Aku Selingkuhan Suamiku

Aku Selingkuhan Suamiku
17. tidur satu kamar


__ADS_3

Arsad menerima perlakuan ara dengan baik iya tidak mau kalau sampai orang tua nya tau kalau dia dan ara hanya menikah status saja


" mas udah makan" tanya ara pada arsad


" belum" ucap arsad yang sambil melonggar kan dasi nya


" mas mau mandi dulu atau makan dulu" tanya ara lagi


" makan aja dulu aku lapar banget" ucap arsad


Mereka pun menuju ke meja makan ara segera mengambil kan piring untuk arsad


" mas mau makan sama apa" tanya ara


' bawel banget sih dari tadi nanya muluk' batin arsad kesal


" terserah kamu mau ngambilin aku apa" ucap asad


Ara pun mengambilkan nasi dan lauk lauk nya


" ini mas" ucap ara yang menyerah kan sepiring nasi beserta lauk nya


Arsad pun menerimanya dan langsung memakan nya karena iya sangat lapar


" mas mau di buatin kopi atau teh" tanya ara


" gak usah" ucap arsad


" weh enak nya yang di layani sama istri nya" ucap papa hasan


" iya dong pa " ucap arsad


" ara papa mau dong di buatin kopi" ucap papa hasan


" baik pa ara akan membuat kan nya" ucap ara


Ara pun langsung menuju ke dapur untuk membuat kan kopi


" kamu gak ngopi sad" tanya papa hasan


" gak pa dari tadi udah ngopi terus" ucap arsad

__ADS_1


" bagai mana pekerjaan kamu" tanya papa hasan


" baik pa" ucap arsad


" kamu masih belum berubah sad " ucap papa hasan


" maksud papa" ucap arsad tidak mengerti


" kamu gak usah berlagak bodoh kamu masih suka bermain perempuan kan" ucap papa hasan


Arsad terdiam , iya tak bisa menjawab apa apa


' ini pasti zaki yang mengadu ke papa' batin arsad


" jangan menyalah kan zaki , papa lihat sendiri dengan mata kepala papa kamu sedang bermesraan di sebuah kafe" ucap papa hasan


Arsad masih diam


" kalau kamu masih mau bermain perempuan di luar sana kembalikan perusahaan papa dan fasilitas nya" ucap papa hasan


" apa.. gak bisa gitu dong pa , papa kan sudah memberikan nya kepada aku" ucap arsad protes


" papa tidak mau tau , pokok nya sampai papa masih melihat kamu bermain wanita di luar sana , papa akan menarik lagi perusahaan dan fasilitas nya dan papa akan memberitahu mama kamu , kamu tau sendiri kan bagai mana kalau mama kamu tau tentang masalah ini" ucap papa hasan


Arsad terdiam


Tak lama datang lah ara membawa secangkir kopi untuk papa mertua nya


"ini pa kopi nya" ucap ara sambil meletakkan kopi di hadapan papa hasan


" terimakasih ara , papa mau minum kopi nya di ruang tv aja " ucap papa hasan yang langsung membawa kopi nya ke ruang tv


" lo mas kok nasi nya gak di makan" tanya ara saat melihat arsad tak memakan nasi nya


Arsad langsung memakan nya tanpa mau menjawab pertanyaan ara


Setelah makan arsad langsung menuju ke kamar nya dan di ikuti oleh ara


" mas mau mandi biar aku siapin ari nya" ucap ara


" terserah kamu aja" ucap arsad yang langsung rebah di tempat tidur

__ADS_1


Ara langsung menuju ke kamar mandi untuk menyiapkan air mandi untuk arsad dan sekalian dia berwudu


karena tadi iya sudah mendengar azan isya


" mas air nya sudah siap " ucap ara yang langsung menghampiri arsad


" hem" jawab arsad


" mandi lah sebelum air nya dingin , aku mau sholat dulu mas" ucap ara


Arsad tak menjawab ucapan ara iya langsung beranjak menuju kamar mandi


Ara megambil alat sholat nya dan melaksanakan sholat , iya melepas cadar nya saat sholat


Arsad baru saja menyelesaikan mandi nya iya tidak tahan mandi terlalu lama kalau malam


Arsad melihat ara yang sedang sholat membelakangi nya, arsad pun tak memperdulikan ara iya langsung mengambil selimut dan bantal lalu iya meletakkan nya di sofa yang ada di kamar nya


Arsad langsung merebah kan tubuh nya di sofa , iya belum bisa tidur iya sedang memikirkan ucapan papa nya tadi


Ara baru selesai solat lalu iya melihat ke arah arsad yang sudah tidur di sofa


Ara pun bernafas berat iya langsung memakai kembali cadar nya , iya ingat ucapan arsad kalau arsad tak mau melihat muka ara


' apa yang harus aku lakukan untuk membuat rumah tangga kita seperti rumah tangga pada umum nya mas , ya Allah bantu lah hamba untuk memperbaiki rumah tangga hamba ini ' batin ara


Ara langsung membereskan alat sholat nya , iya langsung menuju ke arah arsad


" mas tidur lah di kasur biar aku yang tidur di sofa, kamu pasti tidak nyaman kan tidur di sofa seperti ini" ucap ara


" kamu aja tidur di kasur biar aku yang tidur di sofa" ucap arsad yang pura pura tidur


" mas kan capek pulang kerja , jadi biar kan aku yang tidur di sifa , aku gak mau nanti mas bangun tidur sakit semua badan nya" ucap ara


Arsad pun langsung beranjak dari tidur nya dan langsung pindah ke kasur tanpa menjawab ucapan ara


setelah melihat arsad pindah ara pun langsung merebah kan badan nya di kasur


' ya Allah berikan lah kebahagiaan untuk rumah tangga hamba , buka lah hati suami hamba untuk bisa menerima hamba sebagai istri nya, jangan biar kan rumah tangga hamba hancur ya Allah' batin ara saat melihat arsad yang tidur di atas kasur dan memunggungi nya


tak lama pun ara tertidur

__ADS_1


Arsad berusaha untuk tidur namun iya teringat terus dengan ucapan papa nya


' bagai mana ya agar aku tidak ketahuan oleh papa , aku belum siap kalau harus kehilangan perusahaan dan fasilitas yang selama ini aku miliki, apa aku harus memutus kan silvi agar papa percaya kalau aku sudah berubah, ya aku harus memutus kan silvi aku gak rela kalau perusahaan harus di ambil oleh papa , dan aku akan mencari cara agar aku tidak ketahuan lagi oleh papa , aku gak mau serius sama cewek sebelum aku menemukan dia , aku harus mencari dia kemana aku mau menepati janji ku pada nya ,aku juga lupa nama perempuan itu , ya Allah bantu aku menemukan dia aku ingin menepati janji ku pada nya , aku rela kalau harus meninggalkan perusahaan dan fasilitas nya demi bisa bersama dia , tolong pertemukan aku dengan nya , aku sangat ingin bertemu dengan nya' batin arsad yang mengingat janji nya kepada seseorang


__ADS_2