Aku Mewarisi Darah Ibu Ku

Aku Mewarisi Darah Ibu Ku
Goa sejuta ilmu #1


__ADS_3

Goa sejuta ilmu


Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis.


Selamat membaca semua


✒️✒️✒️


Hari demi hari di lewatkan dengan beristirahat. Rendi masih saja belum sadar dari tidur nya yang begitu lama. Begitu pula dengan pancaran emas.


" Kak, lihat lah. Pancaran emas kini telah di ganti dengan warna ungu kehitaman " ucap Goro sedikit panik saat melihat Keadaan Rendi.


Saat aku melihatnya, pancaran ungu kehitaman itu langsung hilang bagaikan kilat. " Aduh pusingnya " ucap Rendi sambil memengang kepalanya.


" Bagaimana keadaan kamu, apakah sudah membaik? " tanta ku yang langsung di balas anggukan olehnya. " Tubuh ku begitu lengket, lebih baik aku mandi " ucap nya sambil berjalan menuju danau kacil yang ada di dalam hutan ini.


" Kak ayo kita bersihkan badan. Kita juga udah lama gak mandi " ucap Goro yang hanya ku balas senyuman. Kami bertiga berjalan menuju danau yang tak terlalu besar, tak terlalu kecil.


" Kak. Lihat lah punggung Rendi ada gambar naga " ucap Goro sambil menunjuk ke-arah Rendi yang asik menggosok badanya dengan batu khusus.


" Iya, tapi kapan gambar itu ada? " tanya ku yang langsung di balas gelengan kepala oleh Goro. " Itu tato naga banyangan yang muncul dengan sendirinya " ucap mama yang membuat aku meneleng.


" Untuk apa tato naga itu ma? " tanya ku.


" Tato itu menandakan bahwa Rendi ialah keturunan asli dari kerajaan banyangan. Tidak semua penghuni kerajaan banyangan memilikinya. Yang memilikinya hanya keturunan kerajaan " ucap mama panjang lebar menjelaskan tentang tato naga yang ada di punggung Rendi.


Aku pun langsung menceritakan apa yang di bilang mama sama Goro, Goro yang mendengarnya hanya mengangguk sahaja.


" Nanti pas masuk hutan belantara, ikuti cahaya putih. Cahaya putih itu akan membimbing mu " ucap mama yang langsung ku balas anggukan kepala.


" Ayo kita lanjutkan perjalanan, sudah beberapa hari kita berdiam diri di hutan ini " ucap ku yang langsung di balas anggukan.


Kami langsung menaiki kuda masing - masing dan memacunya dengan kecepatan tinggi dengan tenaga dalam yang terus ku salurkan kekuda yang kuapacu.

__ADS_1


Malam pun tiba dengan sendirinya, bulan mulai menunjukan dirinya. Kami terus memacu kuda tanpa henti karena sudah lama kami berdiam diri.


" Berhenti sebentar " ucap ku sambil melihat cahaya yang berbaris rapi menuju arah goa. " Ikuti cahaya itu " ucap mama yang langsung ku pacu kuda ku dengan pelan karena tempat yang akan di tuju tak jauh lagi.


Kami pun langsung mengikat kuda di salah satu pohon sebelum berjalan masuk kedalam Goa. Goa yang tadinya tak terlalu besar kini memiliki ruangan yang tak terhingga.


Goa itu bisa saja mengalahkan besar nya kerajaan Tenju. Ada 3 lorong yang harus kami masuki, tapi kami tak tau lorong mana yang harus kami masuki. Mungkin saja ada jebakan.


" Kalian tak perlu takut dengan jebakan. Selamat datang di goa sejuta ilmu " ucap mama dengan senyuman khas yang sudah terukir di wajahnya.


" Lorong yang mana harus kami masuki ma? " tanya ku yang membuat mama tersenyum simpul kearah kami.


" Mulai sekarang kalian akan berpisah. Rendi kamu masuk ke goa sebelah kiri!. Kamu Goro masuk yang sebelah kanan. Dan kamu Basir masuk yang di tengah ! " ucap mama yang langsung kami patuhi.


Saat aku mulai melangkah masuk kesalahan satu lorong. Tubuhku langsung berguling dan terperosok masuk kedalam ruangan yang begitu luas bagiku.


" Aduh , ini di mana lagi ?" tanya ku kepada diri sendiri yang langsung muncul mama di depan ku. " Ini adalah ruang illmu pedang yang sudah ada semenjak 3000 tahun silam. Sebelum kamu ingin mempelajari ilmu pedang yang ada di sini, kamu harus mandi menggunakan air itu. Dan mengenakan baju itu " ucap mama sambil menunjuk genangan air yang lebih tepatnya danau kecil.


Aku melihat sekeliling ruangan ini yang penuh dengan gulungan. Yang tak lain ialah gulungan ilmu pedang legenda.


' Sebaiknya aku langsung membersih tubuhku lalu mempelajari semua ilmu yang ada di dalam ruangan ini ' batinku.


Aku langsung berjalan menuju danau itu dan menenggelamkan seluruhnya. Aku pikir danau ini tak terlalu dalam, tapi saat aku memijakan air itu , tubuhku lantas di telan air danau.


Walaupun aku tenggelam ,aku tetap tenang dan menyerap khasiat dari air danau itu. Tubuhku menjadi lebih ringan saat aku membiarkan seluruh tubuh ku di di telan air.


Di tempat lain, Rendi sedang berendam sambil memakan anggur yang ia petik saat ia berada di luar gua ( dalam hutan). Ia juga bersenandung kecil.


Tak lama kemudian ia terlelap dan tenggelam di dalam danau kecil itu. " Dasar " ucap seorang pria yang tak lain ialah ayah kandung Rendi. Ayah dan mama Rendi, mereka dengan setia menjaga dan memperhatikan anak semata wayang nya yang sekarang kurang kasih sayang oleh kedua nya.


****


Seorang anak sambi memeluk kakinya di dalam danau itu. Bukannya panik ia malah menikmatinya. Ia juga bersenandung kecil yang membuat ia menjadi lebih tenang.

__ADS_1


Ia dialah Goro si penyuka ketenangan. Bisanya ia akan menenangkan diri dengan cara membiarkan seluruh tubuh nya di telan oleh air.


Goro juga di jaga oleh kedua orang tuanya. Air mata terus mengalir dari mata seorang wanita, suara isak tangisnya langsung memenuhi ruangan goa itu.


" Maaf kan mama nak, karena tidak dapat menjaga dan melindungi dirimu. Mama tau kok, bagaimana perasaan seorang anak yang kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya " ucap mama Goro dengan suara pelan.


Suaminya yang melihat istri nya menangis langsung menanngkannya.


Sungguh sayang sekali nasib ketiga anak ini. Mereka kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya. Dan lebih menyakitkan lagi, mereka di tinggal kan pergi saat masih kecil. Yang belum tau dunia luar yang amat kejam.


Mereka juga tidak tau cara bertahan hidup dengan kemampuan mereka sendiri. Tapi mereka bertahan hidup karena ingin memcapai ke-inginan mereka.


Balas dendam seolah api yang membara di hati mereka. Dan dengan satu cara api itu akan padam, ia itulah menyelesaikan balas dendam itu.


🔱🔱🔱


Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :


1.Typo


2.kata - kata yang gak nyambung



Kata - kata kasar


4.kadang pun alurnya tidak menetap.



Saya minta maaf ya


SAMPAI JUMPA DI EPISODE SELANJUTNYA 👋👋👋👋.

__ADS_1


__ADS_2