Aku Selingkuhan Suamiku

Aku Selingkuhan Suamiku
70


__ADS_3

ara langsung terkejut saat mendengar ucapan ustazah halimah ,ia tak menyangka kalau ustazah halimah sampai berbicara seperti itu dan ustazah halimah tega memfitnah nya


" astagfirullah , apa yang ustazah katakan ,kenapa ustazah tega sampai memfitnah saya seperti itu" ucap ara yang berusaha menahan emosi nya


" ya apa maksud anda berbicara seperti itu, anda ini adalah seorang ustazah, tidak sebaik nya anda berbicara seperti itu " arsad yang mulai ikut menahan emosinya ,ia tidak terima kalau anak yang ada di dalam kandungan ara itu di katakan anak orang lain


" sudah lah ra, kamu gak usah sok manis, dan sok polos , kami di sini sering melihat kamu berduaan dengan ustad riki ,jadi kamu tidak isah mengelak lagi , sudah banyak yang tau kalau kamu sedang dekat dengan ustad riki" jelas ustazah halimah


ara menggelengkan kepalanya , ia masih tidak percaya kalau ustazah halimah sampai segitunya tidak suka dengan dirinya


" saya dan ustad riki tidak ada hubungan apa apa , kami hanya sekedar bersapa seperti ustad dan ustazah lain nya , kami juga tidak pernah bertemu berduaan ,saat kami bertemu pasti ada ruri yang selalu ada di samping saya," jelas ara membantah ucapan ustazah halimah


" sudah laj sayang tidak usah kamu urusin dia lagi ,hay kamu , asal kamu tau saya lebih percaya dengan ucapan istri saya, ketimbang ucapan mu , asal kamu tau ya saya bisa saja melaporkan perbuatan kamu ini ke abah Ansor , agar kamu di keluarkan dari sini ,kanu ini seorang ustazah tapi kerjaan kamu hanya mengurusi hidup orang, jaga perilaku dan sikap anda sebagi ustazah di pondok pesantren di sini , jangan sampai para santri mengikuti jejak seperti diri mu yang tidak mencerminkan seorang ustazah " ucap arsad yang langsung membawa ara pergi dari hadapan ustazah halima


" kurang ajar kalian ,awas aja , nanti aku akan mecari bukti yang lebih kuat lagi untuk membuktikan kalau anak yang di kandung ara itu bukan anak mas arsad ,aku tidak rela kalau ara selalu di kelilingi oleh laki laki yang ganteng dan suka pada nya" ucap ustazah halimah sendiri saat melihat punggung ara dan arsad pergi meninggalkan diri nya sendiri


" sayang , jangan di pikirkan ucapan ustazah tadi , aku percaya sama kamu kok sajang"ucap arsad yang tidak mau kalau ara memikirkan ucapan ustazah halimah tadi


" iya mas , terimakasih sudah mempercayai aku" ara dengan tersenyum senang karena arsad percaya padanya, namun dalam hatinya ia masih memikirkan kenapa ustazah halimah sampai tega memfitnah nya


mereka pun langsung memasuki kamar ara yang dulu ara tempati saat masih mengajar di pondok pesantren


" sayang ,kamu duduk manis aja di sana! biar semuanya aku yang membereskan nya!!" seru arsad sambil menunjuk tempat tidur


" gak papa mas ,biar aku membantu mu ,biar cepat" ujar ara yang ingin membantu suaminya

__ADS_1


" no, kamu duduk aja di atas kasur itu , cukup aku aja yang membereskan nya, aku gak mau kamu dan baby kita kecapean!!"


