
...Sekolah pemburu iblis kekaisaran Tenju...
...Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis....
...Selamat membaca semua...
✒️✒️✒️
Saat aku membuka mata kakek tua itu sudah tidak ada lagi. " Rendi, Goro kakek tadi kemana?? " tanya ku yang langsung di balas gelengan kepala dan menaikkan bahu tanda tak tahu.
" Waktunya sudah tak lama lagi, matahari tepat diatas kita pembukaan pemburu junior akan di buka "ucap ku mengingat kepada kedua anak yang sibuk berbincang sedari tadi.
" Oh ya kak. Hampir lupa " ucap Rendi sambil menepuk keningnya. " Ya udah ayo kita pergi, matahari hampir tepat di atas kita " ucapku sambil melesat kan larian yang mengandung tenaga dalam dengan jumlah besar.
Goro mulai lihai dalam menggunakannya tenaga dalamnya, dari mengalir kan tenaga sampai memberikan atau mentrasfer tenaga dalam untuk orang lain.
Matahari tepat diatas kami. Kami bertiga pun ikut berbaris dengan anak - anak yang lain. Matahari sudah hampir tenggelam anak - anak yang ingin masuk kedalam sekolah pemburu masih saja berbaris dengan rapi.
" Sepertinya ramai yang masuk kak Basir " ucap Goro. " Iya tapi nanti dalam melakukan ujian selama 3 hari pasti ada yang telah tiada atau nyawanya di renggut oleh para iblis " Ucapku dengan nada yang begitu lesu.
" Kok sedih kak. Lebih baik kita pelajari kitab yang di beri oleh nenek. Mulai besok kita sudah mulai melakukan ujian kak "ucap Rendi. " Tapi kita baca di mana, kamar untuk kita belum ada. Kalau ada pun hanya untuk orang yang pantas "ucap goro sambil celingak - celinguk.
" Di bawah pohon itu aja. Pohon nya rindang jadi kita tidak kepanasan " ucap Rendi sambil menunjuk kearah pohon yang sangat besar dan juga rindang. " Ya udah ayo, kita jangan membuang - buang waktu " ucapku sambil melangkah maju dan di ikuti oleh kedua adik ku.
" Goro kamu kan sudah membuka semua gerbang elemen, kakak mau kamu membuat senjata, hewan dan yang lain menggunakan elemen kamu . Kalau kamu mau kamu bisa belajar sama Rendi " ucapku sambil menunjuk kearah Rendi yang sedang asik membuat Kelabang dari bayangan.
" Jadi juga, susah banget buat hewan kecil kayak kelabang ini " keluh Rendi sambil menyeka keringat yang ada di keningnya. " Coba kemarin kelabang itu Rendi " pinta ku yang membuat nya melemparkan kelabang banyangan kearah ku.
" Kakak untuk apa kelabang itu?? " tanya Rendi . " Kakak hanya menambahkan racun hewan yang telah hidup selama 500 tahun. Ini tangkap " ucapku sambil melemparkan kembali kelabang yang penuh dengan racun.
" Waw, racun nya berwarna ungu, jadi mudah untuk di samarkan " ucap Rendi sambil melihat sekeliling kelabang. " Kak bagi racun nya lagi dong " pinta Rendi yang langsung ku serahkan satu mangkuk yang penuh dengan racun.
" Makasih banyak kak " ucap Rendi dengan senyuman yang di hiasai di ujung bibir nya. " Rendi boleh minta tolong gak " ucap Goro pelan tapi masih dapat di dengar oleh telinga manusia normal. " Mau minta tolong apa ya kak ??" tanya Rendi balik.
" Kakak minta tolong ajarkan pembentukan elemen seperti milik mu itu " Ucap Goro sambil menunjuk kearah kelabang yang sudah beracun. " Boleh , sini kak " ucap Rendi sambil menepuk batu tanah yang di penuhi oleh rerumputan.
