Aku Mewarisi Darah Ibu Ku

Aku Mewarisi Darah Ibu Ku
Pertarungan yang sengit #2


__ADS_3

Pertarungan yang sengit #2


Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis.


Selamat membaca semua


✒️✒️✒️


Author pov on


"Gerbang keempat, hujan lontum" ucap putri Zaskia, yang langsung membuat suasana di dalam ruangan menjadi - jadi. Akibat hujan lontum, ruangan aula latihan kini di penuhi dengan air racun yang mematikan.


"Ketai, pindahkan mereka dengan kami sekaligus di tempat pertandingan dunia yang berada di benua konsuin!" titah pendekar Zabuza yang langsung di patuhi oleh Pendekar Ketai.


Cahaya langsung memenuhi ruangan aula latihan. Mata semua orang yang ada di dalam ruangan menjadi perih.


***


Dalam hitungan detik mereka sudah berada di tempat pertandingan dunia yang berada di benua Konsuin. Benua konsuin ialah benua tandus.


Sebenarnya benua Konsuin, ialah benua padang rumput. Banyak penduduk yang tinggal di sini begitu pula dengan para iblis.


Tanpa di sangka, benua ini di hujani dengan air yang berwarna emas yang membuat semua rumput yang tumbuh mati seketika. Para penduduk yang tidak mau mati akibat kelaparan dan kehausan, mereka berbondong - bondong menuju benua Portunio ( benua Portunia ialah, benua yang di tinggalli oleh Basir, dan kawan - kawan).


Di dunia ini hanya ada dua benua yaitu benua Portunia dan benua Konsuin. Para penduduk benua Konsuin hanya hidup 10 persen dari keseluruhan.


Ini semua akibat para iblis yang kelaparan, mereka memburu para penduduk konsuin dengan membabi buta. Sebenarnya para penduduk benua Konsuin bisa selamat dari para iblis apa bila mereka menguasai ilmu elemen dan senjata tajam.


Tapi itu hanya mimpi para anak kecil yang berada ada di sana. Mereka ingin sekali memiliki ilmu seperti itu.


Tapi kenyataannya yang pahit harus mereka terima. Saat mereka yang ingin belajar kepada sosok leluhur yang ada di sana, sosok leluhur itu di temukan dengan kematian yang menggenaskan.


Sungguh impian yang menyedihkan. Tangisan anak kecil mulai terdengar saar melihat sosok pahlawan mereka yang telah tiada. 😭😭😭😭.


****


Kembali ke cerita utama.

__ADS_1


Pertempuran terus terjadi dengan ganas, kedua penyerang masih tetap berdiri di atas udara.


Tak lama mereka bertempur di tempat pertandingan yang di buat khusus oleh para leluhut terdahulu yang berada di benua Konsuin.


Mereka berdiam sejenak. Baju zirah yang mereka kenakan, kini menghilang. Pedang yang di tangan mereka berubah menjadi tongkat.


"Terima kasih ayunda, telah mau bertarung dengan diriku" ucap pangeran Anan sambil membungkuk kan badan rasa hormat kepada kakak perempuannya.


"Aku juga begitu, adik" ucap putri Zaskia sambil membungkuk kan badan juga. "Kalau gini mendingan tidak usah pindah tempat" ucap pendekar Jetsu sambil menepuk keningnya.


"Tidak apa - apa, siapa lagi yang mau bertarung?" tanya pendekar Ketai yang langsung di balas ancungan tangan oleh pangeran Andri.


"Siapa lawanmu pangeran?" tanya pendekar Ketai. "Aku mau bertarung dengan kakanda Wiliam" jawab pangeran Andri yang langsung di balas anggukan oleh pendekar Ketai.


Pangeran Andri dan pangeran Wiliam langsung berdiri di atas panggung. "Aku mohon bimbingannya kakanda" ucap pangeran Andri sambil membungkuk kan badan dengan kedua telapak tabgan di kepal dan di majukan kedepan .


"Aku juga mohon bimbingannya adikku" ucap pangeran Wiliam sambil membungkuk juga.


