
Setelah malam itu sikap arsad sangat banyak berubah saat bersama ara, hari hari mereka lewati dengan harmonis dan sedikit gombalan gombalan dari arsad
Saat ini ara sedang bersiap siap untuk mengantarkan makan siang kepada arsad di kantornya , ia senyum senyum sendiri saat melihat kotak nasi yang ia pagang
" semoga mas arsad suka dengan masakan aku " gumam ara sambil tersenyum senang
Ara saat ini di antar oleh supir menuju ke kantor arsad , setelah beberapa menit mereka pun sampai di gedung yang sangat tinggi , gedung yang di mana tempat arsad bekerja
" kita sudah sampai non, mau saya antar kan ke ruangan aden non?" tanya supit itu pada ara
" gak usah pak , biar saya sendiri aja , saya juga mau sekalian mau liat liat kantor nya mas arsad" tolak ara dengan halus
" baik lah kalau begitu , saya tunggu di sini saja ya non!" ujar supir itu
" eh gak usah pak , mendingan bapak pulang aja , nanti aku akan pulang bersama mas arsad saja "
" baik non , hati hati ya non!"
" baik pak , saya turun dulu ya pak" ucap ara yang langsung keluar dari mobil
" iya non"
Setelah ara keluar dari mobil , mobil itu pun tak lama langsung meninggalkan ara sendiri di depan kantor arsad
Ara pun langsung berjalan masuk ke dalam kantor arsad , ia langsung menemui resepsionis yang berada tak jauh dari pintu masuk
" assalamualaikum" ucap ara saat menghampiri resepsionis
Dua perempuan yang menjaga resepsionis itu pun langsung melihat ke arah ara ,mereka belum menjawab salam ara , namun mereka melihat penampilan ara dari bawah sampai ke atas
" wallaikumsalam , ada yang bisa kami bantu?" tanya resepsionis 1
"apa , mas , eh maksud saya apa pak arsad ada di ruangan nya, dan boleh tunjuk kan kepada saya di mana ruangan nya?" tanya ara dengan sopan dan lembut
" mau apa , kamu mencari pak arsad , asal kamu tau ya kami tidak akan tertipu dengan penampilan kamu yang seperti ini , sebaik nya kamu segera pergi dari kantor ini " ucap resepsionis 2
__ADS_1
" tapi saya kesini_" ucapan ara terpotong
" gak ada tapi tapia , sebaik nya kamu pergi dari sini sebelum kami panggil satpam untuk mengusir mu" tegas resepsionis 1 sambil menunjuk pintu keluar
" dasar wanita murahan , pasti modus baru yang mau menggoda pak arsad" ucap resepsionis 2 dengan menatap ara dengan tatapan sinis
"huff, kalau saya gak boleh ke ruangan pak arsad , bisa tolong panggilkan beliau ke sini ?" pinta ara yang masih bersikap santai
" heh , dasar cewek murahan , kamu itu gak tau diri banget sih , memang nya siapa kamu berani menyuruh pak arsad untuk menemui kamu di sini?" bentak resepsionis 2 pada ara
" udah sana , keluar dar sini, pak satpam..... Tolong usir perempuan murahan ini " teriak resepsionis 1 yang memanggil pak satpam untuk mengusir ara
Kedua satpam yang berjaga di pintu masuk kantor pun langung berlari kecil mendekati meja resepsionis , untuk mengusir ara
" mari bu, silahkan pergi dari sini , tolong jangan buat keributan di sini" ucap satpam 1 dengan sopan pada ara
"tapi pa , saya mau mengantarkan ini untuk pak arsad" ucap ara pada satpam itu
" udah lah pak ,dia itu cuma mau cari perhatian , cepat usir dia dari sini" ucap resepsionis 2
" baik lah, tapi saya titip ini untuk pak arsad " ucap ara yang memberikan tas kecil yang berisi makan siang untuk arsad pada satpam 1
arsad dan zaki yang ingin keluar mencari makan siang bersama , melihat ada keributan di lobi kantor nya , mereka pun langsung menghampiri nya
" sayang" panggil arsad saat mengenali siapa wanita bercadar itu
Sontak semua orang yang ada di ana pun terkejut dengan panggilan arsad pada ara
" kamu sedang apa di sini, kenapa gak langsung keruangan aku?" tanya arsad yang langsung memeluk ara , belum sempat ara menjawab pertanyaan arsad , arsad langsung berjongkok di depan ara dan langsung dan langsung mengelus perut ara yang sudah mulai membuncit
" hay anak papa , kamu kangen papa ya " ucap arsad sambil mencium perut ara
Sontak ucapan arsad dan perlakuan arsad pun membuat satpam dan kedua resepsionis itu terkejut , seketika muka mereka berubah menjadi pucat
" mas , iii malu di liat orang" ucap ara yang menarik lengan arsad agar arsad berdiri
__ADS_1
" ngapain malu sayang, kamu kan istri aku , dan saat ini kamu sedang mengandung buah hati kita" ucap arsad sambil mengedipkan sebelah matanya
" hem , bos katanya mau mencari makan siang ?" tanya zaki pada arsad
" kamu pergi sendiri aja ya ki , aku mau makan sama istri tercinta" ucap arsad yang langsung merangkul bahu ara
" baik lah , kalau begitu saya pergi cari makan siang dulu, mari ara" ucap zaki , ara pun hanya mengangguk kan kepalanya , zaki langsung pergi meninggalkan mereka
" ayo sayang , ke ruangan keja aku aja , oh ya kamu bawa apa itu?" tanya arsad sambil menunjuk tas kecil yang ada di tangan ara
" oh ini , aku bawakan kamu makan siang mas" jawab ara dengan senyum manis nya di balik cadar
" yau dah , ayo kita bawa ke ruangan aku aja , kita makan di sana " ucap arsad yang mengajak ara ke ruangan nya, ara pun hanya menuruti ucapan arsad
Arsad dan ara pun pergi meninggalkan lobi kantor arsad, mereka menuju ke ruangan keja milik arsad, mereka tidak perduli dengan orang orang yang ada di sana
Setelah melihat kepergian arsad dan ara , resepsionis dan satpam itu pun sangat cemas , mereka takut kalau nanti ara mengadukan kepada arsad entang perbuatan mereka tadi kepada ara
" aduh , bagi mana ini , aku gak tau kalau perempuan itu adalah istri bos!" ucap resepsionis 1 yang cemas
" iya , aku juga gak tau , matilah kita kalau istrinya bos sampai mengadukan perlakuan kita tadi padanya , kita pasti akan langsung di pecat sama pak arsad" ucap resepsionis 2
" untungnya aku tadi tidak ikut membentak ibu bos , aku masih bersikap sopan padanya" ucap satpam 1
" sama , aku juga , aku masih bersikap sopan padanya"satpam 2 menimbali
" ya tapikan sama aja , kalian tadi ingin mengusir bu bos " ucap resepsionis 1
" iya betul tu, mau kalian bersikap sopan atau tidak , tapi kalian tadi mau mengusir buk bos" ucap resepsionis 2
" iya juga ya , aduh bagai mana ini , kalau sampai kita di pecat, mau makan apa kita , tau sendiri kan cari kerja saat ini sudah" ucap satpam 1 dengan mengusap wajah nya dengan kasar
" iya , kamu bener , apa lagi saat ini gajih kita bekerja di sini , lebih besar dari perusahaan lain nya"
" sudah sudah , nanti kita harus minta maaf sama buk bos , dan saat ini mendingan kita berdoa semoga , bu bos mau maafin kita dan kita gak di pecat dari perusahaan ini"
__ADS_1