
Kerajaan langit
Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis.
Selamat membaca semua
✒️✒️✒️
Goro pov on
Tubuh ku begitu bugar saat mempraktekkan ilmu elemen air yang terakhir. Aku yang berpikir ingin berbagi ilmu dengan kakak - kakak ku langsung menyimpan semua gulungan kedalam cincin ruang.
Aku yang ingin merendamkan tubuhku di dalam danau kecil itu. Langsung menenggelamkan semuanya, tanpa melepas busana yang ku kena. Sebelum aku terjun kedalam danau ,memang ada yang aneh dengan danau itu.
Air nya yang tadinya warna biru ini langsung menjadi bening atau jernih. Aku yang tak mau berpikir banyak langsung menenggelam kan tubuhku. Tubuhku bukan basah kini malah berpindah tempat.
***
' Tempat apa ini ? 'tanya ku kepada diri sendiri yang baru saja jatuh dari atas udara. Untung saja aku jatuh di tempat yang begitu lembut bagaikan kapan .
____
" Dasar kau thor, pilih kasih aja tau nya. Kami jatuh di tempat keras, Goro malah di tempat yang lembut ! " bentak Basir dan Rendi.
" Ya suka - suka saya lah. Kok kalian yang ngatur " ucap si author dengan nada mengejek.
" Sini kau thor biar ku buat jadi perkedel !" teriak Rendi sambil mengejar si author. " Coba aja kalau bisa bocah teng** " ucap si author yang mulai memanaskan keadaan.
Kedua mc pun mengejar si author sampai ke planet mars 😂😂😂
_____
Aku pun langsung menilik keadaan sekitar yang kosong, hanya ada awan - awan yang beterbangan. " Ini di mana ya " ucapku yang belum tau tempat apa ini.
" Akhirnya kamu datang juga " ucap seorang pria dengan suara yang serak. Saat aku menoleh, aku langsung terkejut dan memeluknya. Ia ialah Kakek dari ayah ku.
" Kamu berhasil cucuku " ucap kakek sambil mengelus kepala ku dengan lembut membuat diriku memeluk tubuh Kakek menjadi lebih erat.
__ADS_1
" Ayo kita bangkitkan lagi kerajaan yang telah lama hilang, ayahmu juga sudah memberitahukan tentang akan terjadinya era berdarah. Kita tidak punya banyak waktu lagi, ayo kita kesini " ucap Kakek yang mulai melangkah maju.
Aku pun hanya mengikuti dari belakang. Aku pun sudah tau ini tempat apa ,ini tempat kerajaan langit yang telah lama hilang. Aku menghirup udara yang dengan pelan begitu juga saat mengeluarkan nya.
Udara ini seolah membersihkan semua tubuhku. Udara yang ku hirup juga membantu untuk mempercepatnya peredaran darah. Tubuh menjadi lebih segar.
" Aduh " aku yang sibuk menilik sekeliling lantas tertabrak bangunan yang tak terlihat . Aku pun langsung mengusap pelan keningku yang sakit.
" Mangkanya jangan melamum " ucap Kakek dengan senyuman khasnya. " Ayo kita masuk " ucap kakek sambil memegang bangunan yang tak terlihat kini dapat kulihat dengan jelas.
Aku pun langsung mengikuti kakek dari belakang. Ruangan yang begitu megah, di setiap sudut terdapat patung yang begitu bagus. Postur dari patung di buat begitu mirip.
" Kek, apa ini patung ayah " ucap ku sambil menunjuk kearah patung dengan postur tubuh yang begitu gagah. "iya, itu patung ayahmu. Yang di ujung sana patung kakek, ganteng kan " ucap kakek membuat aku tertawa kecil lalu membalaskan anggukan.
Patung Kakek tak kalah gagah dengan ayah. Wajahnya pun gak jauh beda, sama - sama tampan.
Author :" Nama juga ayah ama anak, Goro - Goro ,kamu aja mirip dengan ayah mu. Hadeh - hadeh " 🤦♂🤦♂🤦♂ .
" Ayp kesini " panggil kakek . Aku pun menuju kearah kakek yang sedang mempersiapkan apa saja yang di butuhkan untuk membuka segel yang menutupi keraajan langit.
" Gores jarimu, lalu tetes kan darah mu di dalam situ ! " titah kakek kepadaku yang langsung ku patuhi. Aku langsung mengores kecil jariku dengan belati yang telah di siapkan.
Aku yang hampir jatuh langsung di pegang sama kakek. Gincangan mulai mereda, aku langsung di ajak keluar dari dalam ruangan rahasia yang kini telah menghilang.
Mungkin hanya kakek yang tau ruangan itu. Kerajaan yang begitu indah membuat aku terpukau sampai melongo.
***
Author :"Jangan melongo aja, ntar masuk lalat " .
Goro :"Ya suka - suka ku lah ko si author sewot "
***
Kerajan berdiri dengan indahnya di atas awan yang begitu besar. Banyak para penghuni kerajaan langit yang beralulalang, mereka juga mempunyai aktivitas masing - masing.
Para penjaga pintu dengan tampak begitu gagah dengan senjata yang tersarung rapi di belakang mereka. Sepertinya senjata khas penduduk langit ialah pedang kembar yang agak cekung.
__ADS_1
Tapi begitu besar, bisa saja menebas leher orang dalam sekali tebasan. Pedang penduduk langit di hiasi dengan tulisan kuno yang bukan adalah mantra turun temurun dari awal berdirinya kerajaan ini.
Aku langsung berjalan di belakang kakek sambil menilik sekeliling. Pemandangan yang bagitu indah, sepertinya kerajaan langit lebih indah dari pada kerajaan milik Dewi Alam.
Kakek duduk di singgasana sana yang begitu indah bagitu pula dengan diriku. Aku duduk di samping kakek. Kakek pun langsung menyuruh para petinggi kerajaan untuk menyiapkan para tentara perang dalam jumlah besar. Mereka jua di latih dengan keras.
***
Malam pun tiba. Udara begitu sejuk masuk ke - dalam tubuhku melalui hidung. " Goro ini telur naga phensi, naga phensi ialah naga perang, kakek titipkan ini untuk mu. Kamu rawat dengan sebaik - baiknya ya " ucap Kakek sambil menyerahkan 1 telur yang amat besar.
" Makananya apa kek? " tanyaku yang langsung di Jawab " makanan nya ialah tenaga dalam milik sang majikannya. Kalau kamu kasih dalam jumlah banyak mangka naga ini akan terus bertambah besar dan kuat. Tolong di jaga baik - baik ya " ucap kakek sambil menepuk kedua pundakku.
" Baik kek, Goro mau jumpa dengan saudara. Cara kembali macam mana? " tanya ku yang langsung di balas senyuman.
Portal langsung keluar dari ruang hampa. " Lewat sini" ucap kakek membuat aku berjalan mendekati portal.
" Goro pergi dulu ya kek " ucap ku sambil tersenyum. " Jaga dirimu baik - baik ya " ucap kakek dengan senyuman khas nya yang terukir di wajahnya.
Aku pun langsung memeluk telur naga yang di berikan oleh kakek dengan erat. Aku takut telur itu akan jatuh akibat angin yang terus bertiup dengan kencang. Akibat angin itu, aku sedikit kesusahan untuk berdiri tegak.
Goro pov end
🔱🔱🔱
Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :
1.Typo
2.kata - kata yang gak nyambung
Kata - kata kasar
4.kadang pun alurnya tidak menetap.
__ADS_1
Saya minta maaf ya.