
sebenar nya arsad ingin cepat cepat pergi dari ruang tamu karena alicia terus menatap nya tanpa berkedip , hal itu membuat arsad tidak nyaman
" ya udah sana , kamu bersih bersih dulu sayang" ucap mama risa
" iya ma , mari om " ucap arsad
" oh ya" ucap riko sambil mengangguk kan kepalanya
Arsad pun langsung masuk ke dalam rumah orangtuanya dan langsung menuju ke kamar nya
" assalamualaikum" ucap arsad saat memasuk kamar milik nya dulu
" hhaahh" desah arsad yang langsung merebah kan badan nya di atas kasur
" ara , kamu di mana sayang "ucap arsad yang mengingat ara
"Aku harap kamu baik baik saja sayang , dan aku berharap kita bisa bertemu lagi" ucap arsad yang langsung ketiduran , setelah memikirkan ara
tok... Tok...
" arsad " panggil mama risa
" em, ya ma" jawab arsad
" kamu ketiduran ya" tanya mama risa
" ya ma "Jawab arsad
" ini udah magrib sad , gak baik tidur saat magrib" ucap mama risa
" ya ma , nini arsad udah bangun kok" ucap arsad
"sana mandi , terus sholat terus turun , kita makan malam bersama" ucap mama risa
" iya ma" ucap arsad yang langsung bangun dari tidur nya dan langsung menuju ke kamar mandi untuk mandi
Setelah mandi ia langsung memakai baju koko dan sarung , ia melaksanakan sholat magrib , setalah sholah magrib ia tak lupa berdoa untuk ara
Setelah selesai semu arsad langsung keluar dari kamar nya menuju ke lantai dasar
" assalamualaikum" ucap arsad saat sampai di meja makan
__ADS_1
"wallaikumsalam" ucap papa hasan , mama risa , dan mona
" kakak ganteng banget kakak , pakek baju koko dan sarung kaya gitu" ucap mona memuji kakak nya
' iya sad kamu ganteng banget ,berpakaian kaya gitu" ucap mama risa
" memang nya papa gak ganteng apa ma" tanya papa hasan
" papa mana mau pkek pakaian kayak arsad" ucap mama risa
" papa sering ya pakek pakaian kaya gitu , mama aja yang gak pernah memperhatikan papa" ucap papa hasan yang pura pura ngambek
" itu kalau papa ke tempat undangan ke pesantren teman papa aja" ucap mama risa
" ya udah deh kalau mama mau nanti papa pakek baju koko dan sarung tiap malem" ucap papa hasan
" memang nya papa suka ke pesantren mana " tanya arsad yang baru tau kalau papa nya suka ke pesantren
" ke pesantren milik teman papa , yang ada di kota sebelah " ucap papa hasan
" papa juga ada temen yang punya pondok pesantren" tanya arsad
" ya , dia dulu anak dari seorang kiyai dan punya pondok pesantren, namun dia memilih sekolah umum seperti papa , tapi ujung ujung nya dia masih jadi pewaris pondok pesantren itu" ucap papa hasan sambil tersenyum mengingat teman nya itu
" kamu mau ke pondok pesantren, terus kantor kamu bagai mana" tanya papa hasan
" ya aku ke sana nya saat weekend aja boleh kan pa" ucap arsad
" ya nanti papa coba tanyain dulu sama temen papa , tapi setau papa , bliau sudah jarang di pesantren , sekarang yang mengurus itu anak nya bersama istri nya, beliau sedang sibuk mengurus usaha nya yang baru bersama dengan anak nya yang lain" ucap papa hasan
" ya gak papa lah pa , aku bisa belajar sama anak nya juga boleh kok , gak harus sama temen papa " ucap arsad
" ya udah nanti papa coba bilang sama teman papa itu" ucap papa hasan
" kakak aku boleh ikut gak kalau kakak ke pesantren , siapa tau aja nanti aku dapet pak ustad di sana" ucap mona
" ke pesantren itu buat belajar memperdalam agama mona ,bukan buat cari jodoh" ucap arsad
" kan siapa tau kan kakak , ada pak ustad yang nyantol sama aku, kan sambil berenang minum air" ucap mona
" bukan nya kamu lagi mau ujian mon" ucap mama risa
__ADS_1
" ya kan nanti setelah aku ujian ma , sekalian jalan jalan menghilangkan penat" ucap mona
" kamu fokus aja dulu sama ujian kamu , setelah ujian kakak ajak kamu ke pesantren buat ikut belajar agama , bukan buat cari jodoh" ucap arsad
" ya kalau sekalian kan gak papa kan" ucap mona
" terserah kamu lah , kamu ini kalau di bilangin susah anget" ucap arsad
" sudah jangan pada ribut , ayo kita mulai makan malam nya nanti dingin gak enak " ucap mama risa
Mereka pun memulai makan malam nya , tanpa ada yang berbicara, setelah makan malam arsad dan papa hasan duduk di ruang keluarga
Sedangkan mona dan mama risa sedang membereskan bekas makan malam mereka
" sad apa sudah ada perkembangan tentang pencarian ara" tanya papa hasan
" belum pa , sangat susah mencari ara , sebab ara memakai cadar " ucap arsad
"yang sabar , semoga saja ara cepat di temukan ya sad" ucap papa hasan sambil menepuk nepuk pundak arsad
" amin" ucap arsad
" sudah jangan sedih , papa yakin ara pasti akan kembali pada mu, kalau papa lihat ara sangat mencintai kamu sad, ia tidak mau kamu mengucapkan kata talak untuk nya, sehingga ia pergi dari kamu" ucap papa hasan
" benarkah pa" tanya arsad dengan semangat
" ya , memangnya kamu tidak membaca dan mencerna isi dari surat ara ke kamu" ucap papa hasan
" kalau dari isi surat ara yang waktu itu aku baca ih iya pa , dia bilang kalau dia mencintai aku , dia gak sanggup kalau harus mendengar kata talak dari ku" ucap arsad
" nah itu kamu tau , sekarang berjuang lah lebih keras lagi , dan yakin kan diri mu kalau ara pasti akan kembali,pada kamu" ucap papa hasan, menyemangati anak nya
" iya pa aku akan berjuang lebih keras lagi untuk mencari ara , dan aku juga akan terus menyakinkan diri ku kalau ara kan kembali lagi pada ku" ucap arsad yang mendapatkan semangat dari papa nya
" lagi ngomongin apa sih kok seru banget " ucap mama risa yang baru datang dari dapur bersama mona, mereka duduk di sofa dekat arsad dan papa hasan
" gak biara apa apa kok ma , papa cuma memberi semangat untuk arsad , untuk mencari keberadaan ara" ucap papa hasan
" kamu yang sabar ya sayang , mama yakin pasti suatu saat nanti kamu akan bertemu sama ara , kamu cukup bersabar , berusaha , dan berdoa kepada Allah , pasti Allah itu akan membantu hambanya yang meminta bantuan dari nya" ucap mama risa pada arsad
" iya kakak , bener kata mama , aku juga akan membantu kakak mencari kakak ara" ucap mona
__ADS_1
" makasih ya mama , mona dan papa , aku sayang kalian" ucap arsad yang menetes kan air mata karena terharu , ternyata keluarga nya sangat lah perduli padanya