
Bunga untuk putri elsa
...Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis....
...Selamat membaca semua...
✒️✒️✒️
" Tok...tok... tok.." suara pintu di ketuk berulang kali membuatku sedikit risih. " Siapa? " tanya ku dengan masih dalam keaadaan terlentang di atas tempat tidur.
" Kami dayang pribadi pangeran, apakah kami boleh masuk? " tanya nya dari luar ruangan. " Boleh " jawabku dengan sedikit berteriak.
" Bagun, sudah pagi " ujarku sambil menggoyangkan tubuh Rendi dan Goro. " Salam hormat pangeran Basir " ucap para dayang sambil berlutut. " Bagunlah, kalian tidak perlu melakukan hal seperti itu kepadaku, aku juga tidak mau di panggil pangeran, jadi panggil Basir saja sudah cukup " ujarku sambil menggoyangkan kedua tubuh anak yang sedang tertidur dengan lelapnya.
" Bagun, ini udah pagi " ujarku sambil memasukan sedikit tenaga dalam di tulang sayap milik mereka yang menimbulkan aliran listrik. " Siapa itu " ucap mereka dengan kuda -kuda yang mantap.
" Bangun cepat bersihkan tubuh kalian !" titahku yang langsung di patuhi . Mereka berdua pun lantas langsung masuk kedalam kamar mandi pribadi milik kami.
" Tapi tidak sopan pangeran " ujar salah satu dayang dengan suara yang pelan tapi masih dapat ku dengar dengan jelas. " Aku bukan putra kerajaan murni dan kedua adikku, jadi mohon panggil aku dan kedua adikku dengan nama sahaja " ujarku dengan penuh wibawa.
" Baiklah, kalau itu yang engkau mau " ujat mereka serentak yang membuat seluruh ruangan ini bergema.
Rendi dan Goro pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kain yang terbuat dari sutra yang menutupi bagian bawahnya.
Para dayang pun langsung menyuruh keduanya duduk di kursi yang sudah di siapkan. " Itu baju apa, kok aneh " ujat Rendi dengan ceplas - ceplos . " Ini baju kusus untuk para pangeran, kain nya lembut tapi sedikit berat karena ada beberapa lapis yang harus di Pakaikan " ujar salah satu dayang.
" Kami tidak mau menggunkan baju itu, kami lebih memakai jubah yang sudah di berikan oleh sekolah pemburu " tolak ku yang membuat kedua adikku menganguk.
" Kami tidak akan mengenakan baju itu, baju itu akan menyusahkan kami dalam melakukan misi " sambung Rendi.
" Saya mohon kalian keluar saja sebentar !" ujarku yang langsung di patuhi, seolah titahku itu mutlak dan tak bisa di langgar keras.
__ADS_1
🔱🔱🔱
Setelah kami mengenakan jubah, kami di antar oleh para dayang menuju meja makan kerajaan. Meja yang begitu panjang dan lebar, meja ini di penuhi dengan hidangan yang mewah dari ayam hutan bakar yang di lumuri dengan madu yang menciptakan aroma yang begitu wangi.
Rendi tak lupa membawa bunga yang di minta oleh Putri Elsa. " Mana bunga untuk ku yang kau janjikan " pinta Putri Elsa sambil menjulurkan kedua tangannya kehadapan Rendi.
Rendi pun langsung mengeluarkan bunga beserta vas nya dari cincin ruang. " Ini bunga yang ku janjikan, bunga ini abadi yang artinya tak pernah lenyap atau hilang " ujar Rendi sambil menyerah bunga yang berada dalam vas yang penuh dengan bunga yang di rangkai dengan indah.
Tak lupa juga Rendi membuat kupu - kupu yang terbang mengelilingi rangkaian bunga api itu. " Ini bagus sekali, terima kasih banyak. Pasti kau menghabiskannya ratusan lingkaran tenaga dalam " ujar Putri Elsa sambil menatap bunga yang begitu indah.
