Aku Mewarisi Darah Ibu Ku

Aku Mewarisi Darah Ibu Ku
Serangan dadakan


__ADS_3

...Serangan dadakan...


...Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis....


...Selamat membaca semua...


✒️✒️✒️


Aku melihat darah mengalir dari sudut Bibir goro. Aku Langsung mengambil sapu tangan dari cincin ruang lalu menyeka darah yang ada di sudut bibirnya.


" Rendi kesini sebentar " panggil ku yang membuat Rendi beranjak dari tempat duduk nya. " Bunga api yang kamu buat ada berepa? " tanya ku yang langsung ia jawab " ada 100 bunga kak. Memang kakak mau kalau mau ambil aja " .


" Kakak perlu 10 bunga, tapi tolong tancap kan di sekeliling Goro ya, dia kedinginan " ucapku memberikan titah kepadanya yang langsung di patuhi oleh Rendi.


Suasa kian menghangat,sejuk mulai menghilang dan berubah menjadi terik matahari yang amat panas. " Rendi tolong jaga Goro ya, kakak mau memburu beberapa kelinci hutan dan ikan " titah ku kepada Rendi yang mebuat tangan kanan nya ia letakkan di keningnya dan agak miring.


" Siap bos " jawab nya dengan nada yang lantang yang membuat diri ku berdesis lalu meletakkan jari tengah di bibirku tanda jangan terlalu ribut. " Eh, maaf kak " ucap Rendi dengan tawa yang terbuat dari sudut bibirnya.


" Kakak permisi dulu ya " Ucapku sebelum melesatkan larian yang amat kencang karena takut akan terjadi sesuatu kepada Goro dan juga Rendi.


🔱🔱🔱


Setelah aku membersihkan kelinci dan ikan di dekat sungai langsung ku baluri dengan rempah - rempah yang ada di hutan.


" Rendi tolong bakar kan ini " ucaku sambil menyerah kan kelinci dan ikan yang sudah di baluri dengan bumbu yang membuat Rendi langsung membuat api, dan wajahnya tampak antusias.


Pagi sudah terlewatkan tanpa ada bayaha dan juga siang hari. Terik mata hari kian berganti dengan dingin malam.


Pertepatan bulan berdiri tegak di atas kepala kami, bulan yang tadi berwarna putih kian berubah menjadi keemasan. Tanpa sepengetahuan ku Goro terangankat ke udara yang membuat ku sedikit khawatir.


" Nak tenangan dirimu, sepupu mu tidak akan kenapa -kenapa, dia hanya mendapatkan kemampuan lain di atas sana " ucap mama yang membuat diriku sedikit tenang. " Apa yang mama katakan itu benar? " tanya ku yang masih ada rasa khawatir kepada Goro yang kian sudah tak terlihat lagi.


" Iya , dia akan aman, sebentar lagi pun ia akan kembali ke bumi " ucap mama yang langsung membuat ku menghilang rasa khawatir.

__ADS_1


Tak lama mama berkata demikian Goro turun kebumi dengan pedang yang indah di belakang nya , dan ada beberapa buku yang mengelilinginya yang tak lain adalah kitab elemen.


Goro pun terbangun dari maditasinya. Seketika jarum melesat dengan cepat dan menembus badannya. " Akkkhhhh" Goro batuk darah yang amat banyak.


" Keluar kau, jangan berani dalam kegelapan. Kau telah berurusan dengan orang yang salah " ucapku sambil melempar buku That suyui kepada Rendi.


" Rendi tolong keluarkan racun pada tubuh Goro sebelum menyebar. Gunakan kan kemampuan banyangan kamu " titah ku kepada Rendi yang langsung di patuhi.


" Sini kau " ucapku sambil melesat larian dan tebasan pedang yang mengandung tenaga dalam. Seketika pohon yang di sekitar wanita itu langsung tumbang. " Wah... wah kau hebat juga " ucap wanita itu dengan senyuman di wajahnya.


" Kau sudah menganggu kedamaian kami dan kau juga telah meleukai adik ku " ucapku dengan lantang.


