan tanggung jawab? " tanya ayahanda yang membuat ayahku tersenyum simpul. "Mereka adalah anak - anak ku. Jadi aku berhak menjaga mereka " ucap ayah yang masih berlutu.


" Kami juga akan menjaga mereka yang mulia " ucap mama dan kedua pasang suami istri dengan keadaan berlutut. Ayahanda lantas berpikir sedikit lama sebelum mengambil keputusan.

__ADS_1


" Baiklah, tapi saya harap ketiga anakku tidak terluka sama sekali " ucap ayahanda yang membuat ayah tersenyum seram di sudut bibirnya.


" Terima kasih yang mulia raja, ayo kita pergi " ucap ayah yang langsung menghilang dari pandangan kami semua mama dan kedua suami itu juga ikut menghilang.


" Ayahanda kami izin pamit pergi sekarang " ucap kami yang langsung berlari dengan kecepatan penuh. Tapi mereka yang ada di dalam ruangan kerajaan melihat kami menghilang bukan berlari.


Maklum kan saja mata para kakek tua itu sudah rabun. Kami pun langsung masuk kedalam aula latihan, pandangan yang pertama kami lihat ialah kekacau akibat pertarungan para pangeran dan putri kerajaan melawan kelima pendekar.


"Stop" ucap pendekar ketai yang mebuat mereka berhenti melakukan latihan yang begitu menyeram kan. Apa bila ada satu serangan yang tak dapat di hindarkan mangka organ dalamnya akan hancur lebur.


" Ada apa kalian datang kesini, padahal lagi seru - serunya? " tanya pendekar Namaka dengan nada yang begitu ketus. " Kami datang kesini hanya mau pamit kepada kakanda dan putri kerajaan " ucap ku yang langsung mendapatkan cengkraman di bahu oleh kakanda Wiliam.


" Kalian mau kemana, kok mau pamit, apa kalian akan pergi selama nya ?" tanya kakanda Wiliam dengan mimik wajah yang tak daoat kuartikan.


" Tidak kakanda kami hanya pergi sementara sahaja. Jadi kami disini mau pamit dulu " ucap ku.


" Oh baguslah. Tapi jangan lupa kirim kabar ya melalui pos burung " ucap kakanda Wiliam yang membuat ku langsung menyerahkan selembar kertas kuno , tinta dan bulu angsa emas.


" Kakanda dapat berkirim pesan menggunkan kertas ini dengan mudah. Kakanda mau lihat caranya? " ucap ku yang langsung di balas anggukan olehnya.


" Apa bila tulisan menghilang, tandanya kata - kata yang kakanda buat telah berpindah di kertas satunya " ucap ku sambil menunjukan macam mana cara mengirim surat dengan mudah.


Kami pun langsung pamit dan pergi dari kerajaan. Gak tau harus berapa lama kami akan meninggal kan kerajaan ini. Mungkin akan sampai bertahun - tahun. Sebenarnya diriku ini tak mau pergi, tapi mau bagaimana lagi, tugas yang di berikan untuk kami ialah tugas yang sangat berguna untuk masa depan kelak.


Kami pun juga membeli makanan yang banyak untuk jaga - jaga apa bila stok makanan yang kami bawa dari kerajaan akan habis.


"Ap semua sudah di siapkan? " tanyaku kepada dua adikku yang langsung di balas ancungan jempol. Kami juga tak lupa untuk membeli 3 ekor kuda yang berbadan tegap sebagai alat perjalanan.


Walaupun kami bisa menggunakan tenaga dalam mama tetap melarang kami menggunakannya. Katanya akan ada hal yang mengejutkan menanti kami.


Aku juga sempat berfikir, tapi apalah dayaku yang otaknya lama berkerja. 'Ah sudah lah, ngapain juga berpikir kalau akhirnya aku juga akan tau " batinku.

__ADS_1


" Rendi, Goro " panggil ku yang membuat keduanya langsung menatap ku. "Iya kak ada apa? " tanya Goro yang masih asik dengan kudanya.


"Gak ada sih, cuman mau bilang. Nanti saat kuda mulai berjalan alirkan tenaga dalam kalian kekuda masing - masing " ucap .


" Untuk apa kak? "tanya Rendi sambil menatapku dengan benak yang penuh tanda tanya. " Agar kudanya tidak kelelahan atau kecapeaan aja " ucap ku dengan lempengnya.


***


Perjalan pun di mulai. Kami memacu kuda dengan kekuatan tinggi dan tak lupa tenaga dalam terus - menerus ku salurkan ke - kuda ku.


Kuda yang kupacu semangkin lama - semangkin kencang. Perjalanan mulai sedikit menegangkan karena setiap tebing aku dapat melihat segerombolan iblis yang menatap kami dengan cukup sinis.


" Rendi, Goro. Pacu kuda kalian lebih kencang! " ucap ku yang langsung di patuhi oleh mereka berdua. Mereka berdua langsung menyalurkan tenaga dalam, dalam jumlah tinggi yang membuat kuda itu berlari dengan kencang.


Aku pikir kami tidak akan berurusan dengan para iblis itu. Tapi itu salah segerombolan iblis itu telah menghadang kami.


Wajah mereka tampak begitu menyeramkan.


🔱🔱🔱


Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :


1.Typo


2.kata - kata yang gak nyambung



Kata - kata kasar


4.kadang pun alurnya tidak menetap.

__ADS_1



Saya minta maaf ya.


__ADS_2