Aku Mewarisi Darah Ibu Ku

Aku Mewarisi Darah Ibu Ku
Pertarungan yang sengit


__ADS_3

Pertarungan yang sengit


Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis.


Selamat membaca semua


✒️✒️✒️


Author pov on


Pertempuran antar Pendekar Namaka melawan Putri Zaskia tidak selesai - selesai sampai malam menjelang. Yang mulia Raja dan Ratu terpukau saat melihat anak bungsunya begitu ahli dalam mengendalikan air.


Serangan demi serangan terus di lontar kan oleh putri Zaskia dengan membabi buta. Pendekar Namaka yang di kenal sebagai pendekar tak pernah lelah kini malah lelah.


Pedekar Namaka mulai menciptakan 50 ekor burung bangau dengan ukuran kecil yang siap menyambar ikan kecil milik putri Zaskia.


"Kapan ini selesainya aku kan mau bertarung juga" ucap pangeran Anan sambil menghembuskan nafas dengan kasar. "Yang sabar aja" jawab sang adik yang tak lain ialah pangeran Andri.


"Iya, tapi aku sedikit bosan" ucap pangeran Anan dengan wajah lesu. "Lebih baik kakanda baca ini aja, mana tau kemampuan kakanda menjadi lebih hebat" ucap pangeran Andri sambil menyerahkan 1 gulungan kuno.


"Baiklah" jawab pangeran Anan sambil mengambil gulungan itu.


Pertempuran terus menerus yang mengakibatkan kerajaan bergetar dengan hebat. "Suamiku macam mana ini, kerajaan sedari tadi bergetar terus menerus tanpa henti?" tanya yang mulia Ratu dengan mimik wajah panik.


"Biarkan saja, kerajaan ini pun tidak akan hancur menjadi debu" ucap yang mulia Raja sambil mengelus pelan kepala sang istri untuk menenangkan nya.


***


"Naga air" ucap pendekar Namaka sambil mengendalikan 3 ekor naga air dengan ukuran sedang. Gerakan ketiga naga yang begitu gesit membuat beberapa luka goresan di tubuh putri Zaskia.


Setiap goresan yang di dapatkan lantas langsung menghilang tanpa meninggalkan bekas sedikit pun. Pola serangan terus berubah - rubah. Dari yang Sederhana menjadi lebih rumit.


"Lilit" ucap putri Zaskia sambil mengendalikan ular piton miliknya yang sedang berusaha menghancurkan singa air milik pendekar Namaka.


Pendekar Namaka yang sudah tau kelemahan ular piton lantas meleburkan singa airnya.

__ADS_1


Singa air lantas berubah menjadi 50 berang - berang dengan taring yang begitu panjang. Putri Zaskia yang melihatnya lantas memecahkan ular piton besar menjadi kecil - kecil.


Anak ular piton langsung melilit tubuh kecil berang - berang. Berang - berang yang tak mau kalah langsung menggigit tubuh anak ulat piton.


Seketika anak ular piton langsung melebur. "Woi, berhenti kenapa. Kami juga mau latihan bukan kalian aja!" seru pangeran Anan dengan suara yang lumayan keras yang membuat Pendekar Namaka dan putri Zaskia terdiam.


Mereka pun hanya menoleh sebentar dan langsung melanjutkan pertempuran yang brutal mereka. "Dengar gak sih!" kali ini pangeran Anan menjerit dengan keras membuat satu anak ular piton menyerangnya.


Anak ular piton itu langsung melilit tubuh pangeran Anan dengan kencang tapi masih di berikan untuk bernafas. "Kalian membuat aku marah" ucap pangeran Anan pelan.


Sekujur tubuh pangeran Anan langsung di selubungi dengan angin yang berwarna hitam. Pupil mata pangeran Anan lantas berubah mejadi hitam.


"Putri, lebih baik kita melawan dia bersama sahaja!" titah pendekar Namaka yang langsung fi balas anggukan oleh putri Zaskia.


