Aku Mewarisi Darah Ibu Ku

Aku Mewarisi Darah Ibu Ku
Clan pedang mutiara dunia


__ADS_3

Clan pedang mutiara dunia


Aku pun langsung menundukan kepalaku saat mereka menertawaiku dengan keras. Ingin sekali aku menebas kepala mereka satu satu. Tapi niat itu aku urungkan.


" Kalau boleh nanya ini di mana ya? " tanya ku yang membuat mereka terdiam sejenak lalu saling bertatapan. " Gak apa - apa, dia pun masih kecil " ucap salah satu laki - laki kepada ketuanya.


" Wilayah ini ialah hutan clan pedang mutiara dunia " jawab sang ketua yang langsung membelelakan mata ku. Rasa tenang langsung memenuhi ruang hatiku. Aku pun tersenyum sendiri.


" Heh, kok senyum - senyum sendiri. Gi** ya " ucap salah satu orang sambil menoyor kepala ku. Yang langsung membangun kan ku dari hayalan semata.


" Aduh " ucap ku sambil menggosok punggu ku yang terkena batu saat di toyor tadi. " Kamu sama siapa disini? " tanya sang ketua kepadaku dengan tatapan penuh tanda tanya.


" Saya cuman sendiri. Saya juga tersesat di hutan ini " jawabku. " Hem.. baiklah, ayo ikut kami !" ajak mereka sambil berjalan menuju clan pedang mutiara dunia.


Aku pun ikut dari belakang. Pertanyaan terus terlontar dari mulut mereka, yang membuat aku sedikit pusing. " Mohon maaf kakak - kakak, kalau mau nanya satu satu! " ucap ku yang langsung membekam mulut mereka.


Mereka pun lantas terdiam sampai di depan gerbang clan pedang mutiara dunia. " Siapa yang kalian bawak? " tanyak sang penjaga dengan wajah yang lumayan sangar.


" Kami membawa anak yang tersesat di hutan. Renaca nya kami akan membawa ia ketempat ketua. Apa boleh ia tinggal disini " jawab sang ketua yang membuat para penjaga langsung membukakan gerbang untuk kami.


Pemandangan pertama kali ku lihat ialah semua orang sibuk dengan latihan. Pedang, saling berantaman dengan pedang, yang membedakannya hanya cuman kualitas pedang.


Pedang ku juga memancarkan aura emas sampai menembus langit. Begitu banyak perbedaan antara pedang ku dan pedang yang ada di sini.


Tombak saling berbenturan satu sama lain. Sabit yang membuat suara yang begitu nyaring. Kupingku terasa begitu sakit saat mendengarkannya.


***


" Tok.. tok.. tok.. " ketua pun langsung mengetok pintu yang langsung keluar seorang pria baruh baya . " Salam hormat kami, tetua lang " ucap mereka bersamaan sambil menunduk sedikit. Aku yang gak tau apa - apa hanya mengikuti mereka.


" Masuk " ucap tetua Lang, yang membuat mereka mendorong ku masuk kedalam ruangan yang tak lain ialah ruangan milik tetua Lang. Kami langsung duduk berhadapan dengan tetua Lang.


" Siapa yang kalian bawa? " tanya tetua Lang dengan tatapan yang begitu mengerikan. " Ia anak yang tersesat di hutan tetua. Jadi kami bawa pulang saja di clan " Jawab tetua yang berusaha tenang.


" Apa kemampuan kamu? " tanya tetua Lang kepada ku. " Kemampuan saya hanya bela diri tetua " jawabku dengan wajah yang polos.

__ADS_1


" Hemmm... " tetua Lang hanya menghela nafas . Kami pun berbincang - bincang seputar diriku. " Anggara antar dia di tempat istrirahat. Biar besok kita pilihkan senjata yang tepat untuk dia " ucap tetua Lang yang langsung do patuhi.


Aku pun langsung di antar Kesalah satu tempat istrirahat yang kosong. Aku pun langsung mengunci pintu menggunakan tenaga dalam.


Aku langsung duduk bersila di atas tempat tidur. Banyak urat - urat ku yang putus saat terlempar di sini. Badanku begitu sakiy untuk di gerakan.


***


Malam pun tiba, setelah makan malam bersama penduduk clan pedang mutiara dunia. Aku pergi dengan diam menuju kediaman tetua Lang.


" Tok.. tok...tok.. " suara pintu aku ketuk berulang - ulang kali. " Masuk " ucap tetua Lang dari dalam.


Aky langsung masuk kedalam membuat wajah tetua Lang berubah sedikit. Tatapan nya seolah ingin mencabik diriku. " Mau apa kamu hah? " tanya tetua lang yang membuat aku tersenyum simpul.


