
Misi terakhir
"Tugas apa itu ayah?" tanya ku sambil mengosongkan bokon* ku yang sakit akibat bertambrakkan dengan tanah yang masih begitu lembab.
"Tugas kalian ialah, harus menemukan suku para peri. Pesannya sama seperti kalian berikan kepada tetua - tetua tadi" ucap ayah yang langsung hilang, sebelum memberikan kami petunjuk.
"Macam mana kami menemukannya?" gumamku. "Kelilingi lah hutan ini, nanti kalian akan menemukannya" jawab paman (Ayah dari Goro).
Aku pun jalan paling depan, untuk memimpin kedua adikku yang asik memakan - makanan yang mereka bawa dari kerajaan masing - masing. Mereka juga sedikit berisik, karena tidak mau mengganggu momen bahagia mereka jadi aku diam sahaja.
Kami terus melewati hutan belantara, banyak tumbuhan racun yang ku dapatkan. Kami bertiga membawa masing - masing telur naga yang berada di tas yang terbuat dari sutra yabg begitu lembut.
Walaupun naga ini sudah memiliki nama, kami tetap boleh memberikan nama yang baru. Aku beserta kedua adikku pun sudah memiliki nama yang cocok untuk para naga yang akan menetas.
Tujuan kami sekarang ialah memutari hutan belantara ini sampai menemui kerajaan para peri yang tersembunyi. Walaupun agak sulit sih, tapi dengan bantuan burung gagak milik kami, kami bisa langsung melihat secara keseluruhan hutan ini.
Tapi tidak mencakup 100 persen hanya sampai 25 persen. Kami terus berjalan tanpa arah.
Malam sudah tiba, bulan mulai menunjukan dirinya yang begitu indah. Apa lagi di dekat danau. "Rendi kumpulkan ranting - ranting, Goro kumpulkan buah - buahan yang banyak!"titah ku kepada kedua adikku.
Kedua adikku lantas berpencar dengan cepat. Mereka mengumpul apa yang di suruh, sekarang tugasku yang berburu kelinci hutan. Baru saja melangkah maju, buruanku langsung tiba.
Tanpa lama - lama aku langsung melepaskan busur tepat di perutnya. Aku pun mulai berburu lagi.satu, dua, tiga, tidak lebih banyak buruan kali ini yang kudapatkan. Aku pun langsung membersihkan kelinci hutan ini lalu membaluri dengan rempah - rempah yang ada di sekitar.
Aku pun langsung meminta Rendi untuk membakar kelinci hutan ini dengan sempurna. "Ada yang kurang. Kalian tunggu di sini ya" ucapku yang langsung di balas anggukan oleh mereka.
Aku langsung melesat dengan kecepatan penuh agar dapat menemukan madu. Malam ini aku menemukan tiga sarang madu yang kaya akan rasa manisnya.
__ADS_1
Setelah aku menemukan barang yang ku cari, aku langsung kembali ketempat adik - adikku. Mata mereka langsung terbuka saat aku membawa tiga sarang lebah yang kaya akan madunya.
Aku langsung memindahkan madu yang ada di sarang ke cawan yang terbuat dari kayu yang sudah ku buat sedari tadi, makanan semua sudah di siapkan.
"Ayo makan" ajak ku sambil menyantap daging kelinci hutan yang di bakar dengan baik. Rasa yanh begitu enak, asam manis dan gurih bercampur menjadi satu.
***
Setelah habis menyantap makanan yang ada kami langsung menutup mata kami. Angin mulai berembus dengan lembut yang membuat mata ini tertutup.
Kami tertidur dengan pulasnya di bawah bulan yang begitu besar. Suara hewan malam mulai mengalun membuat suasana malam ini begitu indah.
***
Kerajaan para peri ini sedang kacau balau. Tidak tau dari mana berasalnya serangan ini. Banyak rumah - rumah para peri hancur lebur.
"Tenang yang mulia, mereka tidak seperti manusi yang lain. Mereka adalah seoarang pendekar yang akan membasmi semua iblis sampai ke akar - akarnya".
"Ini juga untung bagi kita, tidak ada lagi yang akan mengangu kita" ucap sang tetua panjang lebar.
"Apa itu benar, sempat mereka melakukan kesalahan seperti manusia yang lain siap - siap kau ku bunuh" kecam yang mulia ratu peri yang keluar dari ruang rapat dengan wajah kesal.
Tetua hanya bisa menghela nafas dengan kasar saat menerima ancaman dari yang mulia ratu peri. "Lebih baik aku, membuat portal agar mereka bisa masuk kedalam kerajaan ini" ucap tetua yang langsung terbang menuju rumahnya yang penuh dengan gulungan kuno.
***
Pagi telah tiba, sebelum kami melanjutkan perjalan, kami membersihkan tubuh kami di danau. Air yang begitu segar mulai membasahi tubuh kami.
__ADS_1
Goro yang menengelam tubuhnya meminta waktu untuk menunggu yang langsung kami balas ucapan "iya". Kami sibuk bermain air, kadang kamu saling siram - siram, saling kejar - kejaran sungguh bahagianya hati kami.
Tak lama kami mengenakan pakaian, Goro muncul dari dalam air. Tubunya agak sedikit pucat, bibirnya sedikit membiru. "Cepat kenakan pakaian kalian, kita harus menemukan suku para peri sebelum terjadi hal yang tidak di inginkan!" ucap ku yang langsung di patuhi oleh kedua adikku.
Mereka mengenakan pakaian dengan cepat, sebelum berajak pergi mereka mengambil apel yang ada di sekitar danau untuk makanan di perjalanan.
Kami terus berjalan, tanpa melihat matahari yang mulai mencongdong kearah tenggelamnya. Aku yang mulai memperhatikan sekitar lantas terdiam.
Mata ku langsung tertuju pada tanaman obat yang begitu banyak. Aku langsung mengambilnya sebanyak - banyaknya agar bisa membuat pill penyembuh yang banyak dan bisa di gunakan untuk para prajurit kerajaan.
Kedua adikku mengikuti ku dari belakalang. Aku yang masih sibuk dengan tanaman obat tanpa melihat keadaan sekitar, lantas kami bertiga jatuh kedalam lubang yang begitu dalam.
Lebih tepatnya tidak berujung, kami mulai terombang ambing di dalam lubang yang tak terbatas itu. Kepala ku merasakan denyut yang begitu parah, pusing sekali.
Aku pun mulai meramas kepala ku. Sebelum mataku terpejam aku melihat kedua adikku mengalami hal yang sama, gelombang demi gelombang kami hantam dengan mata yang terpejam.
Tubuhku mulai melemah, sakit sungguh sakit. Aku dapat mendengarkan tulang ku yang patah, begitu nyilu.
Darah mulai keluar dari sudut bibir ku, bukan hanya di sudut bibir tapi di hidung dan juga telinga. Darah ini lantas membasahi pakaian kami.
Aku juga terbatuk berulang kali saat dada depan ku menghatam apa itu, aku pun tidak tau. Kesadaran ku akhirnya hilang semua, tidak tau apa yang terjadi.
Aku sudah tidak dapat merasakan sakit ini. Mungkin ini akhir hidupku. Hanya rintihan kecil yang ada terdengar saat tubuh ini menghantam benda padat.
***
sampai jumpa di episode selanjutnya jangan pernah bosan dengan cerita author ya. semoga kamu semua sehat selalu.
__ADS_1
jangan lupa patuhu protokol kesehatan. sampai jumpa di lain hari 👋👋👋