
Di hadang oleh kawanan iblis
Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis.
Selamat membaca semua
Kami lantas turun dari kuda kami. " Goro pasang tameng di seluruh keliling kuda !" titahku yang langsung di balas anggukan olehnya. Tameng yang di buat langsung menutupi ketiga kuda itu.
" Gunakan senjata kalian saja, mereka tak terlalu bahaya! " ucap ku yang langsung di balas anggukan, mereka pun langsung mengeluarkan senjata dari cincin ruang.
" Ayo maju, aku sudah lama tidak bertarung " ucap Rendi dengan senyuman sedikit mengerikan. Walaupun senyuman Rendi sedikit mengerikan tidak membuat para iblis itu gentar.
Mereka lantas berlari dengan cepat. Aura gelap lantas menyelimuti tubuh mereka. Badan mereka yang tadinya kecil menjadi lebih besar.
Di kedua tangannya terdapat senjata dan tameng. Badan mereka juga di Padang zirah hitam yang terbuat dari besi. " Aku salah perhitungan, hati - hati. Mereka di lindungi dengan kristal iblis tingkat 5 " ucap ku sambil menahan serangan ketiga iblis.
' Aura apa ini aku tak dapat bernafas kalau di dekatnya ' batinku sambil mundur beberapa langkah. Nafasku yang tadinya normal ini menjadi tersengal - senggal.
" Hati - hati mereka mengunakan aura penghambat udara " ucap ku yang membuat kedua adikku mundur beberapa langkah. " Salurkan tenaga dalam kalian di area paru - puru !" titahku yang langsung di balas anggukan.
Aku pun langsung duduk di atas tanah. 5 naga emas lantas keluar dari dalam tubuhku langsung menyerang para iblis. Darah mulai menetas dikit demi - sedikit dari sudut bibirku.
" Gunakan pedang pusaka !" ucap mama yang langsung ku patuhi. Pedang clan langsung keluar dari dalam tubuhku. Cahaya langsung terpancar saat pedang itu keluar dari tubuh ku.
" Kalian berdu mundur. Biar aku sendiri yang melakukannya !" ucap ku sambil mengayun kan pedang ku ke arah para iblis.
Rendi dan Goro pun langsung mundur ke belakang dengan jarak sekitar 10 meter, karena mereka tak tahan dengan pacaran emas yang keluar dari pedang clan ku.
Aku pun langsung mengayunkan pedang dengan jarak 1 meter dari tempat para iblis itu. Tenaga dalam lantas merubah wujudnya menjadi tebasan atau goresan yang tipis.
Zirah yang mereka pakai lantas hancur lebur menjadi debu saat mengenai tenaga dalam. Tak sampai di situ aku juga mengayunkan 3 kali ker arah iblis itu.
__ADS_1
" Aaaarrrrggggg " suara jeritan langsung terdengar saat kepala mereka pindah dari badannya. Tubuhnya yang tadinya berdiri tegap ini lantas tumbang dan mengeluarkan darah hitam pekat yang bau busuk.
Bau busuk langsung menyeruak ke hidungku. " Hoek " Rendi yang tak tahan dengan bau itu langsung mengeluar kan isi perutnya semua. Tubunya langsung pucat fasih.
" Rendi, bangun, rendi " ucap Goro sambil menepuk pipi Rendi yang pingsan di pangkuan nya. Aku yang takut akan terjadi sesuatu dengan Rendi langsung mengambil kristal yang ada di tubuh iblis itu.
Aku langsung berlari kearah Rendi yang begitu pucat. Jantungnya berpompa dengan lambat yang mengakibatkan sekujut tubuhnya tidak di aliri dengan darah.
Aku langsung duduk bersila dengan kedua telapak tanganku di atas dada Rendi. Tak lupa juga senjata ku kuletakkan di depanku.
Pancaran emas dari senjata pusaku langsung masuk kedalam tubuh Rendi. Tubuh Rendi lantas di balut dengan pancaran emas dalam jangka waktu lama.
