Aku Selingkuhan Suamiku

Aku Selingkuhan Suamiku
74


__ADS_3

silvi pun terkejut dengan orang yang ada di samping nya


" arsad " ucap silvi pelan saat menyadari orang yang ada di samping nya, silvi tak menyangka kalau harus bertemu dengan arsad saat sedang membeli susu hamil


ara juga terkejut saat melihat silvi di samping suaminya , ia tak menyangka kalau akan bertemu dengan silvi lagi, setelah kejadian silvi ingin menjebak arsad


" silvi, kamu meli susu hamil juga?" tanya arsad yang membuyarkan lamunan silvi dan ara


" iiya , maaf saya duluan!" silvi langsung mengambil satu kotak susu ibu hamil dan langsung pergi dari sana


" apa silvi sedang hamil mas?" tanya ara yang penasaran , sebenarnya dalam hati ia marasa takut kalau anak yang ada di dalam kandungan silvi adalah anak arsad


" aku gak tau sayang" jawab jujur arsad ,ya memang arsad tidak tau kalau silvi sedang hamil , ia bertemu dengan silvi saat kejadian dirinya yang di jebak silvia ,untung saja ada ara yang menyelamatkan dirinya , sehingga rencana silvi gagal.


" mas.. kalau silvi hami apa kemungkinan dia hamil .." ara menghentikan ucapan nya ,ia merasa ragu untuk mengatakan nya


" hamil sama aku begitu , maksud kamu sayang!" tanya arsad yang menyambungkan ucapan ara , ia sudah bisa menebak apa yang akan di ucapakan ara


ara terdiam , ia tidak bisa menjawab ucapan arsad, ia berharap kalau silvi hamil bukan anak arsad, entah apa jadi nya kalau bener anak yang sedang di kandungan silvi itu anak arsad


arsad memegang kedua bahu ara ia tersenyum melihat mata ara yang nampak menunggu jawaban arsad tentang kehamilan silvi


" sayang , tatap mata aku dan dengarkan apa yang aku ucapkan , aku gak tau silvi hamil dengan siapa dan aku tidak pernah merusak wanita , wanita yang pernah aku sentuh luar dalam itu hanya kamu , jadi mana mungkin aku menghamili silvia"


kedua pipi ara memerah saat arsad mengatakan kalau dirinya tidak pernah melakukan hubungan intim bersama para mantan pacar nya dulu, ia juga tak menyangka arsad yang terkenal playboy cap kakap tidak pernah bermain ***


" apa masih ada yang ingin kamu beli sayang ,kita harus cepat pulang ,kalau kita terlambat pulang bisa kena marah aku sama mama!" arsad sambil melihat jam yang melingkar di tangan nya

__ADS_1


" em gak ada lagi mas" jawab ara


" ya udah ayo kita ke kasir untuk membayar belanjaan nya" ajak arsad yang langsung membawa belanjaan mereka ke kasir, ara hanya mengikuti arsad yang menuju ke kasir


setelah selesai membayar ara fan arsad langsung menuju ke delam mobil dengan arsad yang membawa barang belanjaan mereka


tak jauh dari supermarket itu silvia sedang mengintip ara dan arsad yang hendak memasuki mobil


" semoga kalian bahagia ,aku sudah menerima karma dari perbuatan ku dulu pada kalian " gumam nya sambil terus melihat ke arah mobil arsad yang meninggalkan parkiran supermarket


setelah kejadian silvi yang ingin menjebak arsad yang gagal ,silvi sangat kecewa, ia meluapkan rasa kecewanya dengan pergi ke klub malam


di sana lah ia berkenalan dengan yogi , perkenalan mereka sampai berlanjut ke hubungan intim , setelah itu mereka sering bertemu di apartemen silvi hanya untuk melakukan hubungan intim


setelah silvi hamil dan silvi mengatakan nya ke pada yogi ,bahwa dirinya tengah hamil anak nya dan ia juga ingin meminta pertanggung jawaban dari yogi, namun yogi hanya mengiyakan kalau dirinya mau bertanggung jawab , namun setelah yogi mengatakan ingin bertanggung jawab


setelah mobil arsad telah jauh meninggalkan supermarket silvi pun beranjak pergi dari sana


***


Setelah sampai di rumah ara dan arsad segera turun dari mobil , arsad yang langsung menurun kan belanjaan mereka dan membawa nya ke dalam rumah


" assalamualaikum " salam arsad dan ara saat mereka masuk ke dalam rumah


" wallaikumsalam , kalian sudah pulang ?" ucap mama risa yang baru keluar dari dapur


" ya ma "jawab arsad dan ara , arsad langsung membawa belanjaan nya ke dapur, dan menyuruh bik sum untuk membereskan nya

__ADS_1


setelah itu arsad mengajak ara menuju ke kamar mereka untuk membersihkan diri , setalah di dalam kamar


" kok malah tiduran , sana mandi sayang!" ujar arsad yang melihat ara yang malah tiduran di atas kasur


" capek mas" jawab ara yang lagi rebahan di atas kasur


Arsad pun mendekati ke arah ranjang tempat di mana ara rebahan , arad mengusap lembut perut ara yang masih rata itu, sontak ara terkejut dengan tangan arsad yang mengelus perut nya


" mau papa mandiin ya?"tanya arsad di perut ara sambil terus mengelus perut ara


" ii apaan sih mas , geli tau" protes ara saat arsad yang terus mengusap perut nya


" aku lagi ngobrol sama anak kita , kamu jangan ganggu sayang"


" nanti aja kalau mau ngobrol sama dia , kalau dia udah lahir "


" ya gak papa lah, ngajak ngobrol sekarang , biar dia sudah lahir nanti dia sudah mengenal papa nya"


" tapi aku yang yang geli mas!"


" ya udah deh kalau geli , sana mandi nanti keburu magrib , atau mau aku mandiin?" tanya arsad yang menggoda ara sambil mengedipkan sebelah matanya


" gak ,aku bisa mandi sendiri" ucap ara yang langsung beranjak dari tidur nya dan langsung berlari ke kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi


arsad tersenyum melihat tingkah istri nya yang langsung berlari ke kamar mandi


" baru di goda segitu aja udah lari , bagi mana kalau nanti aku meminta hak aku , bisa bisa pingsan dia, ah... Semoga aja gak deh , bisa tersiksa terus aku kalau dia sampai pingsan saat aku meminta hak ku nanti" gumam nya sendiri sambil melihat ke arah pintu kamar mandi

__ADS_1


" untung aku cepet cepet berlari ke kamar mandi , kalau gak mas arsad pasti akan terus mengajak aku mandi bareng , aku masih malu kalau untuk mandi bareng dengan nya, tapi nanti gimana kalau mas arsad meminta hak nya , masa aku harus kabur lagi sih , kalau aku gak memberikan hak nya aku bisa di laknat sama Allah , tapi kalau aku kasih aku masih malu , aaaaa aku harus bagai mana ini" ucap ara saat berada di kamar mandi , ia terus memikirkan bagai mana saat arsad nanti meminta hak nya sebagai suami nya


__ADS_2