
Perang besar - besaran
Hari yang kami tunggu kini sudah tiba, hari di mana kami akan berjuang dengan keras - kerasan agar dapat menang melawan musuh bebuyutan kami, musuh yang mengganggu kami. Musuh yang telah membunuh orang yang kami sayangi.
Di medan perang ini lah kami akan membalaskan dendam untuk orang yang kami sanyangi. Rasa sakit hati saat kehilangan mereka.
"Berjuang lah anakku, kamu pasti bisa" ucap ayah dan mama menyemangatiku dengan senyuman tulus yang terus terukir di wajahnya. "Baiklah, ayah mama" ucap ku sambil tersenyum lembut.
Senjata - demi senjata aku keluarkan. Dari panah dengan busur yang penuh racun yang sekarang berada di punggung belakang ku. Pedang clan, dan juga jarum - jarum yang penuh racun dengan senapan.
Aku dan kedua adikku langsung menyebarkan tenaga dalam, dalam jumlah banyak untuk melindungi orang yang kami sanyangi. Para naga dan binatang langit sudah siap dengan kemampuan pemungkas mereka.
Bulan yang masih condong mulai naik tepat di atas kami. Para iblis mulai terlihat dari jarak yang begitu jauh, tubuh mereka setara dengan kami tapi hal yang tidak masuk akal terjadi.
Bulan tepat di atas kepala kami, bulan tersebut mulai berubah warna menjadi mereh darah. Tubuh para iblis mulai bertambah besar 10 kali lipat dari kami begitu pula dengan kekuatan mereka.
Aku yang melihat mereka langsung beralih melihat para naga dan binatang langit yang merubah wujud mereka menjadi lebih besar, sayap para naga lantas menutupi sinar bulan yang menerangi bumu ini.
"SERANG!" seru ayahanda dengan bantuan tenaga dalam. Para pemanah yang mendengarkan titah dari ayahanda langsung melontarkan busur yang beracun tepat di tempat para iblis.
Iblis mulai berjatuhan ke tanah akibat busur yang menancap di tubuhku mereka. Bukan malah berkurang tapi malah berlipat ganda, para murid clan pedang mutiara dunia dan para tentara kerajaan mulai maju secara bersamaan dengan para iblis.
Para ahli elemen mulai melontarkan serangan jarak jauh. Serangan demi serangan mulai terlontarkan.
"Saatnya membunuh kalian" ucapku sambil mengayunkan pedang yang menuju iblis tingkat satu.kuku yang begitu panjang dan tajam lantas menahan pedang yang hampir mengenai tubuhnya.
"Manusia lemah, kalian pikir kalian bisa hah" ucapnya sambi menghempas aura hitam yang begitu pekat. Aku yang merasakan itu adalah racun tingkat tinggi langsung melindungi diri dengan tenaga dalam.
__ADS_1
Ayunan pedang mulai ku lontarkan untuk iblis tingkat satu, tapi dengan mudahnya iblis yang menjadi lawanku menangkis semua seraganku dengan kuku - kukunya yang panjang dan keras.
Darah mulai membasahi bumi, banyak para iblis mulai bertumbangan begitu pula dengan kelompok kami. Kami langsung mengambil mayat nya lalu mengumpulkan pada suatu tempat.
"Trang... trang...trang" ilmu pedang mulai ku gunakan tapi hasilnya nihil. Aku juga menggunakan jarum racun, tapi tidak masuk kedalam tubuh iblis itu.
Kulit mereka sekarang sudah setebal dan sekeras baja. Di sela - sela perlawanan yang kuberikan aku melirik ke kedua adikku yang masih terus bertarung dengan kemampuan mereka.
Mereka menyerang dari jarah jauh dan dekat. Saat jarak jauh, mereka menggunakan elemen mereka, saat dekat mereka akan menggunakan senjata langit mereka.
Aku yang melihat banyak yang mulai tumbang dari kelompok kami mulai marah. Naf** amarah mulai menyelimuti ku. Aku langsung berpindah lawan menuju iblis - iblis lemah itu.
Satu demi satu tebasan berhasil membuat badan dan kaki mereka terpisah. Para iblis mulai berkurang dengan seiringnya waktu.