" Aku mau juga dong, tapi sayang nya aku elemen air bukan api " ujar salah - satu putri dengan wajah lesu. Putri yang lain tampak tak peduli dengan rangkaian bunga yang ada di tangan Putri Elsa.
" Nama mu siapa, kalau tuan Putri mau aku bisa membuatkannya " ujar Goro dengan penuh nada wibawa. " Lihat lah kak, kak Goro sedang merayu wanita " ujar Rendi dengan tawa yang sedikit mengelikan yang keluar dari mulutnya. Aku pun juga ikut tertawa bersama dengan Rendi walaupun tidak di dengan semua anggota kerajaan.
" Namaku putri Azkia, nama kamu pasti Pangeran Goro " ucap Putri Azkia yang langsung di balas anggukan kepala oleh Goro.
" Besok pagi aku akan mengantarkan kamu bunga yang tak kalah indah seperti bunga milik Putri Elsa " ujar Goro dengan yakin dan di balas anggukan kepala oleh Putri Azkia .
" Ini minum nak, hati - hati makan " ujar ibunda sambil menyodorkan secangkir air minum. " Terima kasih ibunda " ujarku sambil menerima secangkir air.
" Mohon maaf ayahanda, kami tidak memakai pakaian khusus pangeran kerajaan karena kami mau menyelesaikan beberapa misi penting dari pos misi. Kalau ayahanda tidak percaya, ini buktinya tadi malam kumala mengirimkan surat ini melalu burung merpati " ujarku sambil menyerah kan kertas kecil dengan tulisan
" Ini kan Desa kemuning, Desa yang sekarang kena virus mematikan yang bernama virus onjuro " ucap ayahanda sedikit terbelelak. " Apakah ayahanda tau tentang virus ini? " tanya ku yang langsung di balas anggukan oleh ayahanda.
🔱🔱🔱
Aku, Rendi, Goro dan ayahanda sedang duduk berhadapan. " Ayahanda kapan alat peracik nya akan datang? " tanya ku kepada ayahanda . " Sebentar lagi datang " ujar ayahanda yang langsung di susul suara kutukan pintu.
" Masuk " ucap ayahanda. Para pengawal pun lantas masuk dengan membawa barang yang aku ingin kan. " Terima kasih banyak, karena sudah membawakannya kemari, kalian boleh kembali ke markas kalian " ujarku yang langsung di patuhi.
Aku langsung menata alat peracik racun begitu pula dengan alat peracik pil penyembuhan. " Rendi tolong panaskan tungku!" titah ku. " Baikkak "jawab rendi langsung yang langsung membakar kayi yang ada di dalam tungku.
__ADS_1
Aku pun langsung merendamkan senapan milik ku dalam wadah yang lumayan besar. Ku pejamkan mataku, kedua tangan mengalirkan tenaga dalam ke senapan agar khasiat penyembuh yang ada di senapan menyebar di dalam air.
Air yang tadi nya jernih ini kian berubah warna menjadi hitam pekat. Ayahanda lantas terbelalak dengan apa yang ia lihat, ia seakan tidak percaya. Air yang tadi nya jernih ini kian menghitam legam.
Setelah air itu penuh dengan khasiat penyembuh langsung ku bentuk seperti gelembung lalu masuk kedalam panggangan. Gelembung itu kian mengeras setiap detiknya.
Tak selang lama, kami telah membuat 300 pil penyembuh yang akan di bawa ke Desa kemuning.
" Semua sudah siap ayahanda, ayo kita pergi " ajakku.
🔱🔱🔱
Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :
1.Typo
2.kata - kata yang gak nyambung
Kata - kata kasar
4.kadang pun alurnya tidak menetap.
Saya minta maaf ya.
Sampai jumpa di episode selanjutnya
Salam sejahtera semua 👋👋👋
__ADS_1