
ara terus memeluk arsad sambil menangis sampai ia tertidur di pelukan arsad
" sayang" panggil arsad saat arsad tak mendengar ara menangis lagi, terdengar dengkuran halus dari ara
" ternyata kamu tidur ya" ucap arsad sambil tersenyum mendengar dengkuran halus ara, ia segera langsung membaringkan ara ke tempat tidur pasien dengan perlahan
setelah berhasil arsad langsung menyelimuti ara dan mengecup kening ara
" selamat tidur sayang " ucap arsad yang langsung pergi ke kemar mandi untuk mengambil wudu ,ia ingin melaksanakan sholat isya , setelah melaksanakan sholat arsad berencana ingin mengabari keluarga nya, namun ia menghubungi zaki terlebih dahulu
" hallo bos" ucap zaki di seberang telfon
" assalamualaikum zaki" ucap arsad pada zaki
" hehe wallaikumsalam bos" ucap zaki
"zi , kemungkinan aku untuk beberapa hari ke depan tidak bisa masuk ke kantor dulu ya " ucap arsad
" loh memangnya kenapa bos ,bukan nya kita lisa ada pertemuan penting dengan rekan kerja kita yang. dari liar negri" tanya zaki
" aku sekarang ada di rumah sakit" ucap arsad yang belum selesai berbicara sudah di potong oleh zaki
" kamu kenapa , kenapa bisa masuk rumah sakit, apa kamu kecelakaan " tanya zaki yang menghawatirkan arsad
" bukan aku yang masuk rumah sakit tapi-" ucap arsad di potong lagi
" siapa, kamu nabrak orang ya ,terus gimana orang ya ,masih hidup atau sudah mati , apa keluarga nya ingin menuntut kamu , apa perlu-" ucap zaki di potong oleh arsad
" stop zaki , pusing aku dengerin ucapan kamu yang gak karuan seperti itu" ucap arsad yang kesal dengan zaki
"hehe " zaki tertawa kecil
" dengarkan aku bicara ,jangan di potong sebelum aku selesai bicara ,biar kamu paham apa yang aku ucap kan ,gak asal nyerocos aja" ucap arsad
__ADS_1
" iya iya bos , cerita sekarang" ucap zaki
" aku saat ini ada di rumah sakit ,karena ara yang masuk rumah sakit ,bukan seperti yang kamu ucapkan" ucap arsad
" oh ara.... APA ara , memangnya kamu udah bertemu dengan ara sad" tanya zaki
" ya , aku sudah bertemu sama ara ,kamu tau gak sad saat ini ara sedang hamil anak ku" ucap arsad dengan gembira
" ara hamil, anak kamu sad, kok bisa, bagai mana kalian membuatnya" tanya zaki yang heran mendengar ara hamil
"gak usah tanya masalah itu,yang penting sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah" ucap arsad yang enggan menjawab pertanyaan zaki
" sad ,kok kamu yakin banget sih kalau ara hamil anak mu" ucap zaki
" ya yakin lah orang yang menghamili ara aku, udah ah gak usah di bahas lagi , aku nelpon kamu bukan untuk ngajak berdebat ,aku menelpon mu hanya untuk menyuruh kamu menghendle pekerjaan di kator selama satu atau dua minggu ke depan sampai ara keluar dari rumah sakit " ucap arsad
" gak kurang lama bos , sekalian satu atau dua bulan ke depan biar puas menyiksa aku di kantor" ucap zaki yang kesal karena arsad hendak libur yang lumayan lama , sedangkan pekerjaan nya saat ini sedang banyak banyak nya pekerjaan
" ya kalau kamu memang menyuruh ku satu atau dua bulan ke depan untuk libur sih aku mau mau aja" ucap arsad sambil tersenyum
" memang nya papa mau menerima mu, oh ya kalau kamu berani keluar dari perusahaan aku , maka aku akan , mencatat nama kamu ke daftar kariawan di pecat tidak hormat , agar kamu susah mencari pekerjaan baru" ucap arsad yang mengerjai zaki
" tega banget kamu sad sama sahabat sendiri , aku aduin kamu sama om hasan " ucap zaki
" mas" ara memanggil arsad yang sedang telponan di deket jendela ruangan ara
" iya sayang sebentar,ki udah dulu ya ara manggil aku ,bay assalamualaikum" ucap arsad
" wallaikumsalam" jawab zaki
arsad langsung mengakhiri sambungan telfon nya , ia langsung mendekat ke arah ara
" kenapa, kamu butuh sesuatu" tanya arsad saat sudah di dekat ara
__ADS_1
" aku mau sholat " ucap ara
" sebaik nya kamu tayamum aja ya sayang dan kamu sholat nya sambil duduk aja dulu ya ,soalnya ke adaan kamu masih lemah " ucap arsad dengan nada lembut nya
"ya aku gak papa kalau harus tayamum , takut nya nanti infus nya basah , tapi kalau sholat aku masih kuat berdiri kok mas " ucap ara
" ara" panggil arsad ,memperingati ara agar ara tidak membantah nya
" iya ,aku kan sholat sambil duduk aja" ucap ara yang seolah mengerti arsad memanggil nama nya
" ya udah ,kamu sholah lah , aku mau telfon mama sama papa dulu , mau ngabarin kalau kamu udah ketemu" ucap arsad sambil mecolek hidung ara
ara pun merasa malu di perlakukan seperti itu oleh arsad
" iya mas" ucap ara sambil menundukkan kepalanya
" ya udah sana sholat , kalau udah selesai panggil aku ya ,aku di deket jendela yang di sana" ucap arsad sambil menunjuk jendela yang ada di kamar rawat ara, ara hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti
arsad pun tersenyum sambil mengusap kepala ara ,setelah itu arsad langsung menuju ke arah jendela untuk menelpon kedua orang tuanya
' ternyata mas arsad sudah banyak perubahan , ya Allah, terimakasih engkau telah mengabulkan doa doa hamba selama ini' batin ara yang melihat perubahan sikap arsad, ara langsung melaksanakan sholat sambil duduk di tempat tidur nya
sedangkan arsad langsung mengabari kedua orang tuanya kalau ara sudah ketemu dan dia juga memberitahu ke adaan ara saat ini yang sedang berada di rumah sakit ,arsad juga memberi tahu kalau ara saat ini sedang hamil,kedua orang tua arsad pun sangat gembira , mereka besok ingin mengunjungi ara di rumah sakit
setelah mengabari ke dua orang tuanya, arsad juga memberi kabar kepada harun dan lia yang merupakan kakak dari ara, namun arsad tidak mengatakan kalau ara saat ini sedang hamil , arsad mengatakan kalau ara sedang di rawat di rumah sakit, harun dan lia , akan menjenguk ara besok hari ,kerena tidak memungkin kan kalau haris mengemudi di malam hari dalam ke adaan harun sedang kecapean pulang dari kerja
arsad pun mengerti dia berkata kalau dirinya yang akan menjaga ara selama ara masih di rumah sakit
" mas" panggil ara yang melihat arsad seperti baru selesai bertelponan
" ada apa sayang" tanya arsad sambil tersenyum kepada ara dan menghampiri ara yang baru selesai melaksanakan sholat nya
" udah ngabarin mama sama papa" tanya ara
__ADS_1
" sudah ,kemungkinan besok mereka akan kesini, kak harun jiga aku kabari tadi ,dia bilang besok juga akan kesini menjenguk mu" ucap arsad sambil tersenyum