Aku Mewarisi Darah Ibu Ku

Aku Mewarisi Darah Ibu Ku
Ujian pertama : ahli tanding


__ADS_3

Ujian pertama : ahli tanding


...Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis....


...Selamat membaca semua...


✒️✒️✒️


Rendi pov on


Aku masih tetap di atas area ahli tanding untuk mengobati Dewi Api. Tenaga dalam yang ku salurkan tidak dapat membantu apa - apa. " Seperti ada yang aneh dengan tubuh Dewi Api ini " batinku.


Aku pun langsung menutup mata dan meletakkan telapak tangan , aku pun langsung melihat satu tubuh Dewi Api menggunakan ilmu banyangan yang kumiliki. " Racun yang ada di tubuh Dewi Api beraksi dengan cukup ganas " batinku.


" Baiklah akan ku coba untuk mengeluarkan racun yang ada di jantung Dewi Api yang telah di ajarkan oleh kakek jenggot putih itu " pikirku. Ku masukkan dikit demi sedikit banyangan di jantung Dewi Api. " Hah ketemu " ucapku sambil menarik dikit demi sedikit bola hitam pekat di tengah jantung Dewi.


" Uhuk... uhuk... uhuk.. " Dewi Api pun terbatuk - batuk sambil mengeluarkan darah hitam. " Hah ,racun yang selama ini bersemayam di dalam jantung ku sekarang sudah keluar dengan bantuan anak kecil ini " ucap Dewi Api te tekejut membuat tetua sedikit menelengkan kepala.


" Apa maksud mu dari racun yang bersemyan Lasti " tanya tetua kepada Dewi api yang bernama Lasti ." Sebenarnya racun yang di keluarkan oleh anak ini ialah racun yang sudah bersemayam dari saya kecil. Kata kedua orang tua saya ini adalah kutukan untuk diriku, aku yang tak percaya ini adalah sebuah kutukan sampai saya menemui para tabib, para Dewi penyembuh tapi tak ada yang dapat melakuakan nya ".


" Sampai suatu saat saya bermimpi di datangi oleh seorang kakek berjenggot putih, ia berkata " Racun yang ada di jantung mu akan musnah atau keluar dari dalam tubuhmu saat kau melawan anak didik ku " . Dan mimpi itu terwujud kan ".


" Jadi tetua ,saya mohon untuk engkau mengizinkan saya untuk melatih anak ini menjadi lebih tangguh " ucap Dewi Lasti memohon izin pada tetua. " Baiklah " jawab Tetua sambil mengelus jenggot putih nya.


Aku pun langsung di suruh untuk meneteskan darah di kobaran api yang menandakan aku pemilik elemen api.


Rendi pov end


.


.


.


Goro pov on

__ADS_1


Aku sedikit terpukau saat melihat Rendi mengendalikan bunga peledak itu dengan mudah dan lihai.


" Untuk Nama Goro silahkan silahkan maju ke area ahli tanding " ucap tetua. Aku pun langsung naik ke atas area ahli tanding, tanpa mendengar cercaan dan hinaan dari para peserta wanita, mereka menghina tentang pakaian ku yang begitu jelek.


Dan ada juga yang menyemangati ku.


" Saya mohon bimbingan Master " ucapku sambil membungkuk badan. " Baiklah. Keluarkan semua kemampuan kamu " ucap sang master.


" Mulai " ucap tetua dengan lantang. Sebaiknya aku tidak usah terlalu gegabah seperti Rendi yang langsung mengeluar kan hewan apinya.


" Gerbang kelima palu air " ucapku sambil menghujani sang master yang tetap tak bergerak dari tempat. Satu palu air tepat mengenai kepala sang master.


" Ah sial !!" batin ku sedikit kesal karena telah di bohongi oleh lawan menggunakan boneka air. " Kau begitu lalai anak muda " ucap sang master sambil menusuk perutku menggunakan pedang air.