Burung pipit lantas memenuhi ruangan. "Ketai, lindungi semuanya yang ada di dalam ruangan!" teriak pendekar Namaka uang langsung di patuhi.


Pendekar Ketai langsung melindungi semua orang yang ada di dalam ruangan dengan angin biru yang begitu menyejukkan.


"Semuanya serang!" titah pangeran Anan kepada kawanan burung pipit. Burung pipit yang mendengarkan titah majikannya langsung menyerang pendekar Namaka dan putri Zaskia dengan memababi buta.


Dalam sekejap kawanan burung pipit hilang di permukaan udara. "Gerbang 5, hujan pedang!" ucap pangeran Anan yang langsung membuat pedang yang terbuat dari angin melesat dengan cepat menuju kedua lawannya.


Pendekar Namaka yang berupa roh lantas berdiam diri sahaja, karena pedang yang tajam itu menembus dirinya. Tapi tidak dengan putri Zaskia, bajunya mulai robek sedikit demi sedikit.


"Kau mencari gara - gara dengan ku. Mangka terima ini" ucap putri Zaskia yang tubuhnya di baluti dengan air yang berwarna hijau tua.


Baju yang robek sekarang berubah menjadi zirah perang yang menutupi tubuhnya. Tongkat yang ada di tangannya lantas berubah menjadi pedang yang begitu tajam.


Putri Zaskia langsung melesat dengan cepat menuju pangeran Anan dengan sebilah pedang yang ada di tanganya.


"Duar....." bunyi ledakan yang di hasilkan oleh kedua senjata legenda ( senjata langit). Zirah yang terbuat dari angin langsung menutupi tubuh pangeran Anan.


Suling yang ada di tangan pangeran Anan kini berubah menjadi pedang besar. Pangeran Anan berpindah tempat dengan cepat menuju putri Zaskia.


Kedua senjata legenda saling beradu yang mengakibatkan ledakan yang lebih besar yang dari tadi. Wajah yang mulia Raja dan Ratu langsung memucat saat melihat anaknya yang bertarung dengan brutal.

__ADS_1


Ledakan yang ketiga kalinya membuat yang mulia Ratu pingsan di dalam pelukan suaminya. "Lebih baik ku pisahkan saja mereka" ucap pangeran Andri yang tubuhnya kini di tutupi dengan zirah yang tebuat dari tanah yang begitu lentur.


"Pangeran Andri berhenti!" titah gurunya yang tak lain ialah pendekar Zabuza. "Baiklah guru, maaf atas hal yang gegabah yang saya lakukan" ucap pendekar Andri yang merasa bersalah.


"Pendekar kenapa mereka tidak boleh di pisahkan?" tanya yang mulia Raja kepada pendekar Zabuza.


"Mereka tidak akan terluka. Mereka juga akan berhenti sesuka mereka" jawab pedekar Zabuza. "Dan untuk kalian yang ikut campur pertempuran mereka, siap - siap akan terkena imbasnya!" ucap pendekar Yenkai dengan tegas.


"Apa itu imbasnya guru?" tanya pangeran Wiliam. "Imbasnya yang tak lain ialah, kerajaan ini akan hancur lebur menjadi debu dan para penduduk akan kehilangan nyawa" jawab pendekar Yenkai yang langsung membungkam mulut mereka semua.


Pengeran Anan dan putri Zaskia yang tidak mendengarkan perkataan pendekar Yenkai, mulai bertarung dengan brutal, tanpa memikir kan lawannya walaupun itu ialah saudaranya sendiri.


"Gerbang ketiga ,tornado air" ucap putri Zaskia yang langsung di susul dengan tornado air yang menuju kearah pangeran Anan. "Gerbang ketiga, angin topan" .


Tornado air melawan angin topan membuat suasana ruangan mejadi tak baik smeua barang terlempar kedinding - dinding.


Author pov end


🔱🔱🔱


Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :


1.Typo


2.kata - kata yang gak nyambung



Kata - kata kasar


4.kadang pun alurnya tidak menetap.



Saya minta maaf ya.

__ADS_1


__ADS_2