Aku Selingkuhan Suamiku

Aku Selingkuhan Suamiku
52


__ADS_3

saat ini ara sudah ada di kamar nya ,ia langsung berbaring ke tempat tidur nya ,karena kepalanya sangat lah pusing ,tak lama umi hasnah pun datang ke kemar ara


" assalamualaikum ara" ucap umi hasnah saat memasuki kamar ara


" wallaikumsalam umi" ucap ara sambil memegangi kepalanya


" kamu sakit ara, apa kamu tidak sarapan tadi" tanya umi hasnah sambil memijit mijit kepala ara


" aku sudah sarapan kok tadi umi, aku juga gak tau kenapa aku langsung tiba tiba ingin muntah " ucap ara yang bingung


" tunggu sebentar ya ara , dokter Assyfa sedang menuju ke mari" ucap umi hasnah


" terimakasih umi , dan maaf telah merepotkan umi " ucap ara yang merasa tidak enak


" umi tidak merasa di repot kan ara ,kita disini adalah keluarga , jadi kita harus saling membantu" ucap umi hasnah


" iya umi ,sekali lagi terimakasih" ucap ara


tok... tok...


" masuk" ucap umi hasnah


" assalamualaikum" dokter Assyfa masuk kedalam kamar ara


" wallaikumsalam" jawab ara dan umi hasnah


" kamu kenapa humairah , apa yang kamu rasakan saat ini" tanya dokter Assyfa


" tadi saya sedang mengajar dok ,terus tiba tiba saya langsung merasakan mual dan saya langsung berlari ke kamar mandi untuk muntah, setelah muntah muntah badan saya jadi lemas dan sekarang kepala saya sangat pusing sekali" ucap ara yang menceritakan keadaan nya


" baik lah saya periksa dulu ya ara, bisa tolong buka dulu jilbab dan cadar kamu" ucap dokter Assyfa dengan lembut


ara pun segera membuka cadar dan kerudung nya untuk dokter Assyfa lebih mudah memeriksanya


" masyaallah ara kamu cantik sekali , umi tidak menyangka kalau kamu menutupi berlian dengan cadar mu itu" puji umi hasnah yang melihat kecantikan ara


" bener apa kata umi hasnah ara kamu cantik sekali" ucap dokter Assyfa yang ikut memuji kecantikan ara


" terimakasih umi ,dokter" ucap ara

__ADS_1


baik lah ara saya akan memeriksa kamu dulu ya" ucap dokter Assyfa, ara hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya


dokter Assyfa mulai memeriksa ara ,dokter Assyfa merasa aneh dengan detak jantung ara yang ada dua ,seperti orang sedang hamil ,dokter Assyfa pun memeriksa bagian perut ara untuk memastikan kan nya


" ara ,maaf kalau saya lancang , apa kamu sudah pernah melakukan hubungan suami istri " tanya dokter Assyfa dengan lembut


" pernah dok bersama suami saya dulu sebelum saya ke sini" ucap ara


" jadi kamu sudah bersuami" tanya dokter Assyfa


" ya dokter" jawab ara


" begini ara , sebenarnya kamu tidak sedang sakit apa apa ,yang kamu alami saat ini adalah tanda awal kehamilan " ucap dokter Assyfa memberitahu


" saya hamil dok" tanya ara


" ya ara ,kamu sedang hamil" ucap dokter Assyfa


" alhamdulilah ,ara kamu hamil, sebentar lagi kamu akan menjadi ibu" ucap umi hasnah dengan tersenyum bahagia


" alhamdulilah ya Allah ,terimakasih Engkau telah menitipkan malaikat kecil ini di rahim hamba" ucap ara sambil menetes kan air mata nya sangking bahagia nya


