
arsad dan ruri membawa ara ke rumah sakit terdekat , sesampainya di rumah sakit arsad langsung menggendong ara berlari masuk ke rumah sakit di iringi ruri dari belakang
" dokter tolong isteri saya" teriak arsad saat memasuki rumah sakit dalam ke adaan panik
suster pun segera membawa kan berangkar untuk ara
" silahkan letak kan istri anda di sini pak " ucap suster itu menunjuk bernkar
" cepat tangani istri saya , saya mau dokter perempuan yang menangani istri saya" ucap arsad pada suster
" baik pa ,bawak silahkan urus ter lebih dulu administrasi nya" ucap suster itu
" baik lah , ruri kamu tolong tunggu di sini saya mau mengurus administrasi nya terlebih dahulu" ucap arsad
" baik" jawab ruri, arsad pun langsung pergi mengurus biaya administrasi rumah sakit
" benar kata ara kalau suaminya seperti artis korea, tapi seperti nya dia sangat mencintai ara ,terlihat kalau dia sangat menghawatirkan ara, kata ara dia seorang playboy ,tapi dia seolah olah risih di pandang para santri wati yang mengagumi nya, apa jangan jangan dia sudah taubat ya" ucap ruri sendiri
tak lama arsad pun kembali ke ruangan UGD tempat ara di periksa
" ruri ,bagia mana apa dokternya sudah keluar" tanya arsad
" belum" jawab ruri
" ruri , aku ingin bertanya apa benar ara sedang hamil" tanya arsad lagi yang penasaran
" ya" jawab ruri singkat
" alhamdulilah ,terimakasih ya Allah engkau telah memberikan kamu seorang malaikat kecil di perut istri hamba" ucap arsad dengan senang sampai meneteskan air mata nya
tak lama dokter pun keluar dari ruang UGD , arsad yang melihat dokter keluar dari ruang UGD pun langsung menuju ke arad dokter itu
" dokter ,bagai mana ke adaan istri saya" tanya arsad
__ADS_1
" istri bapak sangat lah lemah , dia harus mendapatkan perawatan selama beberapa hari ke depan " ucap dokter itu
" terus bagai mana ke adaan anak dokter" tanya arsad lagi
" anak yang ada dalam kandungan istri anda sangat baik dan sehat" ucap dokter itu
" apa kami boleh menjenguk ara dokter" tanya ruri
" kalau untuk sekarang belum bisa , nanti setelah di pindah kan ke ruang rawat baru boleh di jenguk" ucap dokter itu
"baik lah dokter ,terimakasih banyak" ucap arsad
" sama sama ,kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter itu undur diri
" ya dok silahkan" ucap arsad
dokter itu pun pergi meninggalkan arsad dan ruri di depan ruang UGD , tak lama ara pun segera di pindahkan ke ruang rawat , arsad dan ruri pun mengikuti sampai ke ruang rawat ara
" ruri , tidak sebaik nya kamu ,kembali lagi saja ke pesantren , nanti saya pesan kan taksi online ,untuk kamu" ucap arsad yang merasa tidak nyama kalau harus ia dan ruri menunggu ara
" tapi aku ingin melihat ara sadar" ucap ruri
" nanti kalau ara sudah sadar aku akan mengabari mu, maaf bukan nya aku mengusir mu tapi aku merasa tidak nyaman kalau hanya kita berdua menunggu ara di sini , saya tidak mau ada fitnah nanti nya" ucap arsad
" em baik lah , kalau begitu aku titip salam untuk ara ,bilang pada nya kalau besok aku akan kesini lagi menjenguk nya" ucap ruri
" baik lah aku akan menyampaikan salam mu ke pada ara, oh ya di depan sudah ada taksi yang sedang menunggu mu , maaf kalau aku terlalu lancang telah memesankan kamu taksi" ucap arsad
" tidak apa apa , terimakasih sudah memesan kan taksi untuk ku ,kalau begitu aku pulang dulu ke pesantren assalamualaikum" ucap ruri sebelum meninggalkan ruangan ara
" wallaikumsalam" ucap arsad, ruri puan pergi meninggalkan ruangan ara ia kembali ke pondok pesantren
" ara aku sangat merindukan mu "ucap arsad sambil mencium tangan ara
__ADS_1
" maafkan semua kesalahan ku ara , maafkan aku" ucap arsad lagi ,ia menangis sambil menunduk kan kepalanya sambil menggenggam tangan ara , arsad sangat merasa bersalah , ia menangis samapi tertidur di deket tangan nya yang menggenggam tangan ara
tak lama setelah arsad tertidur ara pun pelan pelan membuka mata nya, ia melihat tempat yang asing bagi nya
" dimana aku" ucap ara dengan lirih ,ia merasa ada seseorang yang menggenggam tangan nya ,ia pun melihat siapa yang menggenggam tangan nya
" mas arsad, apa aku sangat merindukan mas arsad , sampai sampai aku bermimpi ada mas arsad di sampingku sedang tertidur" ucap ara yang meneteskan air mata nya ,ia sangat bahagia bisa bertemu dengan arsad ,meskipun hanya di dalam mimpinya
" jika ini mimpi ,tolong jangan bangunkan aku dulu , aku sangat merindukan suamiku" ucap ara sambil mengelus ngelus kepala arsad yang sedang tertidur
arsad yang sedang tertidur pun merasa terusik saat ada seseorang yang mengelus kepalanya, ia langsung membuka mata nya
" sayang ,kamu sudah sadar" ucap ara yang melihat ara sedang mengelus kepalanya
ara yang di panggil sayang oleh arsad pun terkejut dan pipinya juga merasa panas , ara langsung menarik kembali tangan nya
" maaf" ucap ara sambil menunduk kan kepalanya
" kenapa kamu yang meminta maaf ara " ucap arsad yang memegang dagu ara agar arsad bisa melihat ara yang tertutup cadar
" kamu tidak merindukan aku sayang" ucap arsad sambil meneteskan air matanya melihat mata indah ara, ara masih terdiam ,ia masih sangat terkejut dengan ke hadiran arsad ,ia juga merasa kalau ini adalah mimpi
" ara sayang , kamu mau memeluk kemeja ku samapi basah karena air mata mu ,kenapa saat bertemu dengan ku kamu tidak mau memeluk ku" tanya arsad dengan nada yang sangat lembut
ara tersadar dari lamunan nya ia langsung memeluk erat arsad
" mas arsad" ucap ara yang ikut menangis di pelukan arsad
" ia sayang ini aku suami mu, maafkan aku ara ,maafkan segala kesalahan ku di masa lalu , aku sangat menyesal ara, maafkan aku, tolong jangan pergi lagi dari ku, aku sangat menderita tanpa mu ara, aku sayang sama kamu ara ,aku sangat mencintai kamu sebagai ara " ucap arsad sambil menangis di pelukan ara
"aku juga minta maaf mas, aku telah meninggalkan kamu , aku pergi tanpa pamit dari mu" ucap ara yang terus menangis di pelukan ara
" gak sayang kamu gak salah , aku lah yang salah disini ,jika aku tidak menyia nyiakan mu dan tidak menganggap mu ada , kamu tidak akan pergi meninggalkan aku ,maafkan aku sayang, maafkan lah kesalahan ku yang dulu ,aku berjanji tidak akan mengulangi nya lagi" ucap arsad dengan semua penyesalan nya
__ADS_1