Aku Selingkuhan Suamiku

Aku Selingkuhan Suamiku
45. mencari ara 2


__ADS_3

bima , zaki dan rudi pun melotot ke arah lisa saat mendengar ucapan lisa barusan


" hehe ,maaf aku keceplosan" ucap lisa yang merasa tidak enak hati


" jadi kamu tau kalau ara jadi selingkuhan arsad" tanya rudi


" iya tau lah ,itukan ide dari aku hehe" ucap lisa cengengesan


" ara menjadi selingkuhan arsad karena ide kamu" tanya zaki


" iya pa , ara sering cerita tentang suami nya yang selalu cuek dan tidak memperdulikan nya " ucap lisa


" keren kamu , sampek terfikir memberi ide untuk ara menjadi selingkuhan arsad" ucap zaki mengacungkan jempol nya kepada lisa


" sudah nanti aja kita bahas itu, sekarang apa kamu tau ara sering pergi kemana saat dia lagi ingin sendiri" tanya bima pada lisa


" aku gak tau mas , selama ara sama aku dia gak pernah ngajak aku ke tempat tempat untuk dia menyendiri" ucap lisa


" duh bagai mana ini, kita harus memulai mencari dari mana" ucap bima kebingungan


" bagai mana kalau kita berpencar , aku sama rudi cari di stasiun kereta api, dan bandara ,kamu sama lisa cari ke terminal bus dan terevel " ucap zaki memberi ide


" ide bagus tu , dari situ kita bisa tau ara membeli tiket ke arah mana" ucap rudi


" baik lah kalau begitu ayo kita pergi sekarang, lisa kamu ikut saya ya" ucap bima, lisa pun mengangguk kan kepalanya


" ayo kita mencari ara" ucap rudi


mereka pun keluar dari kafe menuju mobil masing masing, bima dan lisa satu mobil mereka mencari ke terminal, sedangkan zaki dan rudi mencari ke stasiun dan bandara, namun tidak di temukan atas nama humairah membeli tiket di stasiun ,bandara ,dan terminal


mereka pun berkumpul kembali di sebuah kafe tempat mereka bertemu tadi


" bagai mana , apa kalian menemukan ara pergi kemana" tanya zaki saat melihat lisa dan bima baru datang


" tidak ada ,kemungkinan ara membeli tiket melalui calok yang ada di terminal" ucap bima memberi tau


" kalau di bandara dan stasiun tidak bisa membeli tiket dari calok , jadi kemungkinan besar ara pergi melalui stasiun " ucap zaki


" apa kamu sudah mengecek cctv di terminal itu" tanya rudi

__ADS_1


" sudah , sangat susah untuk mencari ara , dia kan menggunakan cadar , sedangkan di terminal itu bukan ara saja yang menggunakan cadar" ucap bima


" iya aku pun juga sudah untuk melihat orang orang bercadar di sana, sebab ara tidak pernah memakai sesuatu yang khusus untuk menandakan diri nya, aku saja cuma bisa memastikan kalau itu ara apa bukan hanya dari mata nya" ucap lisa


" apa tadi di cctv tadi kamu tidak bisa melihat mata nya " tanya rudi


" ya gak bisa lah , muka nya aja gak terlalu jelas kok , karena sangking banyak nya orang yang ada di terminal itu" ucap lisa


" terus kita harus bagai mana sekarang , aku kasihan dengan arsad kalau dia harus seperti ini terus" ucap rudi


" apa kita lapor polisi aja"ucap zaki memberi ide


" ara itu pergi dari rumah ,bukan di culik pa" jawab lisa


" tapi apa salah nya ,kita meminta bantuan dari pihak kepolisian untuk membantu kita mencari keberadaan ara" ucap zaki


" ada bener nya juga " ucap bima membenarkan ucapan zaki


" emm apa kalian tau bagai mana muka ara dan apa kalian tau foto ara" tanya rudi, bima dan zaki menggeleng , terus mereka semua melihat ke arah lisa


" eh , kenapa ni pada ngeliatin aku" tanya lisa yang bingung


" aku memang tau muka ara ,tapi kalau foto ara yang tidak menggunakan cadar nya aku gak punya, sebab dia yang tidak mau memperlihat kan wajah nya selain mahram nya, lagian juga kalau aku ada foto nya , bagai mana mencari ara nya , sedangkan ara menggunakan cadar setiap hari nya" ucap lisa


" iya juga ya" ucap bima , mereka semua bingung harus bagai mana lagi mencari ara


🌸🌸🌸🌸


di pondok pesantren ara baru saja pindah ke kamar nya sendiri , ia tidak lagi bergabung dengan ruri


Setelah membereskan barang barang nya


" alhamdulilah akhir nya selesai juga" ucap ara


Tok... Tok...


" assalamualaikum" seseorang mengucap sala di luar pintu kamar ara


" wallaikumusalam" ucap ara yang langsung membuka pintu kamar nya

__ADS_1


" hay ra , kamu udah selesai beres beres nya" tanya ruru


" baru aja selesai ruri, ada apa" tanya ara balik


" aku mau mengajak kamu ke supermarket buat beli kebutuhan bulanan seperti pembalut dan lain lain nya" ucap ruri mengajak ara


" ya udah tunggu bentar ya aku ambil tas dulu " ucap ara yang masuk kembali ke dalan kamar nya untuk mengambil uang dan tas nya


" ayo ruri " ajak ara saat sudah mengambil tas nya


" ayo kita jalan " ucap ruri


mereka pun berjalan menuju supermarket yang ada di dalam pondok pesantren, sesampai nya di sana mereka langsung mengambil semua kebutuhan yang mereka butuh kan


setelah memilih apa sayang yang ingin di beli ara pun mengecek nya kembali sambil menuju ke arah kasir dan


Buk....


belanjaan ara pun tumpah berserakan akibat ia menabrak seseorang


" astagfirullah " ucap ara yang merasa kaget melihat belanjaan nya terjatuh berserakan di lantai


" maaf , maaf saya gak sengaja" ucap riki , ya riki lah yang di tabrak oleh ara, riki langsung membantu mengumpulkan barang belanjaan ara


" gak udah biar saya aja yang mengambil barang barang saya, saya yang seharus nya minta maaf sebab saya berjalan tidak melihat ke depan " ucap ara yang meras bersalah dan juga merasa malu karena ia berbelanja tentang kebutuhan wanita


" kamu , kamu kan ustazah baru di sini , yang kemarin datang ke rumah bersama ruri, perkenalkan nama saya Riki anak ustad Ansor " ucap riki


" ah ya , saya Humairah , saya permisi dulu ya , maaf saya sedang buru buru" ucap ara yang merasa tidak nyaman berdekatan dengan seorang laki laki , entak karen apa setiap ia berdekatan dengan laki laki yabg bukan mahram nya ia selalu teringat dengan arsad


riki pun hanya melihat ara yang pergi menuju ke kadir untuk membayar belanjaan nya


" ruri apa kamu sudah selesai" tanya ara saat sudah di kasir bertemu dengan ruri , mereka tadi sempat berpisah untuk mencari kebutuhan masing masing


" sudah ara , apa kamu sudah selesai juga" tanya balik ruri


" ya aku sudah selesai , ayo kita balik ke kamar " ucap ara yang tak nyaman terus di perhatikan oleh riki, ya riki terus memperhatikan sampai ara keluar dari supermarket


" aku jatuh hati pada mu humairah , semoga saja nanti Allah dapat menyatukan kita dengan tali pernikahan" ucap riki sendiri yang melihat ara sudah keluar dari supermarket

__ADS_1


__ADS_2