" terimakasih dokter , saya akan menjaga nya dengan bik" ucap ara dengan bahagia


" selamat ya ara , ibu ikut senang dengar nya" ucap umi hasnah sambil tersenyum


" terimakasih umi" ucap ara


" baik lah ara , saya permisi dulu ya , nanti saya akan menyuruh santri untuk mengantarkan obat vitamin buat kamu" ucap dokter Assyfa


baik dokter , sekali lagi saya ucapakan terimakasih" ucap ara


" sama sama ara , mari ara , umi , saya permisi dulu , assalamualaikum" ucap dokter Assyfa pamit


" wallaikumsalam " ucap ara dan umi hasnah bersamaan


Dokter Assyfa pun pergi meninggalkan kamar ara


" ara " panggil umi hasnah

__ADS_1


" ya umi" ucap ara


" apa kamu tidak mau memberitahu ayah dari anak kamu, kalau kamu saat ini sedang mengandung anak nya" tanya umi hasnah , ara terdiam ia bingung sebenernya harus menjawab apa


" umi tau saat ini posisi kamu bagai mana ara , tapi ayah dari anak kamu harus tau kalau kamu saat ini sedang hamil anak nya" ucap umi hasnah yang mengerti kondisi ara saat ini


" maaf umi , bukan nya ku tidak mau memberi tahu ayah dari anak ku , tapi aku belum siap saat dia nanti tidak menerima anak ini " ucap ara yang mulai mengeluarkan air matanya


" baik lah jika kamu belum siap saat ini, tapi umi harap kamu harus memberi tahu kan nya , karena ia sangat berhak tau tentang anak nya" ucap umi hasnah


" iya umi nanti saat aku sudah siap aku akan memberitahu kepada nya , umi apa aku masih di perbolehkan untuk mengajar disini dalam keadaan aku hamil tanpa suami seperi ini" ucap ara


" ya tentu boleh lah ara , kamu itu hamil ada suami ara , jangan bilang kalau kamu hamil tanpa suami" ucap umi hasnah menasehati


" maaf umi , maksud aku tu tanpa di dampingi suami" ucap ara


" tentu saja boleh ara , nanti saat ada orang bertanya , jawab saja kalau kamu sudah memiliki suami di kota seberang , dan saat ini suami kamu sedang sibuk, sehingga kamu pergi kesini" ucap umi hasnah memberitahu ara agar tidak ada gosip tidak enak tentang ara


" terimakasih umi " ucap ara yang langsung memeluk umi hasnah


" sama sama ara, semoga nanti kamu bisa bertemu dengan suami kamu dan suami kamu bisa menerima kehamilan kamu dan anak yang ada di dalam sini" ucap umi hasnah sambil mengelus perut ara yang masih rata


" amin , terimakasih umi , aku sangat beruntung bisa bertemu orang seperti umi , aku merasakan seperti punya seorang ibu lagi" ucap ara sambil menangis


" sama sama ara , umi juga senang bisa bertemu dengan kamu , kamu boleh kok menganggap umi seperti ibu kamu sendiri , kebetulan umi tidak memiliki anak perempuan " ucap umi hasnah sambil mengelus elus rampuat ara


" assalamualaikum , ara " ucap ruri yang baru masuk ke kamar ara


" wallaikumsalam " jawab ara dan umi hasnah


" ruri , tolong tutup kembali , pintu nya" ucap ara yang melihat pintu kamar na terbuka uleh ruri, ruri segera menutup kembali pintu kamar ara


" ara apa kamu baik baik saja , aku tadi mendengar dari santri kalau kamu tadi mutah mutah " tanya ruri yang sangat mengkhawatir kan ara


" aku baik baik saja ruri" ucap ara sambil tersenyum , ia merasa senang di sini banyak yang perduli dan perhatian pada nya


" bagai mana kamu bilang baik baik saja , muka kamu aja pucat banget gitu, kita ke dokter aja yuk ra , aku takut kamu terjadi apa apa ucap ruri


" ruri, ara tadi sudah di periksa oleh dokter Assyfa , kata dokter Assyfa , ara sedang hamil muda" ucap umi hasnah yng mberi tahu ruri

__ADS_1


__ADS_2