__ADS_1
Mereka berdua begitu cepat akrab, mereka saling berbagi cerita duka maupun senang.
" Baiklah, racun selanjutnya memerlukan bunga katarak dan hewan kuoison " batinku sambil membaca bahan apa saja yang di perlukan.
" Ingat, semua bahan yang kamu perlukan untuk meracik racun sudah di siapkan nenek semua dalam cincin ruang " ucap ayah tiba -tiba yang membuatku terjungkal ke belakang. " Aduh, ayah jangan ngejutin napa " ucapku sambil berusaha berdiri.
"Beberapa tulang patah akibat jatuh dari atas pohon " . " Di cincin ruang afa beberapa pil, gunakan lah " ucap mama.
" Baiklah " ucapku sambil mengeluarkan 1 butir pil yang berwarna hijau daun.
🔱🔱🔱
Ke esokan harinya kami di bariskan di halaman yang amat luas.
" Baiklah semua dengarkan. Hari ini adalah ujian pertama kalian. Saya harap kalian bisa mematuhi peraturan yang ada " ucap seorang kakek tua yang di panggil dengan Nama Tetuan hong.
" Baik tetua " jawab kami semua secara serentak.
Ujian hari pertama ialah ujian tanding dengan guru sesuai kemampuan dan juga ilmu.
Satu demi satu di panggil maju untuk melakukan ahli tanding.
Rendi pov on
" Untuk Nama Rendi silahkan maju ke area ahli tanding " ucap tetua. " Baik " jawab ku sambil berjalan dengan penuh wibawa.
" Lihat lah dia, sok banget untuk masuk kedalam sekolah pemburu iblis. Mana tubuhnya kecil banget, palingan satu serangan tewas " ucap beberapa wanita dengan nada judes.
" Lihat lah dia mungil, wajahnya tampan, pupil matanya merah, dan rambutnya keorennan. Keren banget gak sih " ucap salah satu wanita dengan wajah sedikit memerah.
" Apakah kamu pemilik elemen api?? "tanya ku yang langsung di balas anggukan oleh. " Ini untukmu " ujarku sambil menyerah kan bunga mawar yang terbuat dari api.
" Makasih tampan " ucap wanita itu dengan wajah merah merona.
Aku pun langsung berjalan cepat untuk sampai di area ahli tanding karena sudah 3 kali namaku di panggil dengan keras dan juga lantang.
__ADS_1
" Maaf kan atas keterlambatan saya tetua " ujarku sambil menundukan badan tanda meminta maaf. " Baiklah, siapkan dirimu. Lawan mu adakah Dewi Api " ucap tetua.
" Saya permisi dulu ya tetua " ucapku sambil naik keatas area ahli tanding.
"Mohon bimbingan guru " ucapku sambil menundukan kepala dengan kepalan kedua tangan kearah depan. " Baiklah, gunakan kemampuan kamu anak muda " ucap Dewi api dengan senyuman yang membuat ku kelepek -kelepek 🤣🤣🤣🤣. (Canda semua)
" Mulai " ucap tetua yang membuatku melesatkan beberapa serengan api.
" Terima lah bunga ini wahai guru " ucapku sambil menggerakkan bunga mawar menggunakan tenaga dalam. " Terima kasih, kau ternyata pandai dalam mengrayu wanita " ucap Dewi Api tanpa ada rasa curiga.
" Letupan bunga mawar " ucapku cepat yang membuat Dewi Api terlempar kebelakang dan mengeluarkan setegak darah.
"Berhenti " Ucap tetua. Aku yang melihat langsung kearah Dewi Api langsung melesatkan larian yang amat kencang.
Langsung ku saluri tenaga dalam ,dalam jumlah besar.
Rendi pov end
🔱🔱🔱
Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :
1.Typo
2.kata - kata yang gak nyambung
Kata - kata kasar
4.kadang pun alurnya tidak menetap.
Saya minta maaf ya.
__ADS_1
Selamat hari raya idul ad'ha mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏🙏