
Saat ini arsad pergi terlebih dahulu dari ara , ia langsung pergi dari rumah menggunakan mobil sport kesayangan nya, ia langsung menuju ke kafe tempat bertemu dengan silvi
Sedang kan ara baru saja keluar dari kamar nya i juga ingin pergi menemui lisa
" seperti nya mas arsad pergi deh " ucap ara yang melihat mobil arsad tidak ada di garasi
" aku chat aja lah " ucap ara yang mengirim pesan untuk suami nya , kalau ia izin untuk keluar rumah bertemu dengan lisa
Setelah itu ara langsung memesan ojol untuk mengantar nya ke kafe tempat nya bertemu dengan lisa
Sesampai nya di kafe ara mencari keberadaan lisa, terlihat lisa melambaikan tangan nya , ara pun langsung menghampiri lisa
" assalamualaikum" ucap ara saat sampai di meja lisa
" wallaikumsalam" jawab lisa, ara pun langsung duduk di samping lisa
" kita mau keman lis" tanya ara
" kita makan dulu ya , aku belum makan soal nya" ucap lisa
" iya deh , tapi kamu aja ya yang makan aku gak , aku minum aja" ucap ara
" ok aku pesan makanan dulu di sana ya , kamu mau minum apa" tanya lisa
" jus alpukat aja , oh ya lis aku ke kamar mandi dulu ya " ucap ara
" iya , mau di temenin"ucap lisa
" gak usah lah , aku bisa sendiri" ucap ara yang langsung pergi ke kamar mandi kerena ia sudah tidak tahan ingin buang air kecil
Setelah selesai dari kamar mandi ara tak sengaja melihat silvia sedang mencampur kan sesuatu di salah satu minuman yang ia bawa
' itu kan , karyawan di perusahaan mas arsad dan dia juga pernah mejalani hubungan dengan mas arsad , eh dia masukin apa ke minuman itu' batin ara yang terus melihat ke arah silvia yang berjalan menuju ke sebuah meja yang di mana meja itu ada seorang laki laki
' itu kan mas arsad , sedang apa dia di sini bersama perempuan itu.. Apa jangan jangan minuman yang di beri serbuk tadi itu untuk mas arsad , aku gak boleh su'uzon dulu mendingan aku lihat dulu' batin ara yang meperhaatikan suami nya dengan silvia
Di meja arsad masih memikirkan ucapan rudi tadi , apa kah dia harus memilih salah satu dari ara dan hara
__ADS_1
" sad , ini minuman buat kamu , kamu di ajak makan gak mau " ucap silvia meletak kan sebuah minuman di meja arsad
" aku udah kenyang , tadi sebelum kamu telfon aku udah makan " jawab arsad berbohong padahal dia belum makan siang, ia sedang tidak enak makan karena ia sedang banyak fikiran
" ya , gak papa , makasih ya udah mau datang kesini , nemenin aku makan siang" ucap silvi
" ya sama sama" ucap arsad yang masih mengaduk ngaduk minuman nya , ia masih memikirkan masalah nya
' duh kok lama banget sih minum nya , ayo dong sad minum , biar kamu cepet jadi milik aku ' batin silvi
" oh ya , sad terimakasih selama ini aku sudah di perbolehkan bekerja di perusahaan kamu , dan makasih juga kamu juga udah mau jadi kan aku kekasih kamu meskipun cuma sebentar" ucap silvi yang masih menunggu arsad untuk meminum minuman nya
" sudah lah gak usah bahas masa lalu" ucap arsad yang tidak suka kalau orang lain itu membahas masa lalu nya
" iya maaf , sad kenapa minuman kamu di aduk aduk terus , gak di miimum" tanya silvi, yang sudah tidak tahan dengan arsad yang tidak meminum minuman nya, hnya di aduk aduk aja
" oh ya , inidi minum kok" ucap arsad yang langsug meminum minuman nya
' bagus , minum yang banyak sad, sebentar lagi kamu akan menjadi milik aku ' batin silvia dengan kegirangan
Di sisi lain ara yang sedang memperhatikan suami nya dangan perempuan lain ia sangat cemas , takut suami nya kenapa napa
" ra , ternyata kamu di sini , aku mencari kamu dari tadi gak baik balik" ucap lisa yang memegang bahu ara
" duh maaf ya lis , aku melihat mas arsad bersama perempuan yang di dulu bersama mas arsad di kantor nya" ucap ara
" mana ra" tanya lisa penasaran dan ara pun menunjuk ke arah meja rsad dan silvi
" itu kan silvi , dia udah risain dari kantor kok dia bisa sama bos sih" ucap lisa
" jad dia sudah berhenti " tanya ara
" iya , dia budah berhenti dari bebberapa hari lalu, kok dia di sini sama bos sih" tanya lisa heran
" aku juga gak tau lis , atdi aku melihat dia memasuk kan serbuk ke minuman mas arsad , aku takut mas arsad kenapa napa" ucap ara
" apa jangan jangan dia mau menjebak bos ya ra" ucap lisa
__ADS_1
" maksud kamu gimana lis" tanya ara yang bingung
" masud aku , apa mungkin silvi mau menjebak bos dengan cara memberi bos obat perangsang , agar bos mau tidur dengan nya dan dia bisa di nikahin bos" ucap lisa menebak nebak
" duh terus aku harus gimana ni lis , aku gak akan membiarka mas arsad tidur dengan wanita lain" ucap ara
" kita awasi mereka , jangan biarkan silvi berbuat yang tidak tidak kepada bos" ucap lisa, ara hanya mengangguk kan kepalanya
Kembali lagi ke meja arsad dn silvi
' kenapa kepala ku jadi pusing begini ya 'batin arsad sambil memijit kening nya
" kamu kenap sad " tanya silvia dengan senang , ' akhir nya obat nya bereaksi juga' batin silvia
" aku gak papa , aku mau pulang aja ya sil , kepala aku pusing" ucap arsad
" ya udah ayo aku anter kamu " ucap silvia
" gak usah aku bisa sendiri" tolak arsad
" gak ada penolakan , aku gak akan membiarkan kamu jalan sendiri dalam ke adaan seperti ini" ucap silvia sengan senyum tipis
" ya udah , anterik aku pulang aja ya" ucap rsad yang merasa kepala nya sudah sangat sakit
" iya , ayo aku bantu" ucap silvi silvi pun memapak arsad yang sedang memegangi kepalanya
" ra , suami kamu kenapa itu, gawat ra seperti nya suami kamu mau di bawa pergi sama silvi" ucap lisa
" duh terus aku harus gimana ini" ucap ara yang bingung
" begini aja ra, kamu ambil suami kamu dari silvi dan bawa pergi dari sini , kalau silvi itu biar jadi urusan aku" ucap lisa
" baik lah ayo kita kejar mereka sebelum mereka jauh" ucap ara , ar dan lisa pun berlari mengejar silvia yang sedang memapah arsad menuju mobil nya
" hey , mau di bawa ke mana suami saya " teriak ara yeng menghentikan silvia dan arsadyang sudah dalam pengaruh obat ,
" panas " ucap arsad yang ingin membuaka baju nya
__ADS_1
" aku gak ada urusan sama kmau , kamu jug agak usah mengaku ngaku" ucap silvia