"Satu, dua, tiga pertandingan di mulai" ucap pendekar Namaka. Saat ucapan di mulai, zirah air mulai menutupi tubuh pangeran Wiliam.


Begitu pula dengan zirah angin yang menutupi tubuh pangeran Andri ( kenapa pangeran Anan dan pangeran Andri memiliki elemen yang sama ? . Ya karena mereka kembar).


Burung pipit milik pangeran Andri melesat dengan cepat menuju landak air milik pangeran Wiliam. Sebelum burung pipit milik pangeran Andri mendekati landak air milik pangeran Wiliam .


Duri - duri milik landak beterbangan lalu menusuk burung pipit milik pangeran Andri. "Tunjukan bakatmu adik!" tantang pangeran Wiliam yang membuat Pangeran Andri tersenyum simpul.


"Gerbang 10, panah angin" ucap pangeran Andri sambil melesatkan beribu - ribu anak panah yang tertuju pada pangeran Wiliam.


"Tameng air" . Tameng besar lantas melindungi tubuh pangeran Wiliam. Anak panah yang tertancap di tameng air milik pangeran Wiliam, Seketika hilang begitu saja.


"Gunakan kemampuan mu anak muda, di sini tidak apa - apa!" teriak pendekar Ketai yang langsung di balas anggukan oleh kedua pangeran.


"Ayo kakanda" ucap pangeran Andri dengan senyuman yang terukir di wajahnya yang langsung di balas anggukan oleh pangeran Wiliam.


Zirah yang biasa aja kini malah berubah menjadi zirah tempur tingkat 1.tongkat mereka lantas berubah menjadi keris yang begitu indah.


Mereka berdua lantas melesat secara bersamaan. Kedua keris yang saling beradu mengakibatkan ledakan yang begitu dahsyat yang membuat tempat pertandingan tergoncang dengan keras.

__ADS_1


Bangunan yanh di buat memiliki pola yang berbeda dari bangunan apapun. Karena pola bangunan yang begitu rumit, membuat bangunan menjadi lebih kokoh.


Kedua pangeran langsung mengambil jarak sedikit jauh. "Ular piton" ucap pangeran Wiliam sambil mengayunkan kerisnya, dalam sekejap mata, tiga ekor ular piton melesat dengan cepat menuju pangeran Andri.


"Bangau kanyori" ucap pangeran Andri yang membuat tiga burung bangau kanyori keluar dari keris. Tiga bangau kanyori melesat dengan kecepatan penuh, yang akhirnya tertabrak dengan ular piton milik pangeran Wiliam.


Ledakan lantas membuat bangunan bergetar sangat kuat. "Ayo kakanda Wiliam!" seru pangeran Anan dari tempat duduknya.


Pangeran Andri yang mendengar kakandanya saja yang di beri semangat tapi dia tidak. Ia malah marah, dan menyerang dengan membabi buta, dari serangan jarak jauh maupun serangan jarak dekat.


"Burung pipit serang" ucap pangeran Andri yang ikut melesat bersama kawanan burung pipit menuju pangeran Wiliam. "Cih.. kodok raksasa" ucap pangeran Wiliam sambil menyentuk tanah.


Dalam seketika satu kodok besar menghalangi serangan pangeran Andri dan kawanan burung pipit. Mereka terlempar akibat terkena perut dari kodok itu.


"Gyaaahhhhhh..... kakanda jorok" teriak putri Zaskia saat melihat kodok raksasa yang begitu menjijikkan. "Gini amat punya kakanda, jorok amat" putri Elsa juga ikut mencibir kakandanya.


"Heheheh" pangeran Wiliam hanya tertawa kecil sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal.


"Kakanda!" teriak pangeran Andri yang teriak marah saat melihat tubuhnya sekarang di penuhi dengan liur milik sang kodok. Semua orang yang melihat pangeran Andri tertawa dengan lepas. Membuat api amarah penuh di dalam relung hatinya.


Author pov end


🔱🔱🔱


Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :


1.Typo


2.kata - kata yang gak nyambung



Kata - kata kasar


4.kadang pun alurnya tidak menetap.


__ADS_1


Saya minta maaf ya..


__ADS_2