
Senjata di upgrade
Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis.
Selamat membaca semua
✒️✒️✒️
Hari demi hari di lewati dengan latihan yang di berikan oleh Basir dan kedua adiknya kepada para pangeran dan putri kerajaan. Ibunda Ratu telah di angkat menjadi Dewi Agung.
Karena ibunda Ratu masih ingin tinggal dengan anak - anak nya ia menyerahkan tahta nya kepada mama nya. Mamanya menerima dengan baik.
"Cukup dulu, kami capek banget " ucap kakanda Wiliam dengan nafas yang tersengal - senggal. "Minum lah dulu kakanda " ucap ku sambil menyerahkan minuman yang penuh dengan tenaga dalam.
Kakanda Wiliam langsung menghabiskannya air yang aku berikan. Nafasnya yang tadi tersengal -senggal telah normal kembali.
" Kakanda lebih baik meditasi dahulu, dan serap lah semua khasiat yang ada di pil ini " ucap ku sambil memberikan satu pil yang berwarna biru laut.
"Terima kasih " jawab kakanda Wiliam sambil duduk diatas batu yang biasa ia tempati untuk meditasi. Kakanda Wiliam pun langsung menelan pil itu , tubuh kakanda Wiliam di balut dengan aura biru yang semangkin lama semangkin menghilang.
Aura biru itu telah hilang sepenuh nya, darah langsung keluar dari sudut bibir kakanda Wiliam. Tak hanya dari mulut kedua telinga nya juga mengeluarkan darah yang terus keluar tanpa henti.
" Basir, apa yang terjadi dengan kakanda my itu? " tanya ibunda dengan cemas saat melihat anak pertamanya mengeluarkan darah dalam jumlah banyak. Baju kakanda Wiliam langsung basah akibat darah yang terus keluar.
"Tenang saja ibunda, kakanda Wiliam sekarang dalam proses membuang darah kotor dalam tubuhnya " jawab ku yang membuat ibunda sedikit lega.
"Sebentar lagi selesai " ucapku sebelum kakanda Wiliam membuka matanya. " Macam mana keadaan kakanda sekarang? " tanya ku kepada kakanda Wiliam yang baru saja membuka matanya.
"Keadaan ku jauh lebih baik dari tadi, sekarang darahku berjalan dengan normal kembali. Dan pernafasan ku juga telah kembali seperti semula " jawab kakanda Wiliam sambil merengangkan badannya.
"Kakanda lebih baik mandi dulu, baju kakanda udah basah karena darah !" ucap ku yang langsung membuat kakanda Wiliam melihat bajunya. Bajunya telah basah dengan darah yang bercampur antara merah dan hitam.
__ADS_1
Kakanda Wiliam pun langsung pergi dari hadapan kami menuju tempat pemandian para pangeran yang tak jauh dari tempat latihan kami.
"Basir, sebentar lagi suruh mereka berkumpul di aula biasa tempat kalian latihan " ucap ayah. "Baik ayah " jawab ku yang langsung beranjak dari meditasi sejenak.
"Rendi, Goro. Latihan kita sudahi dulu. Kita semua di suruh berkumpul di aula latihan !" ucap ku yang langsung di balas anggukan oleh keduanya. Mereka pun menghentikan latihan mereka sebentar untuk menuju ke aula latihan.
Kakanda Wiliam sudah ada di sana sedaru tadi. Ia duduk sambil memakan pahak kalkun yang begitu besar. " Bagi dong jangan pelit - pelit " ucap kakanda Anan sambil menyambar kalkun milik kakanda Wiliam.
"Sini kan makanan ku . Kalau mau ambil sendiri sana " ucap kakanda Wiliam sambil berlari mengejar kakanda Anan.
Kakanda Anan pun langsung melahap 1 gigitan besar pada paha kalkun itu. "Ih pelit amat, ni ambil " ucap kakanda Anan sambil melempar paha kalkun keatas udara.
Kakanda Wiliam pun lantas melompat dan menangkap paha kalkun itu. Seketika dari arah utara dalam aula latihan, sebuah gerbang yang terbuat dari cahaya menyilaukan mata kami.
Sepasang suami istri pun berjalan besamaan dan di ikuti oleh 5 arwah si pendekar legenda. " Mama " ucap ku yang langsung berlari memeluk mama.
