
" riki ! sini nak ,perkenalkan ini teman teman arsad dan ara , mereka mau belajar di pesantren kita" ucap abah ansor
"perkenalkan nama saya riki, saya anak bungsu abah ansor" ucap riki memperkenalkan diri
Tak kala dengan riki , bima, rudi , novi, lisa pun mengenalkan diri mereka masing masing, sedangkan riska masih terbengong melihat riki
" hem , dek" tegur arsad pada riska yang sedari tadi memperhatikan riki dengan seksama , sampai ia tak berkedip lagi
Riska tak mendengarkan ucapan sang kakak , ia masih memandang wajah tampan riki, hal itu membuat arsad semakin geram dengan sang adik , ia beranjak dari duduk nya langsung menghampiri sang adik yang masih dengan lamunan nya.
Arsad langsung mengusap wajah riska dengan sedikit agak kasar , ia berharap kalau riska sadar dari lamunan nya
" iii kakak" riska yang kesal dengan sang kaka , ia terkejut kala sang kaka mengusap wajah nya dengan sedikit agak kasar, karena sang kakak hayalannya yang indah , harus musnah karena sang kak
" apa!, kamu kalau gak mau dengerin kakak , mendingan jamu pulang aja , nanti kakak bakal telfon papa buat minta supir jemput kamu di sini" ujar arsad yang sudah kesal dengan sang adik
semua orang yang ada di sana hanya bisa menonton perdebatan antara adik dan kaka, tanpa ada yang berani ikut campur
" jangan kak , jangan telpon papa ,aku kan gak buat salah apa apa , aku juga gak membantah ucapan kakak" ujar riska membela dirinya sendiri
" terserah kamu , mulai sekarang kakak akan memberikan perturan buat kamu ,kamu harus menjaga pandangan kamu dari orang yang bukan muhrim kamu , dan peraturan yang lain nya nanti akan kakak tulis di kertas , kalau kamu gak mau nurut sama peraturan yang kakak buat , kamu kakak pulangkan ke rumah" jelas arsad pada sang adik
Ara tersenyum melihat perlakuan arsad pada sang adik , ia merasa bangga pada arsad , ara menjadi kagum dengan arsad , ia yakin jika nanti anak mereka lahir maka arsad akan menjaga dan memberikan contoh yang baik untuk anak nya kelak
" iya kakak , aku akan menuruti peraturan kakak, tapi jangan pulangkan aku" mohon riska pada sang kakak, sambil menunduk kan kepalanya
" kita liat aja nanti" arsad dengan cuek, ia langsung kembali ke tempat duduk nya kembali
__ADS_1
' kamu gak salah pilih ra , arsad memang pantas untuk kamu' batin riki yang melihat perlakuan arsad pada sang adik
" sudah sad , riska kan belum mengerti , kamu harus sabar untuk mengajari nya dan memperingati nya dengan lembut, agar dia bisa mengerti" abah ansor menasehati arsad
" tu kak, dengerin apa kata abah ansor , yang lembut " ucap riska dengan gaya nyolot nya , riska memang terkadang seperti itu , ia kan berubah setelah ada yang membelanya
Arsad hanya melirik tajam pada sang adik , hal itu membuat nyali riska langsung menciut , ia dan kakak nya memang selalu bertengkar dalam hal sepele, tapi riska bisa membedakan mana yang kakak nya marah beneran atau marah bercanda
" iya bah" jawab arsad
" sabar , anggap aja ini adalah latihan saat saat nanti anak kita sudah lahir" bisik ara pada suami nya
Arsad pun langsung tersenyum kecil saat mendengar ucapan istri nya
' mit amit deh , anak aku seperti riska' batin arsad , ia tidak mau kalau anak nya akan seperti riska yang selalu membantah dirinya dan selalu membuatnya kesal
sedangkan yang laki laki akan tinggal di rumah ustad ansor, karena di sana ada beberapa kamar yang kosong
Setalah mendiskusikan tempat tinggal sementara mereka di pesantren , para perempuan pun langsung menuju ke asrama para ustazah , arsad pun mengantarkan ara dan sang adik menuju ke kamar mereka , sedangkan novi dan lisa juga satu kamar yang tepat nya di sebelah kamar ara dan riska
" sayang , kamu baik baik di sini ya , kalau ada apa apa segera hubungi aku , dan tolong liatin peliharaan kita satu itu , jangan sampai membuat onar " ujar arsad sambil meletakkan kan barang barang milik ara dan riska di kamar ara
" peliharaan !!, enak aja , cewek secantik aku kan gini di samain sama peliharaan " ucap riska dengan cemberut, ia tidak terima di sama kan dengan peliharaan
" mas , jangan seperti itu, kasihan riska , masa di samain sama peliharaan!" tegur ara yang membela adik ipar nya
"iya sayang gak lagi , sayang aku balik ke rumah abah dulu ya , oh ya jangan sungkan kalau kamu mau menegur dia , kalau dia salah , kalau dia gak mau dengerin ucapan kamu , kamu langsung lapor sama aku , biar aku langsung menelpon papa , buat jemput dia " ujar arsad sebelum meninggalkan ara di kamar bersama dengan sang adik
__ADS_1
" iya mas" jawab ara sambil tersenyum
" dek , balik badan" perintah arsad pada sang adik
" iii kenapa sih aku harus balik badan" kesal riska
" buruan , bisa gak sih nurut , gak usah bantah terus!" arsad yang mulai kesal lagi dengan sang adik
Riska langsung mebalik badan nya menghadap ke tembok
" puas" ucap nya kesal
Arsad pun langsung tersenyum saat melihat sang adik membalik kan badan nya, ia langsung menutup pintu kamar ra sedikit , ara menatap heran dengan suami nya katanya mau balik ke rumah abah Ansor kenapa malah menutup pintu kamar nya
Dengan gerakan cepat arsad langsung membuka cadar ara dan langsung mencium bibir ara saat cadar nya terbuka , ara langsung melotot tak percaya dengan apa yang di lakukan suami nya, jantung nya langsung berdetak lebih cepat dari biasanya , ia takut kalau sang adik ipar akan melihat secara langsung apa yang di lakukan arsad padanya
" udah belom, aku aku ke kamar mandi " ucap riska , dengan kesal
Sontak mendengar ucapan riska arsad pun langsung melepaskan ciuman nya pada ara, ia mengelap ujung bibir ara yang basah , karena ulah nya, ia tersenyum melihat wajah ayu sang istri
" udah " jawab singkat arsad
riska langsung berjalan ke kamar mandi dengan cemberut
" sebenarnya apa sih yang di lakukan mereka berdua , kenapa au di suruh balik badan tadi" gumam riska yang saat ini sudah di kamar mandi
" sayang , aku balik ke rumah abah dulu ya, dan terimakasih vitamin nya" ucap arsad yang langsung mengecup sekilas bibir sang istri
__ADS_1
" assalamualaikum sayang" ucap arsad yang langsung keluar dari kamar ara dan riska , tak lupa ia langsung menutup pintu nya kembali.