Aku Mewarisi Darah Ibu Ku

Aku Mewarisi Darah Ibu Ku
Goro meditasi


__ADS_3

...Goro meditasi ...


...Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis....


...Selamat membaca semua...


✒️✒️✒️


" Goro kalau kamu mau meditasi untuk menyerap pil langit itu silahkan biar kami yang menjaga kamu " ucapku saat melihat Goro membaca satu persatu surat yang ada di cincin ruang milik nya.


" Baiklah, terima kasih atas kebaikan mu " ucap Goro sambil membungkuk sedikit. " Jangan sungkan kita ini masih satu keturunan " ucapku yang membuat Goro dan Rendi terbelelak.


" Hati - hati matanya keluar tu " ucapku dengan nada sedikit bercanda . " Maksudnya dari 1 keturunan apa, mama gak pernah bilang kalau aku memiliki sepupu " ucap Goro asal nyeplos aja.


" Aduh macam mana jelasin nya ya. Baiklah jawab pertanyaan yang aku berikan dengan jujur " ucapku yang langsung di balas anggukan kepala oleh nya.


" Apakah kamu kenal dengan Dita antasya?? " tanya ku kepada Goro. " Kenal, ia adalah bibi saya atau kakak dari mama saya " jawab Goro the tho point. " Apakah Dita memiliki anak. Kalau ia siapa nama anak itu? " tanya ku lagi yang langsung di jawab tanpa berfikir.


" Bibi Dita memiliki 1 anak laki - laki yang bernama Basir " jawab Goro dengan tepat. " Ia dia adalah aku, aku adalah Basir, anak dari mama Dita " ucapku yang membuat Goro terkejut.


" Kamu pasti bohong, kalau ia kamu adalah Basir dari anak Bibi Dita tunjukkan buktinya " ucapnya yang langsung kuberikan buku keturunan yang di berikan oleh nenek. " Itu adalah bukti, nenek memberitahukan semua rahasia yang tersimpan rapat olehku yang saat ini aku yang berumur 10 tahun di bongkar lah semua nya " ucapku dengan mantap.


Goro pov on


Satu demi satu aku melihat gambar dan aku juga membaca setiap nama yang ada di bawah gambar. " Kakak " ucapku sambil melihat kearah kakak yang sudah ku cari selama 3 tahun ini.


Aku langsung meneteskan air mata demi air mata. " Kamu kenapa menangis Goro?" tanya Kak Basir. " Apa benar kakak memang anak Bibi Dita ?" tanya ku yang langsung di jawab anggukan oleh kakak yang sudah ku cari selama ini.


Aku seketika langsung memeluk kak Basir yang membuat ia terkejut. Air mata terus menetes tanpa henti. " Mama Goro berhasil menjumpai kak Basir " ucapku di dalam hati.


" Sudah, sudah jangan nangis lagi, apa gak malu ama adek kamu ini " ucap kak Basir sambil menunjuk kerarah Rendi yang asik membuat bunga api yang indah. " Hah gini kan hangat, memang dia siapa kakak " jawab Rendi dengan ketus.


" Dia sepupu kakak. Kamu panggil dia kakak juga ya " ucap Kak Basir yang langsung di balas anggukan oleh Rendi.

__ADS_1


" Goro waktu kita gak lama, kita akan sampai malam ketiga " ucap kak Basir menyadarkan diriku. " Kak basir, Goro mohon penjagaannya ya " ucapku dengan lembut.


" Iya " jawab kak Basir dengan senyuman yang melukis wajahnya. " Oh ya, kamu kok punya usur elemen, bukan kah kita kan sudah di kutuk agar tidak bisa menggunakan unsur elemen? " tanya kak Basir yang membuat ku tersenyum.


" Mama berhasil mematahkan kutukan itu dengan menilahi ayah yang bukan dari clan kita, sebenar Goro hanya memiliki elemen air, tapi ayah memnerikan elemen angin nya sebagai penerus. Walaupun prosesnya begitu lama dan menyakitkan Goro berhasil " jelas Ku panjang lebar.


" Nenek kok gak pernah menceritakannya kepada aku ya " ucap Kak Basir pelan tapi masih dapat ku dengar.


" Ya udah jangan terlalu banyak berbincang, bentar lagi langit akan berubah menjadi terang benderang " ucap Rendi yang asik membentuk bunga, dan juga hewan yang dapat di gerakkan menggunakan tenaga dalam.


" Ya udah kak, Goro mau menyerap pil langit abadi ini dengan tata cara yang telah nenek tulis " ucap Goro sambil duduk di sebuah batu yang lumayan besar.


" Baiklah, kakak akan menjaga dirimu mu dan Rendi " ucap kak Basir dengan nada yang begitu lembut.


Aku langsung duduk di atas batu lalu menyerap pil langit abadi. Baru seper-empat aku menyerap pil langit abadi, kedua elemen saling beradu dan ingin kedua elemen itu tercampur.


Tanpa sadar aku mengeluarkan darah dari sudut bibir ku.


Alam bawah sadar :


" Iya itu mama mu, kamu harus bisa melindungi diri sendir dan orang yang kau cintai " ucap seorang laki - laki dengan nada berat yang tak lain itu adalah suara milik ayah.


" Ayah " ucap ku pelan. " Iya ada apa nak? K tanya ayah dari arah belakang ku yang membuat wanita yang ada di dalam kegelapan mendekati ku.


Aku langsung meneteskan air mata tanpa henti setelah melihat wajah kedua orang tua ku yang ku rindu kan selama ini. " Sudah jangan menangis, kamu itu laki - laki " ucap ayah menenangkan ku sambil memeluk erat tubuh ku.


Mama pun langsung memeluk ku dengan lembut. Kehangatan keluarga dapat kuarasaka. " Mama, ayah kenapa kalian pergi dari Goro. Goro belum mendapatkan kasih sayang yang tiada tara dari kalian berdua " ucapku dengan tetesan air mata yang tumpah ruah.


" Kamu harus kuat nak, ini semua adalah takdir dunia yang harus kamu lewati walaupun itu sesusah apa pun, mama sama ayah yakin kamu pasti bisa. Kamu adalah putra kami yang paling kuat dan tangguh " Ucap mama untuk menenangkan diriku.


" Jangan sedih lagi, ayo Nak. Ada sesuatu yang akan ayah dan mama berikan untuk mu. Kamu juga sudah menumui kakak mu " ucap ayah sambil menarik tangan ku kearah yang begitu menyilaukan mata.


" Tutup mata mu nak " ucap ayah sambil melangkah melewati cahaya yang entah dari mana datang.

__ADS_1


🔱🔱🔱


" Ayo buka matamu nak " ucap mama dengan nada yang begitu lembut. Saat aku membuka mataku, aku langsung di sungguhi dengan pemandangan langit yang begitu indah, bintang bertaburan, awan yang hitam yang sedang ingin turun hujan, tapi yang anehnya matahari dan bulan seolah mendekat.


" Nak coba tutup mata mu " ucap ayah yang langsung ku patuhi. " Kamu harus tahan ya walaupun ini begitu menyakitkan.


Cahaya biru langsung masuk kedalam tubuhku dan menyelubungi atau menutupi 100% dari tubuhku. Dingin bercampur panas, cahaya hitam kehijau mendatangi ku.


" Salam anak muda, ternyata engakau yang menjadi penerus ku. Kuharap kau bisa mengunakan semua ilmu milik ku " Ucap kakek - kakek dengan baju yang terbuat dari sutra, jenggot yang putih dan kulit yang begitu pucat.


" Aaarrrggg " erengan ku yang membuat darah keluar dari kulit tubuhku, darah itu berwarna hitam gelap.


Goro pov end


🔱🔱🔱


Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :


1.Typo


2.kata - kata yang gak nyambung



Kata - kata kasar


4.kadang pun alurnya tidak menetap.



Saya minta maaf ya.


__ADS_1


Selamat hari raya idul ad'ha mohon maaf lahir dan batin semua 🙏🙏🙏


__ADS_2