Mama dan ayah pun lantas mengelus puncak kepalaku. "Oh ya ada apa ma, kok tumben datang? " *tanya ku yang langsung dapat toyoran dari ayah.
Mama pun tersenyum simpul sambil mengeluarkan semua senjata kami dari balik jubah nya. Senjata kami pun langsung di hempas kan di udara.
Dengan sigap kami semua langsung menangkap senjata milik masing masing. Mata ku yang terpukau saat melihat senjata ku yang begitu indah. Senapan ku di tambah dengan racun yang mematikan yang ada di dalamnya.
" Apakah ini senjata ku. Ini begitu indah dari yang pertama kali kudapat kan " ucap Putri Elas takjub saat melihat tongkat apinya yang begitu indah. " Iya itu adalah senjata kamu, senjata kalian telah di upgrade menjadi lebih hebat. Sekarang senjata kalian semua telah masuk dalam senjata legenda " ucap mama yang membuat kami terpukau.
Aku melihat mereka meneteskan air mata. Pipi mereka lantas basah dengan air mata mereka, mereka tak sangka bahwa senjata mereka yang dulu hanya senjata tingkat terendah menjadi senjata legenda.
" Untuk para putri dan para pangeran, saya harap kalian setiap hari latihan menggunakan senjata milik kalian masing - masing. Kalian akan di bimbing oleh pendekar 5 sekawan. Kalau bisa kalian tidak perlu tau dunia luar, kalian hanya fokus dengan latihan".
"Untuk Basir, Rendi dan juga Goro mari kita ngomong 8 mata " ucap ayah panjang lebar sambil berjalan menuju pintu aula. Aku dan kedua adikku pun langsung mengikuti kedua orang tua ku menuju suatu tempat yang bukan ialah kamar kami sendiri.
Gerbang cahaya lantas muncul di dalam kamar kami yang langsung menapak kan 2 pasang suami istri yang tak lain ialah kedua orang tua Rendi dan Goro.
__ADS_1
Rendi dan Goro langsung berlari dan memeluk kedua orang tuanya. Isak tangisan mulai terdengar dari mereka.
Isak tangis kebahagiaan telah selesai. Kami di suruh duduk di atas tempat tidur.
" Kami harap kalian bisa melakukan tugas yang berat ini bersama - sama! " ucap ayah dengan penuh wibawa. " Tugas apa yang harus kami selesaikan ayah? " tanya ku yang langsung di balas Senyuman olehnya.
" Ada 3 tugas yang harus kalian selesaikan, kami harap kalian dapat melakukannya tahap demi tahap. Yang pertama ialah menacari Clan pedang mutiara dunia " ucap ayah yang langsung ku potong.
"Bukankah clan kita sudah tidak ada lagi, kenapa kita sekarang harus menacarinya? " tanya ku dengan serius yang mebuat ayah menoel hidung ku. " Clan pedang mutiara dunia masih ada, tapi hanya sekisar 1000 orang sahaja yang masih hidup. Clan pedang permata mutiara dunia menutup diri dari dunia luar. Leluhur clan pedang mutiara dunia membuat itu karena takut kehilangan anggota lagi ".
" Jadi tugas kalian di sini mencari keberadaan clan itu. Yang kedua ialah membangkit kan lagi kerajaan banyangan. Kerajaan banyangan hanya bisa bangkit oleh darah keturunan nya sahaja. Jadi untuk kamu Rendi, ayah harap kamu bisa membangkitkan lagi kerajaan banyangan " ucap ayah sambil memengang kedua pundak Rendi yang langsung di balas anggukan.
" Ini ialah peta kerajaan kita, disini ada letak kerajaan dan tempat pembangkitan kerajaan. Jadi mama harap kamu dapat melindungi peta ini dengan sebaik - baiknya. Karena hanya kamu yang memiliki darah keturunan kerajaan kegelapan " ucap mama Rendi sambil menyerah sebuah gulungan yang tak lain ialah peta.
🔱🔱🔱
Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :
1.Typo
2.kata - kata yang gak nyambung
Kata - kata kasar
4.kadang pun alurnya tidak menetap.
Saya minta maaf ya.
__ADS_1