Para penjaga tetua Lang lantas menaruh pedang mereka di leherku. " Santai dong " ucap ku membuat mereka mendekat pedang mereka tepat di leher ku.


Darah lantas keluar dari goresan kecil di leherku. Goresan tadi langsung menghilang dalam sekejap, yang membuat para penjaga yang meletakkan pedang nya tepat di leherku langsung memindahkannya.


" Tetua tidak perlu takut, kita ini masih satu keluarga kok " ucap ku. " Bohong, kalau kita memang satu keluarga tunjukan ciri khas dari clan ini ! " ucap nya dengan tegas.


Semua yang ada di dalam ruangan itu lantas tak percaya yang apa ia lihat. " Mohon maaf atas kelancangan kami semua, tuan muda " ucap mereka bersamaan sambil berlutut.


" Bangunlah, saya kesini hanya ingin mengantarkan surat lalu pergi " ucap ku sambil menyerahkan sebuah gulungan pesan dari mama. Tetua Lang lantas memijit keningnya.


Kepalanya juga pusig setelah membaca pesan yang aku berikan. " Mana mungkin kami sanggup untuk melakukan perang besar - besaran dengan kekuatan kecil ini " ucap tetua Lang membuat aku tersenyum simpul.


Aku langsung mengeluarkan semua gulugan yang ku simpan sebelum memasuki portal. " Ini gulungan apa? " tanya tetua Lang.


" Itu ialah gulungan ilmu pedang, tombak, sabit dab banyak lagi. Saya harap saat terjadinya perang. Clan kita siap membantu, dan membuktikan bahwa semua ini bukan salah kita " ucap ku yang langsung di balas anggukan oleh tetua Lang.


" Kalau mau memberi saya pesan, gunakan ini saja " ucap ku sambil memberikan selembar kertas dengan tinta dan juga kuas. " Saya izin pamit dulu ya " ucap ku sambil melangkah masuk kedalam portal yang terbuka sendiri.


" TUNGGU!!!" ucap tetua Lang dengan nada yang begitu keras membuat aku terdiam. " Ada apa tetua? " tanya ku.


" Sebelum kamu kembali, mari ikut ku " ajaknya sambil berjalan menuju ruang bawah tanah yang ada di dalam ruangan pribadinya.

__ADS_1


Pemandangan pertama kali ku lihat ialah sebuah telur yang lumayan besar yang berada di sarang emas. " Telur apa itu? " tanya ku kepada tetua Lang.


" Itu telur naga Abdi. Naga Abdi akan patuh atau jinak kepada sang pemilik pedang agung. Beberala hari lagi ia akan menetas. Utang saja kamu datang tepat waktu. Kalau tidak clan kita sudah lenyap dari dulu. Karena tidak ada lagi penjinak nya " jelas tetua Lang panjang lebar.


" Saat menetas makanan apa yang harus saya berikan untuknya? " tanya ku lagi.


" Makanan nya adalah tenaga dalam milik sang pemilik pedang agung " jawab sang tetua.


" Aku harap kamu dapat menjaganya dengan baik. Naga ini suata saat akan menjadi tentara perang " ucap nya sambil memberikan telur naga itu padaku.


Aku pun langsung menerima telur naga yang di berikan. Untuk saja di dalam cincin ruang ada tas yang terbuat dari kain sutra yang tak terlalu besar.


" Tetua, saya mohon mulai sekarang semua murid clan mempelajari ilmu senjata yang ada di dalam gulungan " ucap ku yang langsung di balas anggukan.


Seketika portal langsung menampakkan dirinya di depan ku. Aku pun langsung masuk kedalamnya.


****


***Assalamualaikum semua


salam sejahtera


salam toleransi


_______


di sini author mau ngucapin beribu - ribu terima kasih atas dukungan kakak kakak sampai sekarang. mungkin tanpa dukungan kakak kakak novel ini akan mati ( tidak ada pembaca). yang udah ngikutin alur cerita dari episode satu saya ucapkan terima kasih sebesar - besarnya.


mohon maaf kalau masih banyak kekurangan pada novel author, author juga sedang berusah untuk membuat novel lebih bagus untuk para pembaca. author juga merasakan novel ini begitu banyak kekurangan.


mohon maaf kalau masih banyak kesalahan dalam membuat novel.


mohon maaf juga author gak bisa up setiap hari. author juga masih sekolah ( duduk di kelas 3 smp). tugas menumpuk. jadi saya minta maaf ya 🙏🙏🙏.


sampai jumpa di episode selanjutnya, jangan pernah bosen dengan novel author 👋👋👋. " Jangan lupa jaga kesehatan ya semua***".

__ADS_1


__ADS_2