Pancaran itu terus membalut tubuh Rendi sampai malam hari. " Goro apa kamu bisa buat api? " tanya ku yang langsung di balas gelengan kepala olehnya. Ide lantas lewat di kepala ku, dengan tenaga dalam aku akan membuat api.
Aku langsung menyuruh Goro untuk mengumpulkan ranting - ranting pohon yang sudah patah dari pohon. Ranting - ranting sudah terkumpul semua dan ku susun dengan serapi mungkin.
Aku langsung memejam kan mata dengan kedua telapak tangan ku arahkan ke tumpukan ranting. Aliran tenaga dalam lantas berubah dengan pikiran ku.
" Tes " suara seperti air terdengar yang langsung di susul dengan panas nya api dari hadapan ku.
Author pov on
Di kerajaan Tenju tepatnya di aula latihan. Para pengeran dan putri kerajaan tak pernah keluar dari aula latihan.
Mereka sibuk dengan latihan mereka yang semangkin hari, semangkin ganas. Pendekar lima sekwan tak segan - segan membunuh mereka dengan kemampuan yang mereka punya.
" Rasakan ini " ucap Pangeran Wiliam sambil melesatkan tombak nya. Tombak itu lantas menyerang dengan membabi buta. Darah segar langsung keluar dari sudut bibir pangeran Wilian.
" KAKANDA!! " teriak putri Zaskia sambil berlari menuju pangeran Wiliam yang terduduk lemas di atas permukaan tanah.
" Ayo kakanda, kita istrirahat sebentar " ucap putri Zaskia sambil memapah pangeran Wiliam menuju tempat duduk yang telah di sediakan dengan meja yang penuh dengan pil dan buah - buahan.
__ADS_1
" Ini kakanda makan dulu, jangan langsung menelan pil " ucap putri Zaskia sambil menyodorkan sebuah apel berwarna merah yang begitu cerah. Tanpa basa - basi pangeran Wiliam langsung melahap habis apel itu.
" Tolong ambil kan minum sama apel lagi! " titah pangeran Wiliam kepada putri Zaskia. Putri Zaskia langsung mengambil apa yang di pinta oleh kakandanya .
Keadaan pangeran Wiliam sudah membaik seiring waktu. " Kakanda, coba kirim kan surat untuk pangeran Basir! " pinta putri Zaskia yang langsung di balas anggukan.
Selembar kertas, tinta dan bulu angsa emas langsung keluar dari kendi kecil yang di berikan oleh pendekar Namaka. " Adikku bagaimana keadaan kalian, apa kah tugas kalian sudah selesai? " .
Tulisan di kertas lantas hilang dan memunculkan tulisan yang baru. " Keadaan kami baik - baik saja kakanda, hanya Rendi saja dalam proses penyembuhan. Tugas kami terselaikan karena begitu banyak hambatan " tulisan itu tertera rapi di selebar kertas.
" Apa yang terjadi dengan Rendi? " tulisan baru yang di buat juga langsung menghilang dan memunculkan tulisan yang baru. " Rendi hanya mengalami rusak organ dalam, tapi itu tak membahayakan dirinya. Mungkin beberapa hari akan pulih seperti biasa " .
" Baguslah " hanya kata - kata itu yang tertulis di selembar kertas. " Kakanda ayo kita lanjutkan latihan, adik - adikmu terdesak melawan kelima pendekar itu " ucap putri Zaskia yang langsung di balas anggukan oleh pangeran Wiliam.
" Ayo kita lanjutkan pertandingan yang terhenti tadi " ucap pangeran Wiliam sambil melesatkan tombaknya kearah kelima pendekar.
author pov end
🔱🔱🔱
Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :
1.Typo
2.kata - kata yang gak nyambung
Kata - kata kasar
4.kadang pun alurnya tidak menetap.
__ADS_1
Saya minta maaf ya