
Rubah vs Kalelawar
Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis.
Selamat membaca semua
✒️✒️✒️
Author pov on
Pertempuran terus berlanjut sampai malam tiba. Tidak ada rasa keletihan pada kedua petarung hebat yang sedang berada di atas tunggangan miliknya masing - masing.
Pertempuran jarak jauh terus terjadi, getaran mulai bertambah kuat. Api - api yang berwarna hitam telah mengepung kedua lawan. "Bonekigi" ucap pendekar Jetsu sambil melepaskan serangan dari langit.
Rubah api turun dari langit dengan senyuman yang begitu mengerikan terpancar di wajahnya. Ia menyeka liur yang menetes dari mulutnya.
"Santapan besar!" ucap nya yang mulai berkelelabat menuju putri Elsa. Putri Elsa yang sedikit terpojok langsung menggunkan salah - satu jurus pemungkas miliknya.
"Yoemine" ucap putri Elsa yang membuat siluman kelelawar turun dari langit. Siluman kelelawar itu lantas merubah wujudnya menjadi laki - laki tampan membuat siluman rubah milik pendekar Jetsu terkagum.
"Bonekigi fokus" ucap pendekar Jetsu membuat rubah itu langsung sadar dari lamunanya. Kalelawar yang hendak menggigit leher si rubah langsung di tarik dengan tali api milik pendekar Jetsu.
"Jangan terpengaruh sama ketampanannya, cepat serang. Biar ku bantu dari sini!" titah pendekar Jetsu yang langsung fi balas anggukan oleh si rubah.
Ekor rubah itu lantas berubah menjadi api yang menyala, dengan kuku tajam di dua pergelengan tangan maupun kakinya. Kalelawar itu lantas tersenyum lalu merubah bentuknya.
Sayapnya di kepak dengan hebat yang mengakibat timbul aura panas. Pupil matanya mulai membesar, taring pada giginya menjadi lebih tajam seolah dapat menembus jantung manusia.
Ia tersenyum sekilas sebelum melesat terbang dengan kecepatan yang begitu tinggi. Kalelawar itu mengelilingi si rubah, ia pikir akan membuat si rubah pusing.
Ia salah besar, sebuah tembok api keluar dari permukaan tanah yang mengakibatkan si Kalelawar ketabrak. Orang yang melihatnya lantas tertawa dengan suara keras.
Karena mendapatkan tawaan yang mengelegar hebat membuat ia marah. "Nyonya" ucapnya sekilas sambil menatap putri Elsa yanf langsung di balas anggukan.
__ADS_1
Sayap yang masih di kepakan semangkin lama semangkin membesar, taring yang panjang melebihi rata-rata kini telah kembali seperti semula. Pupil matanya yang tadinya melebar kini malah menyipit.
Pupil mata yang warna hitam kini berubah menjadi warna merah darah. Sayapnya kini juga telah di selubungin dengan api yan berwarna hitam pekat, yang membuat udara di sekitar tambah memanas.
Jubah yang di kenakannya kini juga berubah menjadi baju ketat yang membuat ia leluasa bergerak. Pendekar Jetsu yang melihatnya lantas hanya bergumam "berevolusi".
Kedua tapak tangan pendekar Jetsu mulai bersentuk, ia duduk dengan kaki yang saling menyilang. Ia juga langsung memejamkan matanya. Rubah milik pendekar Jetsu yang sedang terdesak lantas di tolong dengan benda apa yang tidak di ketahui.
Benda itu lantas masuk kedalam tubuhnya. Mata dari si rubah langsung berubah menjadi hitam pekat, ekornya yang tadinya hanya tiga kini menjadi 9, ekornya juga di baluti dengan api hitam.
Bukan hanya ekornya sahaja yang di baluti, kini satu badanya di penuhi dengan api yang berwarna hitan pekat. ***** amarah yang begitu pekat langsung menyeruak.
***** amarah itu lantas membuat Kalelawar yang sebagai lawannya tersenyum simpul, setelah tersenyum simpul ia langsung mengeluarkan ***** amarah yang begitu pekat dan menyamai si rubah.
