
kini ara sudah di pindahkan keruang rawat , dan arsad telah mengazani anak nya
" sad , diapa nama anak mu?" tanya papa hasan yang saat ini tengah duduk di sofa yang ada di ruang rawat ara
" nama nya Muhamad Akram " kata arsad sambil tersenyum pada anak nya yang ada di gendongan nya
" nama yang bagus " ujar papa hasan yang menyukai nama pemberian arsad
Kmu suka kan sayang ?"tanya arsad pada ara
" ya mas , aku sangat menyukai nya" jawab ara sambil tersenyum
" mas , apa kamu sudah mengabari kak ku?" tanya ara pada arsad
" Astagfirullah , maaf sayang aku lupa , aku akan segera mengabari nya, mama bisa tolong gendong anak ku" pinta arsad pada mama nya
" sini , cucu oma yang ganteng " ucap mama risa yang mengambil akram dari arsad
" kamu ini gimana sih sad , bisa sampek lupa mengabari kakak ipar kamu sendiri" omel papa hasan pada arsad yang sedang mencari ponsel nya di dalam tas
" ya , aku kan tadi panik pa, aku cuma sempet ngabarin mama sama papa aja , jadi gak kepikir mau ngabarin kak harun" jelas arsad yang sudah menemukan ponsel nya , ia langsung mencari no konta harun kaka ipar nya
" hallo Assalamualaikum kak" ucap arsad saat sambungan telfon nya sudah tersambung
" wallaikumsalam sad " jawab harun di seberang telfon
" begini kak , arsad mau memberitahu kakak , kalau ara sudah melahirkan " ucap arsad memberitahu kakak ipar nya
" apa ara sudah lahiran , sekarang bagai mana keadaan nya sekarang?" tanya harun yang menghawatirkan adik nya
" keadaan nya saat ini sudah baikan kak, kami saat ini masih di rumah sakit, yang tak jauh dari kantor arsad kak" ujar arsad
" sukur lah kalau ara bak baik saja ,baik lah kaka akan segera kesana bersama mbak mu sekarang juga " ujar harun
" ay kakak , hati hati d jalan " ucap arsad
" ya , sudah dulu ya sad , kaka mau memberitahu mbak mu dulu , agar bisa bersiap siap ke sana " kata harun
" ya kakak " ucap arsad
" assalamualaikum" salam harun sebelum memutuskan sambungan telfon nya
" wallaikumsalam" jawab arsad
__ADS_1
Sambungan telfon pun di putus oleh harun .arsad menyimpan kembali ponsel nya
" sudah mas?" tanya ara yang melihat suami nya menghampiri nya
" sudah sayang , kata kak hasan dia mau segera kesini" ujar arsad
" sayang , apa kamu mau makan?" tanya arsad pada ara
" aku mau buah apel mas" tunjuk ara paa buah apel yang ada di meja
" baik lah , mas potongin dulu buah nya ya" ujar asad yang langsung mengambil buah apel dan pisau buah , lalu ia mengupas dan mengiris buah apel itu kecil kecil
Sedangkan papa hasan dan mama risa tengah sibuk dengan cucu nya , mereka sangat bahagia kerena bisa menggendong cucu sendiri
Hari pun menjelang malam , baby akram pun tidur di boks bayi yang ada di ruangan ara , sengaja mereka yang meminta agar bayi dan ibu nya tidak di pisahkan
" assalamualaikum"salam seseorang yang berada di depan pintu
" wallaikumsalam ," jawab ara, arsad, papa hasan , dan mama risa yang ada di ruang rawat ara, harun pun masuk keruang rawat sang adik
" kak harun, akhirnya sampai juga " ucap asad yang langsung menyalimi harun dan lia
" ya tadi di jalan sedikit macet " jawab harun
" alhamdulilah sehat , kamu sehat run?" tanya balik papa hasan
" alhamdulilah sehat pak, ibu sehat" ucap harun yang bertanya pada mama risa
" sehat run , kamu sama lia dan anak kamu sehat kan , oh ya kemana anggi , kenapa gak ikut?" tanya mama risa yang tak melihat anak harun
" dia gak mau ikut bu, besok dia mau sekolah , dia di rumah sama bik minah " jawab lia sambil tersenyum
" oh ternyata anggi sudah sekolah ya" ujar papa hasan
" ya pak dia sudah masuk TK sekarang" jawab lia
Harun langsung menghampiri ara yang sedari tadi anya bisa memperhatikan dirinya
" kak" panggil ara yang melihat sang kakak mendekati nya
" ara, bagai mana ke adan kamu dek?" tanya hasan sambil memeluk sang adik
" aku baik baik saja kak" jawab ara yang membalas pelukan sang kaka , ia sangat merindukan kaka nya
__ADS_1
" sukur lah kalau begitu , oh ya di mana anak mu?" tanya harun
" itu ada di boks bayi kak, dia sedang tidur " jawab ara sambil menunjuk boks bayi yang tak jauh dari nya
harun langsung melepaskan pelukan nya dari sang adik , ia mendekati boks bayi itu , terlihat bayi mungil dan lucu sedang tertidur pulas
" Massyaallah lucu sekali , dia laki laki apa perempuan ra?" tanya harun yang tersenyum melihat keponakan nya sedang tidur, lia pun ikut mendekat ke arah boks bayi itu
" laki laki kak" jawab ara sambil tersenyum
" ganteng banget ya mas?" tanya lia pada suami nya
" iya pasti ganteng lah , kan aya dan ibu nya ganteng dan cantik" ucap hasan sambil menggoda ara dan arsad
" ah kaka bisa aja" ucap ara yang merasa malu, sedangkan arsad hanya tersenyum bangga
" kamu gak nambah anak lagi run , siapa tau dapet cowok" ledek papa hasan
" ya pak , alhamdulilah saat ini lia sedang hamil anak ke dua kami"ujar harun sambil tersenyum bahagia
" benarkah" tanya mama risa
" mbak hamil lagi, itu berarti anggi sebentar lagi mau punya adik dong" ucap ara yang ikut senang mendengar kabar kalau kak ipar nya hamil lagi
" ya alhamdulilah" jawab harun
" wah kak harun gak mau kalah kayak nya sama kita sayang" goda arsad
" iya dong , masak kala sama penganten baru " jawab harun
Semuanya pun terawa saat mendengar jawaban harun , semua ikut bahagia dengan kehadiran anak arsad dan ara , ditambah lagi dengan berita kehamilan lia
" siapa nama anak kalian ?" tanya lia yang penasaran
" nama nya Muhamad Akram mbak" jawab ara
" wah nama yang bagus , siapa yang memberi nama nya?" tanya harun
" aku dong kak" jawab arsad dengan bangganya
"ya, iya lah kamu , kamu kan bapak nya " ujar papa hasan
mereka pun tertawa lagi , mereka lanjut mengobrol ringan sambil bercanda tawa, setelah itu harun dan lia pun pamit pulang , mereka akan pulang ke rumah mereka , karena anggi tidak ikut dengan mereka , jadi mereka takut kalau anggi mencari keberadaan mereka
__ADS_1
Setelah harun pamit pulang , papah asan dan mama risa pun ikut pamit , karena arad yang menyuruh mereka untuk pulang , kata arsad tidak akan nyaman kalau tidur di rumah sakit , dengan perdebatan kecil akhirnya papa hasan dan mama risa menuruti perkataan arsad , mereka akan kembali besok pagi