
Riska , arsad dan yang lain nya berlari menuju ke tempat praktek dokter Assyfa
" assalamualaikum" ucap arsad saat memasuki ruangan
" wallaikumsalam " jawab ruri , ara dan dokter Assyfa bersamaan
" sayang , kamu gak papa kan ? Dokter bagai mana ke adaan istri saya?" tanya arsad dengan perasaan yang cemas
" sebaik nya , ara segera di bawa ke rumah sakit , ara mengalami pendarahan , saya takut terjadi apa apa pada nya" jelas dokter Assyfa pada arsad
" baik dok , kalau begitu kami akan membawa aku ke rumah sakit" ucap arsad yang langsung menggendong ara ala bridal style
" dek kamu di sini aja sama yang lain nya ya" ucap arsad pada adik nya
" iya kak " jawab riska
" ruri dan dokter , bisa ikut saya ke rumah sakit?" tanya arsad pada ruri dan dokter Assyfa
" baik , kami akan ikut, ayo ruri" ajak dokter Assyfa, ruri hanya mengangguk kan kepalanya
Mereka langsung menuju ke mobil arsad, arsad memasuk kan ara ke dalam mobil dengan hati hati, sedari tadi ara hanya diam , ia tidak berani berkata apa apa , ia hanya takut terjadi apa apa pada calon buah hati mereka
" silahkan masuk dokter , ruri" ujar arsad yang langsung berlari ke arah tempat mengemudi, setelah masuk semua ke dalam mobil , arsad langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang
" sayang ,apa masih sakit?" tanya arsad di sela sela ia mengemudi
" dah gak sesakit tadi mas" jawab ara dengan lirih
" ara , apa kamu masih merasakan darah nya keluar ?" tanya dokter Assyfa
" tidak dokter , aku terakhir merasakan nya saat di ruangan dokter tadi" jawab ara
dokter Assyfa langsung memeriksa perut ara dengan perlahan
" baga mana dok?' tanya ruri pada dokter Assyfa
__ADS_1
" detak jantung bayi nya masih terasa , meski pun lemah " jawab dokter Assyfa
" anak saya pasti selamat kan dok?" tanya ara yang kembali meneteskan air matanya
" iya ara , anak kamu pasti selamat , dia akan baik baik saja, sekarang kamu jangan banyak pikiran ya , kamu sekarang berdoa dan berpikir positif , dengan begitu akan membuat kamu semakin rileks , kalau kamu cemas dan berpikir yang tidak tidak , maka akan mengakibatkan tekanan untuk bayi mu nanti ,jadi berpikir lah positif ara , kamu harus yakin kalau anak kamu akan baik baik saja" jelas dokter Assyfa untuk menyemangati ara
" sayang , benar apa kata dokter Assyfa ,kamu harus berpikir positif dan yakin kalau anak kita akan baik baik saja" ucap arsa yang membenarkan ucapan dokter Assyfa
" kamu pasti bisa ra " ujar ruri sambil menepuk bahu ara , ara pun tersenyum dan menganggukkan kepala nya
Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit yang tak jauh dari pondok pesantren
arsad langsung menggendong ara untuk memasuki UGD , di dampingi oleh dokter Assyfa dan ruri
Setelah masuk ke ruangan UGD dokter Assyfa menjelaskan ke adaan ara saat ini kepada dokter di rumah sakit, setelah mendengar penjelasan dokter Assyfa , ara langsung mendapatkan penanganan khusus dokter kandungan
saat ini ara sedang di periksa oleh dokter kandungan , setelah menunggu beberapa saat dokter itu ke luar dari ruangan yang memeriksa ara
" dokter , bagai mana ke adaan istri saya?" tanya arsad yang langsung menghampiri dokter kandungan itu
" baik dok, ruri , kamu bisa tolong jaga ara " tanya arsad pada ruri
" bisa " jawab ruri
" terimakasih , dokter Assyfa , ayo ikut saya ke ruangan dokter itu" ajak arsad pada dokter Assyfa , dokter Assyfa hanya mengangguk kan kepalanya sebagi mengiyakan ucapan arsad
Mereka pun menuju ke ruangan dokter kandungan itu, saat ini arad di temani oleh dokter Assyfa
" jadi bagai mana dok ke adaan ara?" tanya dokter Assyfa pada dokter kandungan itu
" Allahamdulilah keduanya baik baiak saja , namun saya saran kan untuk ibu ara di rawat inap beberapa hari kedepannya untuk masa pemulihan , saat ini ke adaan bayi yang ada dalam kandungan ibu ara sangat lah lemah " jelas dokter kandungan itu
" alhamdullilah , tidak apa apa dok kalau itu demi ke baikan istri saya dan ank saya" ucap arsad
" ya pak arsad , sebaik nya kejadian seperti ini jangan terulang lagi pak , jika sampai terulang lagi saya tidak akan menjamin kalu anak dan istri anda akan baik baik saja " ucap dokter kandungan itu
__ADS_1
" baik dok , saya akan menjaga istri saya lebih ketat lagi , saya jamin kejadian seperti ini tidak akan terulang lagu" ucap arsad
Setalah mendengar penjelasan dari dokter mengenai keadaan ara arsad dan dokter Assyfa pun kembali ketempat ara di perisa tadi
" pak arsad , dokter , bagai mana ke adaan ara, dan anak nya?" tanya ruri yang masih menjaga di depan ruangan tempat ara di periksa
" ara dan anak saya baik baik saja , mereka harus di rawat beberapa hari" arsad yang menjawab ucapan ruri
" alhamdulilah kalau mereka baik baik saja" ucap ruri lega mendengarkan ucapan arsad tadi
" oh ya ruri , apa kamu tau bagai mana ke jadian yang sebenarnya?" tanya arsad pada ruri
" aku tidak tau pak, tadi aku baru selesai mengajar , terus mau membeli minuman di supermarket , belum sampai supermarket aku melihat ara yang tangah terduduk di tanah bersama adik anda" jelas ruri
" baik lah aku akan menyelidiki , siapa yang berani mencelakai istri ku, aku tidak akan tinggal diam kalau dia berani menyakiti istri dan anak ku" ucap arsad dengan serius
***
Di pondok pesantren sedang heboh tentang berita ara yang mengalami pendarahan , riska sudah menceritakan kejadian yang sesungguh nya kepada abah ansor dan yang lain nya
umi hasnah pun langsung mengambil tindakan , ia langsung memanggil ustazah halimah untuk kerumah nya
" assalamualaikum" ucap salam seseorang yang datang ke rumah abah ansor
" wallaikumsalam " jawab umi hasnah abah ansor
Sedangkan zaki, ustad riki, rudi ,novi, riska dan lisa sedang menguping di ruangan di sebelah ruang tamu
" silahkan masuk halimah, silahkan duduk" ucap umi hasnah dengan ramah ,menganggap seolah olah tidak terjadi apa apa
" terimakasih umi " ucap ustazah halimah dengan sopan , ia langsung duduk di kursi yang ada di ruang tamu rumah abah ansor
" bagai mana kabar kamu halimah?' tanya abah ansor basa basi sebelum membicarakan pokok pembicaraan
" baik , ustad , oh ya kalau boleh saya tau , kenap ustad dan umi memanggil saya ke sini?" tanya ustazah halimah yang heran kenapa dirinya di panggil ke rumah seorang pemilik pesantren ini
__ADS_1
Umi hasnah dan ustad ansor saling pandang , untuk mengisyaratkan apa kah sekarang saat nya mengadili ustazah halimah