"Ayo kita lanjutnya pertandingan ini" ucap si rubah yang langsung di balas anggukan oleh lawanya. Keduanya langsung melesat dengan kecepatan tinggi, membuat angin muncul secara tiba-tiba.
"Guru lebih baik kita menjadi penonton setia" ucap putri Elsa yang langsung di balas anggukan olehnya. Kedua lawan langsung duduk di kursi penonton sambil memperhatikan kaki tangan mereka bertarung dengan sengit.
Seragan demi serangan terus di lontarkan tanpa henti membuat bagunan itu terus bergetar dengan keras. Untung saja bangunan yang di bangunan dapat menahan getaran yang dahsyat.
Kedua lawan saling menyerang dengan brutal dan membabi buta. Tidak ada rasa kualahan di diri mereka, ***** membunuh yang tadinya tingkat terendah ini naik dikit demi sedikit.
Dari tingkat rendah, naik ketingkat sedang. Tingkat sedang naik ketingkat tertinggi, tingkat tertinggi naik ke tingkat tanpa batas. ***** membunuh membuat kedua lawan semangkin menjadi - jadi.
"Bolukinbe" ucap si rubah yang membuat kesembilan ekornya memanjang dan menyerang Lawanya. Tidak sampai di situ aja, ia juga memecahkan diri menjadi lima.
"Kinukoni" siluman kalelawar (mulai sekarang mereka pakai kata siluman aja, biar rada nyambung ceritanya) tidak tinggal dia, ia juga memecahkan diri menjadi 5.
Sayapnya kini berubah menjadi tangan - tangan yang siap menangkap siapa saja. Pertempuran menjadi lebih sengit dan seru.
Lima lawan lima, pertandingan yang adil. Yang lebih memukau ialah setiap lawan memiliki senjata tersendiri. Kelompok siluman rubah memiliki senjata kipas angin yang mengandung kekuatan tinggi.
Begitu pula dengan kelompok siluman kelelawar, mereka menggunakan tongkat pusaka, yaitu tongkat darah yang siap kapan saja mengisap darah dari lawanya.
__ADS_1
"Ayo serang semua" ucap ketua siluman Rubah yang langsung mengibaskan kipasnya yang membuat angin racun yang tidak berbahaya, karena angin yang di hasilkan ialah angin yang membuat orang tertidur.
"Jangan menghirup udara di sekitar!" pinta ketua siluman kalelawar yang langsung di balas anggukan kepala oleh mereka. Tidak tinggal diam kelompok siluman kelelawar mulai menghujani para siluman rubah dengan hujan darah yang membuat tubuh mereka hangus terbakar.
"Hati - hati darah itu bisa membuat tubuh kita terbakar!" pinta ketua siluman rubah yang langsung membuat kawanan siluman rubah mengipaskan langit dengan kipas pusaka milik mereka.
Hujan darah mulai menghilang dikiy demi sedikit. "Kalelawar penghisap darah" ucap kawanan siluman kelelawar. Kawanan siluman kelelawar penghisap darah keluar dari tongkat milik mereka.
"Serang!" seru mereka bersama membuat kawanan Kalelawar penghisap darah meluncur dengan bebas menuju kawanan siluman rubah. Siluman rubah yang tidak tinggal diam, langsung memasang mantra pemanggil di atas permukaan tanah.
Kumpulan rubah hitam mulai keluar dari dalam tanah, mereka semua tampak mengerikan dengan taring yang begitu panjang, dengan mata yang merah pekat.
Meteka juga langsung menyerang kawanan Kalelawar dengan brutal yang membuat kedua pihak saling memburu.
Kawanan Kalelawar hampir habis begitu pula dengan kawanan rubah.
Author pov end
🔱🔱🔱
Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :
1.Typo
2.kata - kata yang gak nyambung
Kata - kata kasar
4.kadang pun alurnya tidak menetap.
__ADS_1
Saya minta maaf ya..