Aku Selingkuhan Suamiku

Aku Selingkuhan Suamiku
80


__ADS_3

perdebatan mereka pun berhenti ketika bima dan yang lain nya sampai di rumah orang tua arsad


" assalamualaikum" ucap bima, lisa novi dan rudi


" wallaikumsalam " jawab mereka yang ada di ruang tamu


" eh kalian , silahkan masuk dulu " ucap mama risa yang mempersilahkan mereka masuk


" terimakasih tante" jawab bima dengan sopan


" zaki mana?" tanya arsad yang tak melihat zaki


" kita gak tau , kita kira dia sudah ada di sini" jawab rudi


" iya mangkanya kita langsung ke sini" ujar bima


" coba di telfon mas " usul ara, arsad langsung mengambil henfon nya di dalam saku nya dan langsung menghubungi no zaki


Beberapa kali arsad menghubungi zaki namun tidak ada jawaban dari zaki


" gimana sad? Tanya bima


" gak di angkat " jawab arsad


" ya udah kita tinggal aja , mungkin aja ia ada keperluan mendadak yang gak bisa di tinggalin" ujar rudi


" iya sad , kalau dia mau ikut suruh nyusul aja ," ucap bima


" ya udah ayo kita kita berangkat" ucap asad yang langsung berangkat dari duduk nya


Mereka pun langsung pamit pada kedua orang tua arsad .mereka hanya menggunakan dua mobil , satu mobil rudi, yang di mana ada bima , lisa , rudi dan novi, sedangkan mobil arsad ada ara dan riska


Setelah mereka semua sudah masuk ke dalam mobil , tiba tiba zaki yang baru turun dari taksi pun berlari ke arah mobil arsad


" woy tungguin aku!" teriak zaki sambil berlari


" buruan masuk" teriak arsad dari dalam mobil


Zaki pun langsung memasuk kan tas nya ke dalam bagasi belakang mobil arsad dan langsung masuk ke dalam mobil


" eh ada ara, ya udah deh aku belakang aja" ucap zaki yang membuka pintu samping kemudi dan ternyata sudah ada ara


" zaki , kamu duduk di sini aja , biar aku yang duduk di belakang sama riska" ujar ara yang hendak turun dari mobil

__ADS_1


" tapi sayang" arsad hendak protes namun di potong oleh ara


" mas , kalau zaki di belakang sama riska , kan mereka bukan muhrim nya " jelas ara yang memotong ucapan arsad, arsad hanya bisa menghela nafas dan menuruti ucapan istri nya


" riska ikut?" tanya zaki


" iya" jawab ara singkat , ara langsung pindah tempat duduk di belakang bersama riska


setelah semuanya beres mereka pun langsung melanjutkan perjalanan yang tadi sempat tertunda sebentar karena zaki


" kenapa kamu tadi bisa telat?" tanya arsad yang masih fokus mengemudi


" tadi malem aku gak bisa tidur , gara gara gak sabar menunggu hari ini" jelas zaki jujur


" jadi kamu ga sabar mau ke pesantren?" tanya ara


"wah semangat banget kakak zaki mau belajar agama nya , sampek sampek gak bisa tidur karena nungguin pagi" ucap riska yang ikut bicara


" ya semangat , tapi bukan untuk belajar , melain kan ingin bertemu ruri kan " celetuk asad yang masih fokus mengemudi


" kok tau sih bos" jawab zaki sambil tersenyum


" ku kura beneran semangat mau belajar , eh ternyata ada udang di balik rempeyek " cibir riska


Sepanjang perjalanan mereka banyak bercerita dan sambil bercanda , sehingga tak terasa mereka kini sudah sampai di pondok pesantren


" assalamualaikum " ucap semuanya saat sudah di hadapan rumah abah ansor


" wallaikumsalam " jawab abah ansor dan umi hasnah yang sudah menunggu mereka di teras rumah


" ayo silahkan masuk , anggap aja rumah sendiri" ucap umi hasnah yang mempersilahkan mereka masuk


" terimakasih umi" ucap ara


" silahkan duduk , umi bikin minum dulu untuk kalian" ucap umi hasnah yang langsung menuju ke dapur untuk membuatkan minum untuk mereka semua


Mereka pun masuk kedalam rumah abah ansor , merek duduk di kursi kayu yang ada di rumah abah ansor


" abah , perkenalkan ini teman teman arsad dan ara , mereka ikut ikut menimba ilmu juga di sini " ucap arsad yang memperkenalkan teman teman nya


" perkenalkan nama saya Ansor , kalian bisa memanggil saya abah ansor saja sama seperti arsad dan ara" ucap abah ansor memperkenalkan diri nya sendiri


" nama saya bima bah , saya sahabat nya arsad" ucap bima yang memperkenal kan diri nya sendiri, abah ansor pun mengangguk kan kepalanya

__ADS_1


" saya rudi bah , saya juga sahabat nya arsad"


" kalau saya zaki bah , saya sahabat sekaligus asisten arsad"


" saya lisa , saya sahabat nya ara "


" saya novi , sahabat ara dan lisa"


riska hanya diam ia melihat ke kiri ke kanan , entah apa yang gadis itu cari , semua orang sudah memperkenalkan diri nya sendiri sedangkan riska hanya sibuk dengan pemikiran nya sendiri


" kalau yang itu, siapa namanya?" tanya abah ansor sambil menunjuk riska yang tengah asik dengan pemikiran nya


Semuanya langsung menatap ke arah riska


" dek , perkenalkan diri kamu" tegur arsad yang menyadarkan riska dari pemikiran nya


" ah apa kak?" tanya balik riska , ia merasa bingung


" nama kamu?" ucap arsad yang sedikit kesal dengan adik nya


" kenapa dengan nama aku?" tanya balik riska yang tidak mengerti dengan kakak nya


abah Ansor pun tersenyum mendengar ucapan riska


" kamu pasti riska anak nya hasan kan?" tebak abah ansor , beliau tau karena sahabat nya itu pernah bercerita tentang anak anak mereka


" eh , kok abah bisa tau?" tanya balik riska


" udah bah , gak usah di ladenin dia ,dia memang seperti itu" ucap arsad


riska hanya mendengus kesal dengan ucapan kakak nya, semua orang yang ada di sana pun tersenyum


umi hasnah pun datang dengan membawa nampan yang aak besar berisi air minum dan sedikit cemilan untuk semuanya,


" silalah kan di minum, maaf umi cuma ada ini untuk di hidangkan" ucap umi hasnah sambil meletakkan minum dan sedikit cemilan


" terimakasih umi , maaf kami merepotkan umi" ujar arsad yang merasa tidak enak


" tidak merepotkan sama sekali " ucap umi hasnah dengan senyum ramah


mereka semua pun meminum minuman yang di sediakan oleh umi hasnah, saat mereka sedang menikmati hidangan nya , tiba tiba ada seseorang yang datang


" assalamualaikum" ucap seseorang laki laki yang langsung masuk ke dalam rumah abah ansor

__ADS_1


" wallaikumsalam" jawab mereka semua yang ada di ruang tamu , pandangan mereka tertuju ke arah laki laki yang baru masuk ke rumah abah ansor


' ya Alla ganteng banget, ini orang apa pangeran , ya Allah semoga dia masih jomblo , dan semoga dia menjadi jodoh ku' batin riska yang tek berkedip menendang laki laki itu , ia merasa kalau laki laki yang baru saja datang adalah laki laki idaman diri nya


__ADS_2