
" yes , aku menang lagi "arsad tersenyum mengejek kepada bima
" ok aku akui kalau kali ini aku kalah , tapi permainan ini belum berakhir " ucap bima
" hay , kalian itu main game seperti orang lagi perang batin aja" ucap rudi
" iya , kalian tu kenapa , apa kalian sedang ada masalah" tanya zaki
" tanya aja nih sama bos kamu" ucap bima dengan sinis
" kalian ini kenapa sih perasaan tadi kalian baik baik saja , sad sebenernya ada apa ,kenapa kalian jadi seperti ini" tanya rudi
" iya, kalau kalian ada masala selesaikan dengan kepala dingin jangan dengan emosi , bicara kan baik baik " ucap zaki
" kalian berdua tanya aja sama dia , aku mau pulang" ucap bima yang langsung beranjak dari duduk nya dan langsung meninggalkan rumah arsad
" bim , bima " panggil rudi , namun tak di hiraukan sama bima
" bos , sebenernya kalian ada masalah apa sih" tanya zaki
" aku gak tau , dia tiba tiba aja marah sama aku" ucap arsad berbohong
" udah lah bos , gak usah nenutupi nya ,kita tau kok kalau kalian itu pasti ada masalah" ucap zaki
" iya sad , mendingan kamu jujur aja sama kita , siap tau kita bisa membantu jalan keluar nya" ucap rudi
" sebenarnya bima mendengar aku telfonan sama hara" ucap arsad jujur
" siap hara" tanya rudi
" ya dia pacar aku lah , dia cwek yang selama ini aku cari , aku sudah berjanji pada nya untuk menikahinya" ucap arsad
" terus ara mau kamu kemanain sad " tanya rudi
" ya ara , masih akan tetap jadi istri aku lah , sampai kapan pun ara akan tetap jadi istri aku" ucap arsad
" gila kamu bos, kamu akan menyakiti kedua dua nya" ucap zaki yang tak habis fikir dengan bos nya
" sad , jangan serakah , kamu sudah ada ara istri kamu yang sempurna" ucap rudi
"Tapi aku tidak mau ke hilangan kedua dua nya" ucap arsad
__ADS_1
" pantas saja bima sampai marah kepada mu bos , wanita yang ia cintai akan di duakan oleh suami nya" ucap zaki
" sudah lah tidak usah bahas bima , males aku" ucap arsad
" sad , sekarang aku tanya sama kamu , apa kurang nya ara , sampai kamu berselingkuh di luar sana" tanya rudi
Arsad terdiam , ia tidak bisa menjawab , sebenarnya alasan arsad itu hanya satu dia ingin menepati janji nya pada hara
" sad , aku peringatkan pada mu sebelum kamu menyesal, jangan sia siakan yang sudah menjadi milik mu ,karena apa, kalau dia sudah berusaha ingin melepas kan mu , maka dia tidak akan kembali lagi, dan kamu jangan pernah mencari yang lain , kalau kamu masih ada yang memiliki, karena apa , karena yang kamu cari belum tentu sesempurna punya mu sekarang" ucap rudi menasehati arsad
arsad terdiam mendengar kan ucapan rudi
" bener bos apa yang rudi katakan, berfikir lah bos , sebelum kamu menyesalinya" ucap zaki
" iya sad fikirkan baik baik , kita pulang dulu ya " ucap rudi
" iya , makasih ya sudah menjenguk aku " ucap arsad
" sama sama" ucap rudi
" aku juga pulang ya bos" ucap zaki
" siap bos" ucap zaki
" assalamualaikum" ucap rudi dan zaki bersamaan
" wallaikumsalam" ucap arsad
Zaki dan rudi pun meninggalkan rumah arsad dan ara, arsad langsung menutup pintu dan langsung menuju ke kamar nya
Di dalam kamar ia melamun , mengingat ucapan rudi tadi
" apa aku harus melepas kan hara ya , atau aku harus melepas kan ara.. Aaa... pusing kepala ku , aku tidak bisa menceraikan ara , dia terlalu baik dan sangat perhatian dengan ku , tapi hara juga baik dan perhatian dengan ku, jadi aku harus memilih siapa , apa aku terlalu serakah kalau aku menginginkan mereka berdua" ucap arsad yang sangat bingung
Tiba tiba henfon nya berbunyi pertanda ada yang menelfon nya arsad langsung melihat henfon nya tertulis nama silvi di layar henfon nya
" mau ngapain ni cwek" ucap arsad sendiri dan langsung mengangkat telfon dari silvi
" hallo , ada apa kamu telfon aku" tanya arsad dengan sinis
" maaf kalau aku ganggu waktu kamu , aku cuma mau pamit untuk pulang ke kota aku , kamu mau gak temenin aku makan siang , untuk perpisahan kita" ucap silvi, silvia memang sudah mengundurkan diri dari kantor arsad beberapa hari yang lalu
__ADS_1
" maaf aku gak bisa , aku sibuk" ucap arsad menolak ajakan sivi , karena ia masih pusing memikirkan masalah nya
" ayo lah sad ini untuk yang terakhir kali nya aku bertemu sama kamu , anggap aja ini untuk acara perpisahan kita , aku gak akan kembali lagi ke kota ini" silvia memohon
" ya udah deh , tapi janji ini yang terakhir , setelah ini kamu jangan ganggu aku lagi" ucap arsad
" baik lah , aku tunggu kamu di kafe xx ya " ucap silvia dengan senang
" ya " ucap arsad yang langsung mematikan sambungan telfon nya . Ia segera bersiap siap untuk pergi makan siang bersama silvia
Di tempat lain ara saat ini tengah melamun di kamar nya , ia sebenar nya tadi sempat mendengar percakapan arsad dengan teman teman nya dan ara juga tau kalau arsad dan bima saat ini sedang tidak akur
" apa aku mengaku saja ya pada mas arsad , kalau aku ini adalah hara , tapi aku takut nanti mas arsad akan marah pada ku , aku harus bagai mana ini , aku tidak mau kalau sampai mas arsad memilih hara dan mencerai kan aku" ucap ara yang tengah kebingungan
Tak lama henfon nya berbunyi pertanda ada yang menelfon diri nya
" lisa" ucap ara membaca nama yang tertera di henfon nya
" hallo , assalamualaikum" ucap ara saat sambungan telfon nya sudah tersambung
" wallaikumsalam ara " ucap lisa
" ada pa lis , menelfon ku" tanya ara
" kita jalan yuk , kita udah lama gak jalan bareng , kebetulan aku hari ini kerja setengah hari,mau ya ra , kita tu udah lama gak jalan bareng" ucap lisa membujuk ara
' apa aku iya aja ya ajakan lisa sekalian menenangkan fikiran yang lagi kusut ini' batin ara
" ra, kok kamu mah diem aja sih , mau ya ra" ucap lisa memohon
" iya seh aku mau , aku siap siap dulu ya lis" ucap ara
" ok sayang ku, aku tunggu kamu di kafe xx ya" ucap lisa
" baik lah" ucap ara
" aku matiin dulu ya ra , kamu bersiap siap lah da assalamualaikum" ucap lisa
" ya , wallaikumsalam" ucap ara
Sambungan telfon pun langsung di putus oleh ara, ara segera bersiap siap untuk pergi bersama lisa
__ADS_1