" Racun lawan racun " ucapku sambil melesat beberapa jarum yang mengandung racun hewan. " Kau ternyata ahli racun juga bocah " ucap wanita itu yang langsung menghindari satu -persatu jarum yang melesat kearah nya.


" Kembali serang dengan segala penjuru " ucapku pelan yang langsung mengendalikan jarum racun menggunakan tenaga dalam.


" Jangan kamu bunuh dia nak, kita akan berjumpa dengan nya di lain hari. Saat ini kamu hanya perlu membuat nya pergi. Rendi tidak terlalu pandai mengeluarkan racun yang sudah bersemayam di tubuh Goro " ucap mama ku yang membuatku langsung sadar dengan keadaan Goro.


" Baiklah " jawab ku sambil melepaskan ujar emas dari balik jubah ku. " Gigit kaki nya " ucapku pelan dengan senyuman yang begitu mengerikan.


Hewan yang aku buat menggunakan tenaga dalam langsung meledak du dekat wanita itu. " uhuk... Uhukk.. sampai jumpa di di lain tempat " ucap wanita itu yang langsung hilang di dalam kegelapan.


" Rendi bagaimana keadaan Goro, apakah sudah kamu keluarkan semua racun yang ada di tubuhnya?? " tanya ku yang langsung di balas gelengan kepala olehnya.


" Ya sudah, pekerja kali ini biar kakak yang membereskan " ucapku sambil memejamkan mata dan meletakkan telapak tangan di atas dada Goro.


" Aku membutuhkan bantuan orang lain untuk mengeluar kan racun yang sudah bersemayam ini " batinku. " Biar aku saja, kalian minggirlah " ucap kakek tua yang berpakaian putih dan jenggot yang telah memutih semua.


Aku pun langsung mundur kebelakang kakek tua itu. " Siapa wanita tadi dan anehnya kakek ini langsung datang saat Goro hampir menghembuskan nafas terakhirnya.


Di tempat lain wanita yang menyerang tadi ternyata masih bersembunyi di balik pohon yang lumayan besar. " Anak itu memiliki bakat, tapi kelemahannya ia tidak dapat mengobati racun dengan sempurna, sungguh di sayangkan. Sampai jumpa di sekolah pemburu " ucap wanita itu dengan senyum yang aneh.


🔱🔱🔱

__ADS_1


Pagi telah tiba keadaan Goro telah kembali. " Anak muda kesini " panggil Kakek itu. " Kakek apakah memanggil saya?? " tanya ku sambil menunjuk diri sendiri dan di balas anggukan olehnya.


" Mari mendekat " titahnya yang langsung ku patuhi. " Kau akan di butuhkan dalam tim mu. Kamu bisa menajdi penyembuh segala luka, dari luka luar, dalam dan juga racun. Tapi ilmu mu masih di bawah rata - rata ".


" Jadi sebelum aku pergi aku mewarisi ilmu penyembuh kepada mu " ucapnya panjang lebar.


" Ayp duduk disini " ucap nya sambil menepuk sebuah batu yang biasa kududuki. " Tutup mata mu " titahnya lagi.


Aku pun langsung menutup mata ku seketika aura panas dan dingin menyelimuti badanku, tubuhku hampir saja hancur akibat panas dan dingin yang ada di dalam diriku beradu.


Cahay putih lalu memecahkan aura panas dan dingin, sekarang tubuhku di selimuti dengan cahaya yang begitu hangat. Ilmu demi ilmu masuk kedalam pikiran dan juga hatiku. Ilmu itu seolah melekat di hati ku yang membuatnya sedikt perih.


" Tahan sebentar lagi " ucap sang kakek. Tak lama setelah itu kakek itupun langsung menepuk punggung pundakku. " Bukalah mataku " ucap nya.


🔱🔱🔱


Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :


1.Typo


2.kata - kata yang gak nyambung



Kata - kata kasar


4.kadang pun alurnya tidak menetap.



Saya minta maaf ya.


__ADS_1


Selamat hari raya idul ad'ha mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏🙏


__ADS_2