" Engkau salah master, aku tidak lalai. Justru yang lalai ada engkau " ucap ku sambil mengendalikan boneka air menjadi perangkap. Boneka air lantas mengikat seluruh badan master.


" Stop " ucap tetua sebelum pedang air yang di tangan ku menyentuh leher Master.


" Ayo master " ucapku sambil memberikannya uluran tangan agar master lebih mudah untuk bangun. " Kau memang anak yang tangguh " ucap master sambil berjalan kearah kelompok laki - laki tua.


Aku juga di suruh menetaskan darah di genangan air yang ada di mangkuk.


" Kakak nanti menggunakan ilmu apa kak. Kata nenek kan gak boleh menggunakan pedang??? " tanya Rendi kepada ku. " Kakak pakai ilmu racun " ucapku sambil berjalan kearea ahli tanding.


" Semangat kak " ucap Goro saat kami berjalan pas - pasan yang hanya kubalas senyuman sahaja.


" Kita berjumpa lagi bocah " ujar si wanita pengendali racun yang di beri julukan Dewi Racun. " Bumi ini begitu sempit untuk kita berdua, seperti langit mengizinkannya aku untuk membunuh mu " balas ku dengan senyum keji yang membuat Dewi Racun tertawa.


" Dendam mu begitu dalam " ujar sang Dewi Racun dengan tawa yang mengerikan. " Gara - gara kau adik ky hampir merenggut nyawa kemarin malam " ucapku dengan nada ketus.


" Sudaj jangan banyak bicara lagi, pertandingan di mulai " ucap tetua yang membuat Dewi Racun mulai menyerang dengan jarum - jarum racun nya.


20 jarum racun melesat dengan cepat dan mengenai dada ku.


" Kring.. Kring " bunyi jarum bersamaan. " Sekarang giliranku " ucapku sambil melesat 30 jarum yang mengandung racun hewan yang hidup selama 100 tahun.

__ADS_1


" Lumayan juga racun mu bocah " ucap Dewi racun sambil mencabut beberapa jarum yang menempel di tubuhnya dan hanya ku balas senyuman yang keji.


" Kau tidak bisa di remehkan " . Dewi racun pun langsung melesat bola racun dari tumbuhan . Aku yang memiliki kecepatan yang begitu cepat langsung menghindari setiap bola racun yang melesat cepat.


" Uhuk.. Uhukk.. " Beberapa anak wanita batuk dengan keras. " Racun milik wanita ini malah mengenai para anak lain " batinku.


" Rendi, Goro berikan pil ini pada anak - anak yang terkena racun " ucapku sambil melempar 50 pil yang berwarna hijau daun.


" Siap kak " jawab Rendi dan Goro bersamaan di atas permukaan angin. " Rendi kita harus cepat sebelum racun itu bersemayam di jantung mereka " ucap Goro sambil mengayunkan sayap miliknya dengan kecepatan penuh.


Dalam waktu singkat sudah ada beberapa anak yang sudah kembali normal.


" Intan cukup " ucap tetua kepada Dewi racun tapi tak di gubris sedikit pun. " Kak Basir kamu hati - hati karena yang engkau lawan ialah iblis bukan Dewi racun sesungguhnya " Ucap Goro dengan lantang yang membuat semua orang melihat sejurus kearahnya.


" Baiklah " Jawabku tak kalah lantang dari Goro. " Ayo kita selesaikan pertandingan kita di sini " ucapku yang membuat iblis itu tersadar dari lamunanya.


Serengan demi serengan ku lontarkan. Tak hanya aku Rendi juga menyerang nya dari arah berlawanan.


" Jadilah daging panggang " ucap Rendi sambil menyemburkan api dari mulutnya yang membuat iblis itu seketika tewas di tempat.


Aku pun lolos dalam ujian pertama, aku juga di angkat sebagai master racun yang termuda.


🔱🔱🔱


Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :


1.Typo


2.kata - kata yang gak nyambung



Kata - kata kasar


4.kadang pun alurnya tidak menetap.

__ADS_1



Saya minta maaf ya.


__ADS_2