
"maafin aku ya mas , aku gak berpikir dulu sebelum pergi ,pasti kalian sangat menghawatirkan aku, dan selalu mencari keberadaan aku" ucap ara sambil menundukkan kepalanya,ia merasa bersalah atas kepergian nya
" sudah, tidak usah merasa bersalah seperti itu, ini semua bukan salah kamu sayang , ini semua salah aku ,kerena aku kamu pergi ,jadi jangan salah kan diri mu lagi, aku lah yang seharus nya di salahkan di sini" arsad sambil memeluk ara
" ah ya, mas tau dari mana kalau aku ada di pesantren Al-Hidayah?" tanya ara penasaran
" aku gak tau dari siapa siapa , aku datang ke pesantren itu karena , abah Ansor adalah temen papa sekolah dan aku ingin mendalami agama di sana , namu tidak di sangka bisa bertemu dengan mu " arsad sambil tersenyum sangking gembira nya ,secara tidak sengaja bisa bertemu dengan ara di tempat ia inggin memperdalam ilmu agamanya
" jadi pria yang di supermarket itu beran kamu mas" tanya ara memastikan
" di supermarket" arsad mengulang ucapan ara dengan bingung
" ya , aku melihat kamu sedang di dalam supermarket tapi mas, membelakangi aku , dan kita juga berpapasan saat di pintu masuk, tapi aku menunduk kan pandangan ku" ara mengingat saat bertemu dengan arsad saat di supermarket
" kenapa kamu gak manggil aku" tanya arsad yang heran
" aku gak yakin itu mas , jadi aku gak berani , pas berpapasan sama mas , aku memang tidak pernah memandang laki laki terlalu lama , aku takut jadi zinah mata"
arsad langsung tersenyum dan merasa senang , karena ara sangat menjaga pandangan nya dari lawan jenis
" aku sama sekali tidak tau kalua kamu ada di supermarket itu sayang , aku hanya merasa risih aja saat para santri menatap ku terus" arsa saat mengigat peristiwa di supermaret itu
Ara tersenyum senang , melihat arsad suami nya sudah banyak berubah , dulu berpelukan dengan perempuan yang bukan mahram nya saja dia biasa saja, sekarang hanya di pandang seorang perempuan yang bukan mahram nya merasa risih dan tidak nyaman
"sayang , apa aku boleh bertanya sesuatu?"
" boleh , memangnya mas mat tanya apa!" ara yang penasaran dengan apa yang ingin arsad tanyakan kepadanya
__ADS_1
" kenapa kamu bisa pingsan sambil memeluk kemeja ku?" tanya arsad yang sangat penasaran , ara terdiam , mendengarkan pertanyaan dari arsad, ia malu untuk menjawab nya
" sayang kamu kenapa" panggil arsad yang mmelihat ara hanya terdiam
" aku malu untuk mengatakan nya" ara yang menunduk kan kepalanya
" malu kenapa" tanya arsad lagi yang semakin penasaran
" em, sebenernya aku saat itu sedang sangat merindukan mu" jawab ara dengan lirih , meskipun lirih arsad masih bisa mendengar nya
Arsad tersenyum mendengar jawaban dari ara , namun ia ingin mengerjai ara
" kamu ngomong apa sayang , coba ulangi" arsad sengaja ingin mengerjai ara, ia ngin mendengarkan nya sekali lagi
" emm aku saat itu sedang merindukan mu" ucap ara sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangan nya, karena malu dengan arsad
" kamu mau tau gak selama kamu pergi di rumah , aku selalu tidur di kamar kamu yang dulu, aku selaku memeluk bantal yang biasanya kamu pakek ,selimut yang biasa kamu pakek, dan sampai sekarang aku tidak memperbolehkan bik sum untuk mencuci seprai dan selimut kamu, aku takut nanti saat aku merindukan mu , bau tubuh mu sudah tidak ada lagi" arsad memberitahu ara kebiasaannya
" ii jadi sampai sekarang kamar itu tidak pernah berganti seprai dan selimut" tanya ara memastikan , arsad hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya
" mas kok jorok banget sih kamu, setau aku kamu tu orang nya sangat pembersih dan rapi"ara tak menyangka kalau arsad tidak mengganti seprai dan selimut di kamarnya
" bukan jorok sayang,tapi aku cuma tidak mau, bau tubuh mu yang melekat di seprai dan selimut nya hilang" ucap arsad
" sama aja itu nama nya mas"
" terserah kamu lah sayang mau mengatakan aku apa, sayang kita periksakan anak ,ke dokter kandungan ya" arsad sambil mengelus perut ara yang masih rata
__ADS_1
" kamu tau mas, aku hamil" tanya ara
" ya aku tau , sayang kamu kenapa kata dokter kamu itu ke kerangan asupan nutrisi? kenapa kamu tidak mau makan sayang?" tanya arsad, ia sebenernya sangat khawatir saat mendengar ucapan dokter ,katanya ara kekurangan asupan nutrisi sampai membuat ara sangat lemah
" aku sebenernya makan kok mas ,cuma aku makan apa yang aku inginkan saja ,karena aku takut muntah kalau harus makan yang tidak aku ingin kan " jawab ara jujur, semenjak dirinya hamil ,ia kalai makan yang tidak ia inginkan maka akan muntah muntah ,hal itu yang membuat ara sangat males untuk makan
" tapi sayang ,kalau kamu tidak makan , bagai mana anak kita mendapatkan asupan makanan " tanya arsad , ara pun terdiam ,ia baru menyadari kalau dirinya tidak makan bukan hanya dirinya yang merasa lapar tapi anak yang ada di dalam kandungan nya juga
" maaf mas ,aku tidak menyadari sampai kesana" ucap ara yang merasa bersalah pada anak nya ,ia meneteskan air mata nya ,ia merasa menjadi ibu yang sangat jahat membiarkan anak nya kelaparan
" sudah jangan menangis, sekarang kamu harus sering makan ya ,meskipun hanya sedikit sedikit ,jangan biarkan anak kita kelaparan lagi ya sayang " arsad yang menghapus air mata ara ,arsad juga langsung memeluk ara
" iya mas, aku janji akan selalu makan , meskipun harus aku paksa " ara dengan bersungguh sungguh,ia tidak mau terjadi sesuatu dengan anak nya
" sekarang kamu makan dulu ya sayang "
" memangnya mau makan apa malam malam begini" tanya ara yang bingung mau mencari makanan di mana
" kita pesan online aja ya , kamu mau makan apa sayang nanti aku pesan kan" tanya arsad yang langsung mengeluarkan henpon nya
" em aku pengen nasi goreng seafood mas"
" baik lah ,tunggu sebentar ya sayang , nasi goreng nya sedang di carikan sama ojol nya" arsad yang memasukan kembali henpon nya ke dalam saku celananya
" iya mas" jawab ara, arsad mendekat ke arah ara dan melepaskan cadar ara , ia tersenyum melihat wajah cantik yang sudah lama ia rindukan , perlahan arsad mendekat ke arah wajah ara
arsad pun mencium bibir ara , asad juga sangat merindukan bibir ara yang manis itu, arsad memperdalam ciuman nya dengan menahan lekuk leher ara
__ADS_1
ara terkejut dengan apa yang di lakukan oleh arsad padanya, namun tak di pungkiri ia juga sangat merindukan ciuman dari arsad yang berstatus suaminya