"Aarrrggg" jeritan keras mulai terdengar. Aku pun langsung menuju suara itu, lantas terkejutnya aku saat melihat jasad yang mulia peri sudah tak bernyawa. Amarah mulai membuatku menjadi - jadi.
Sebelun aku melontarkan serangan, aku langsung memindahkah jasad yang mulia peri ketempat yang lebih baik.
Orang - orang yang ku sanyangi mulai pergi menuju alam selanjutnya membuat aku menjadi lebih ganas dalam menyerang.
"Biad***" ucapku yang langsung menyerang iblis tingkat empat dengan serangan mematikan atau pemungkas. Dalam seketika iblis tingkat empat terhempas jauh dan berhenti di kaki iblis tingkat satu.
Iblis tingkat satu yang melihatnya menjadi marah besar. Tubuhnya menjadi lebih besar dari yang tadi.
Dalam sekejap mata ia sudah berada di depanku. Dengan reflek aku menahan serangannya dengan tangan yang belum ku lindungi dengan tenaga dalam.
"Kok tidak terluka?" tanyaku kepada diri sendiri. Saat tau kalau zirah yang ku pakai akan melindungi tubuh tuannya mulai tersenyum simpul.
__ADS_1
Tidak sampai di situ sahaja iblis tingkat satu mulai melindungi tubuh nya asap hitam yang begitu pekat. Asap yang berwarna hitam pekat itu langsung memadatkan dirinya yang sekarang menjadi pedang yang begitu besar.
Ayunan pedang besar itu nyaris sahaja mengenai leherku, dengan sigap aku langsung menangkis pedang besar itu dengan belati yang telah ku buat. Dengan lihai iblis tingkat satu mulai mengayunkan pedangnya.
Setiap ayunan pedang ada serangan kejut yang membuat sekujur tubuh tersetrum. Aku yang kejang - kejang beberapa kali membuat iblis itu tersenyum.
"Basir, macam mana ini. Kelompok Kit banyak yang telah merenggut nyawanya" ucap ayahanda berada di sampingku.
"Suruh mereka mundur semua, ayahanda biar kami lanjutkan!" ucapku yang langsung di balas anggukan oleh ayahanda. "SEMUANYA, MUNDUR!" seru ayahanda dengan suara yang begitu berwibawa.
Semuanya pun langsung mundur dan berdiam diri di tempat yang lebih aman. "Goro, Rendi" panggilku yang langsung di balas anggukan.
Mereka berdua langsung loncat dan berdiri di sampingku. "Gunakan, farmasi pembunuh tahap tertinggi!" titahku yang langsung di balas anggukan oleh kedua adikku.
Kami sekarang sudah berdiri di farmasi sendiri. "Ling duion. Yuon poang, sidin bonego kicuran. Vivivpun cuping daun. Longek" setelah kami membacara mantra pembunuh tahap tinggi, dalam seketika cahaya emas langsung mengelilingi para iblis.
"Arrrrrgggggg" teriak semua iblis dengan bersahutan saat tubuh mereka semangkin lama hangus terbakar.
Note :"Mantra yang di atas hanya pikiran author ya. Jadi gak usah di ikuti. Author juga lagi sibuk".
"Tapak lawang" ucap kami bertiga dengan suara yang lantang yang langsung memunculkan tapak tangan yang begitu besar lalu menimpa semua para iblis.
Dalam seketika tidak ada lagi jeritan yang terdengar, cahaya emas pun langsung menghilang dalam seketika. Jasad para iblis mulai tidak terlihat lagi.
***
Cahaya yang begitu terang mulai muncul di antar udara. Cahaya itu mengeluarkan banyak manusia, bukan lebih tepatnya roh para manusia yang telah mati.
__ADS_1
"Nak jaga orang yang kamu sayangi ya, terus berusaha menjadi lebih kuat, agar dapat melindungi semua orang. Mama sama ayah dan yang lain pamit pergi dulu ya. Jadi diri baik - baik" ucap mama dengan senyuman yang khas.
"Terima kasih semua, sekarang kami bisa pergi tanpa hambatan" ucap mereka semua yang langsung menghilang dalam seketika.