
Ibunda Ratu jatuh sakit
...Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis....
...Selamat membaca semua...
✒️✒️✒️
Sebelum kembali pulang kerajaan aku memberikan guci kecil untuk ayahanda. " Ayahanda Kemarikan jari telunjuk mu " pintaku yang langsung ia sodorkan.
Aku pun langsung mengores sedikit jari ayahanda, tetesan demi tetesan darah keluar membasahi guci kecil. " Ayahanda, sekarang guci ini saya serahkan untuk anda, guci ini dapat menyimpan apapun termasuk kuda milik anda. Caranya hanya membayangkan benda itu masuk dan keluar dari dalam guci ini " ucapku sambil memberikan gucu kecil tapi begitu indah.
" Terima kasih anak ku " ujar ayahanda sambil naik keatas kuda. Kamu pun langsung melesat dengan kecepatan yang tak tertandingi, dalam sekejap kami telah berada di tengah - tengah taman kerajaan.
" Salam hormat baginda Raja beserta ketiga pangeran " ucap semua prajurit sambil berlutut di hadapan kami.
" Ayahanda engkau kemabali juga, ibunda sedang sakit parah " ucap putri Zaskia membuat wajah ayahanda menjadi murung. " Tenang ayahanda, mari kita lihat keadaan ibunda " ucapku menenangkan ayahanda.
" Baiklah ayo " ujar nya yang langsung melongos pergi dari hadapan kami. " Ayahanda kudanya belum di simpan " ucapku dengan nada yang sedikit tinggi membuat ayahanda membalikan tubuhnya.
Ia pun langsung memasukan kudanya kedalam guci dalam keaadaan diam. Setelah kuda itu masuk kedalam guci ayahanda jalan dengan gontai menuju tempat tabib berada.
Kami pun langsung mengejar ayahanda begitu pula dengan putri Zaskia. Aku langsung berlari dengan kecepatan penuh agar bisa menyusul ayahanda yang sekarang sudah sampai di ruangan tabib.
Pintu di buka dengan selebar - lebarnya, nampak sang Ratu tertidur lemas di tempat tidur, keriput mulai nampak di wajahnya. Bibir yang tadinya basah ini malah mengering.
Ayahanda langsung menangis dengan keras saat melihat keadaan istrinya. Di sisi lain nampak ada para pangeran dan putri yang menahan tangis, yang membuat mata mereka menjadi berkaca - kaca karena air mata.
Tak lama air mata keluar dengan sendiri para pangeran dan putri menangis dengan meneteskan air mata sahaja. " Macam mana keaadaan istri saya? " tanya ayahanda kepada salah satu tabib.
__ADS_1
Tabib itu langsung menundukan kepala dan meneteskan air mata. " Yang mulia Ratu sedang mendekati ajalnya, tak lama lagi yang mulia Ratu akan meninggalkan kita semua " jawabnya dengan suara parau.
Ayahanda dan anak - anak nya menangis menjadi - jadi karena mendengar keadaan ibunda. Aku langsung mendekati ibunda dan meletak kan kedua telapak tanganku di dada ibunda.
" Hanya ada satu cara untuk menghidupkan nya " ucap ayah. " Macam mana ayah, apakah ayah bisa mengajariku carany? " tanya ku kepada ayah yang langsung di balas anggukan kepala.
Aku pun langsung di ajarkan bagaimana memberikan energi kehidupan kepada orang yang akan pergi selamanya. Caranya ialah dengan menggunakan energi alam.
" Huhh " aku langsung menhembuskan nafas dengan pelan sebelum berbicara kepada ayahanda. " Ayahanda tidak perlu takut dengan keadaan ibunda, ibunda akan tetap bersama kita, dengan satu cara " ujar ku terputus karena terkejut melihat kedua tangan ayahanda memengang kedua pundakku.
Para pangeran dan putri melihat kearah ky dengan tatapan sinis. Aku langsung memberikan caranya, dengan bantuan kedua adikku untuk menyiapkan semua barang yang di gunakan.
Kami semua duduk melingkari jasad ibunda. Kami saling bergandengan tangan. " Ikuti apa yang ku ucapkan " ucapku yang langsung di balas anggukan.
" Dengan kekuatan alam, kami memohon untuk anda memberikan energi kehidupan untuk ibunda kami yang sekarang terbaring lesuh di atas tempat tidur. Dengan izin mu berikan ibunda kekuatan alam agar ia senantiasa hidup " ucap ku yang langsung di ikuti oleh semuanya.
Wangi bunga langsung menyeruak satu ruangan, angin berhembus dengan pelan tapi menyejuk kan hati dan suasa. Aku melihat wanita yang bergaun hijau yang begitu cantik mendekati jasad ibunda.
Setelah Dewi alam berkata ia pun langsung pergi bagaikan asap. " Kalian semua bisa membuka mata sekarang " ucapku .
Ibunda nampak begitu cantik dengan mahkota yang terbuat dari bunga. Begitu pula dengan gaunnya, yang tadinya berwarna putih polos kini menjadi berwarna hijau yang di hiasi dengan bunga yang indah.
Aku langsung melihat sekeliling ibunda dan tertuju pada benda yang sedang mengalung di lehernya, sebuah batu giol kecil berada di leher ibunda. Aku dapat merasakan energi alam yang keluar dari batu giok itu.
" Itu namanya kristal alam, yang sekarang di buru para iblis " ucap mama yang membuat ku langsung terbelelak. Mataku hampir saja keluar dari tempatnya.
" Kakak, kenapa kak. Sadar " ujar Rendi dan Goro bersamaan sambil mengoyang kan tubuhku. " Kita bisa ngomong di tempat lain gak? " tanya ku yang langsung di balas anggukan kepala.
Aku pun langsung menarik tangan kedua adikku agar mengikuti ku sampai di depan pintu kamar. " Ayo masuk dulu " ucapku sambil melangkah masuk.
__ADS_1
Aku langsung memagari ruangan ku dengan tenaga dalam agar tidak ada yang dapat mendengar pembicaraan kami bettiga.
Aku pun langsung menarik nafas dalam - dalam sebelum berbicara. " Kalian tau batu yang ada di leher ibunda? " tanyaku yang langsung di balas anggukan kepala yang tanda nya ia.
" Itu adalah batu kristal alam, atau hati dari kehidupan alam. Kristal itu begitu berbahaya karena dapat memicu perebutan dengan para Iblis. Batu itu dapat membantu iblis berkembang biak dengan cepat dan membuat tentara perang sendiri ".
" Aku cuman mau bilang kita harus memperkuat melindungi ibunda karena itu dapat membuat alam hancur lebur dan kacau " ucapku panjang lebar tapu hanya di jawaban anggukan kepala.
" Kalian dengar gak sih? " tanya ku dengan nada yang meninggi yang membuat keduanya menjawab dengan anggukan.
" Tok.. tok... tok.. " suara pintu di ketuk dengan keras beberapa kali. " Siapa? " tanya ky dari dalam. " Saya Dayang pribadi kalian. Kalian smeua di suruh berkumpul di ruang makan kerajaan " ujar salah satu Dayang.
" Baik " jawab ku yang langsung beranjak dari tempat kasur. Aku langsung berjalan gontai menuju pintu .
Kami langsung pergi ke ruang makan kerajaan yang begitu luas. Di atas meja di penuhi dengan beraneka ragam makanan.
🔱🔱🔱
Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :
1.Typo
2.kata - kata yang gak nyambung
Kata - kata kasar
4.kadang pun alurnya tidak menetap.
__ADS_1
Saya minta maaf ya.