" tapi mas-


" gak ada tapi tapian sayang,!, kamu cukup duduk ,bar suami kamu yang ganteng ini yang membereskan semuanya!! ok sayang?" arsad yang memotong ucapan ara ,ia masih kekeh tidak menyuruh ara membantu nya membereskan barang barang yang ada di kamar ara


" ya uda deh , kalau mas gak mau di bantuin!"


arsad pun tersenyum mendengar ucapan ara yang menuruti ucapan nya. arsad mulai membereskan barang barang milik ara, setelah selesai ia melihat ke arah ara dan ternyata tertidur di atas kasur, arsad pun tersenyum ,ia menghampiri ara tengah tertidur


"begitu bodoh nya aki dulu , telah menyia nyia kan wanita secantik dan sebaik kamu sayang. maaf kan aku yang dulu ya sayang!" gumam arsad sambil memandangi wajah cantik ara yang tertutup cadar


" sayang , bangun , udah zuhur" arsad sambil mengelus pipi ara yang tertutup cadar


" sayang, zuhuran dulu" arsad yang mencoba membangun kan ara


ara membuka mata nya , ia melihat wajah tampan arsad yang sangat dekat dengan wajah nya, hal itu membuat nya terkejut , sepontan ia memundurkan kepalanya


" bangun sayang ,sholat dulu " ujar arsad


" ah iiya , mas " ara yang gugup


" kita sholat di sini aja ya sayang, aku gak mau kamu bertemu sama ustazah tadi " ujar arsad


" baik lah mas ,tapi mas ya yang jadi imam nya!" pinta ara dengan hati hati. sebenarnya ara sedari kemarin ingin sekali sholat bersama arsad dan arsad yang menjadi imam nya

__ADS_1


" baik lah sayang , sekarang kamu ambil wudu dulu sana " arsad yang menyetujui permintaan ara, ara terlihat sangat senang saat arsad mau menuruti permintaan nya


ara langsung menuju ke kamar mandi untuk mengambil wudu dengan sangat senang , setelah selesai mengambil wudu ia pun segera keluar dari kamar mandi dan bergantian sama arsad


ara segara menyiapkan alat sholat untuk dirinya dan arsad, ia membentangkan sajadah untuk arsad dengan perasaan bahagia


" ini yang pernah aku impikan , membantah kan sajadah untuk suami ku" ucap ara dengan tersenyum melihat sajadah yang ia bentangkan untuk arsad


" sayang , ayo kita sholat" arsad yabg baru keluar dari kamar mandi


" iiya mas , ayo ,ini sudah aku siapkan alat sholat nya" ujar ara yang gugup melihat arsad yang menurut nya sangat tampan dengan wajah dan rambut basah setelah berwudhu


" kenapa ngeliatin aku kaya gitu? aku ganteng ya! " tanya arsad dengan pedenya , sambil mengedipkan sebelah mata nya kepada ara


" iya... ehh maksud aku , ayo kita cepat sholat ,kuta kan tidak boleh menunda nunda sholat" jawab ara sambil berusaha menutupi ke gugupan nya dan rasa malu nya karena telah mengakui kalau arsad tampan


arsad tersenyum senang saat mendengar kalau ara mengakui dirinya tampan , arsad langsung menuju ke sajadah yang telah di siapkan oleh ara untuk dirinya


mereka pun memulai sholat nya dengan khusuk dan hati yang sangat senang , mereka mengucap sukur , akhir nya mereka bisa bersam lagi , dengan banyak perubahan dari mereka masing masing


setelah melaksanakan sholat arad un berbalik ke arah ara dan mengulurkan tangan nya , mengisyarat kan ara di suruh menyalimi angan nya , ara pun mengerti di maksud arsad , ia langsung menyalimi dan encium tangan arsad , saat ia hendan menarik tangan nya , namn di tahan oleh arsad


" sayang boleh kan aku membacakan doa untuk mu?" Tanya arsad, ara pun tersenyum dan mengangguk kan kepalanya


Arsad pun meletakan taletak kan tangan kiri nya di letak kan di kepala tepan nya di ubun ubun kepala ara, arsad pun membacakan doa untuk ara, ara yang mendapat kan doa dar arsad pun merasa terharu sampai ia meneteskan air matanya.

__ADS_1


__ADS_2