Aku Selingkuhan Suamiku

Aku Selingkuhan Suamiku
82


__ADS_3

kabar kedatangan ara dan teman teman nya pun sampai ke telinga ruri, namun ruri saat ini sedang mengajar , jadi tidak bisa langsung menemui ara


Beda hal nya dengan ustazah halimah yang terlihat sangat tidak suka dengan kedatangan ara dan teman teman nya, terlintas dalam pikiran nya untuk memata matai ara, ia masih yakin kalau ara dan ustad riki miliki hubungan sampai membuat ara hamil


kini ara dan riska handak ke supermarket untuk membeli peralatan mandi dan cemilan


" mbak , disini nyaman banget ya , aku jadi betah tinggal di sini" ujar riska sambil menggandeng tangan ara


" ya , kamu benar , di sini selain udaranya sejuk , para satri di sini sangat lah baik dan ramah ramah"


" mbak dulu ke sini sama siapa?" tanya riska yang penasaran


" aku ke sini sama ruri , kami bertemu di terminal , dia yang mengajak aku ke sini"


" terus mbak ruri nya kemana ?" tanya riska lagi


" mungkin saat ini dia lagi mengajar, kalau tidak mengajar dia pasti sudah menghampiri ku" jawab ara sambil tersenyum saat mengingat ruri


" em , mbak ruri tu orang nya bagai mana ya mbak?"


" dia tu orang nya cantik ,baik dan asik "


" aku jadi penasaran sama mbak ruri" ujar riska yang penasaran dengan ruri


Saat mereka sedang asik berbincang bincang tiba tiba ustazah halimah menghadang mereka


" mau apa lagi kamu ke sini ra?" tanya ustazah halimah dengan sinis


" assalamualaikum ustazah" ucap ara dengan sopan


" wallaikumsalam, jawab pertanyaan aku tadi , mau apa lagi kamu ke sini ,apa jangan jangan kamu mau meminta pertanggung jawaban ustad riki ya?" ucap ustazah halimah


" astagfirullah hallazim , kami datang ke sini untuk memperdalam agama kami , kenapa ustazah sampai bisa berfikiran seperti itu" ara tak habis pikir dengan ustazah halimah yang masih menuduh nya ada hubungan dengan ustad riki

__ADS_1


" hay , apa maksud kamu bicara seperti itu sama mbak saya?" tanya riska yang tak kala sinis nya


" oh jadi kamu adik dari perempuan murahan ini , pasti kamu gak jauh bedanya sama mbak kamu ini , berhubungan sama siapa minta tanggung jawab nya sama siapa " ustazah halimah yang mengejek ara


" apa maksud kamu? Kamu itu seorang ustazah di pondok ini , seharus nya kamu itu tidak pantas berbicara seperti itu , kamu itu di sini sebagai contoh , jadi berperilaku lah dengan baik" ucap riska yang geram dengan ustazah halimah


" kamu tau apa anak kecil, seharus nya yang kamu nasehati itu mbak kamu itu, dia itu orang yang munafik dan sok suci, percuma dia pakek cadar kalau untuk menutupi aib nya, kalau kelakuan nya tak jauh beda dari perempuan murahan " ustazah halimah yang terus menghina ara


" tutup mulut anda ya , kalau kakak saya dengar anda menghina mbak saya , maka dia pasti akan menampar mulut kotor mu itu" ucap riska yang tidak mau kalah dari ustazah halimah


" riska , udah gak usah di ladeni , ayo kita pergi aja dari sini!' ajak ara yang tak mau memperpanjang masalah


" gak mbak , dia sudah keterlaluan , kita tidak bisa diam saja" ucap riska pada ara


" saya tidak menghina mbak kamu , itu memang kenyataan nya , asal kamu tau ya anak yang ada di dalam kandungan mbak mu itu bukan anak dari arsad, itu adalah anak dari ustad riki , selama di sini mereka memiliki hubungan sehingga ara hamil, jadi pantas dong kalau dia di katakan perempuan murahan" ucap ustazah yang terus menuduh ara memiliki hubungan dengan ustad riki


Plak!!!


Satu tamparan mendarat di pipi ustazah halimah, tamparan itu berasal dari ara


" berani kamu sama aku" ucap ustazah halimah yang langsung mendorong ara, sehingga ara langsung jatuh ke tanah


" mbak!"ucap riska yang terkejut saat melihat ara terjatuh


" haha itu balasan nya , karena kamu telah berani menampar saya" ucap ustazah halimah yang langsung pergi meninggalkan ara dan riska


"aaa perut ku" ucap ara merasa sakit di perut nya


" mbak ,mbak gak papa?" tanya riska yang khawatir dengan ara


" tolong mbak ris, perut mbak sakit" ucap ara dengan merintih kesakitan


" ara , kamu kenapa " tanya seseorang wanita yang baru datang menghampiri ara yang tengah duduk di tanah

__ADS_1


" ruri, tolong aku, perut aku sakit" ara sambil meneteskan air matanya


" mbak ruri , sebaik nya kita langsung bawa `mbak ara ke rumah sakit , aku takut terjadi apa apa sama keponakan aku" ucap riska yang sudah cemas dan ketakutan


" sebaik nya kamu , pergi ke rumah ustad ansor , untuk meminta bantuan , aku akan membawa ara ke dokter Assyfa " ucap ruri pada riska , ia juga sangat cemas melihat ke adaan ara yang ke sakittan seperti ini


" baik mbak , aku titip mbak ara ya" ucap riska


" ya ,cepat sana " usir ruri


Riska langsung berlari menuju rumah abah ansor , untuk meminta pertolongan


" ara kamu masih muat untuk jalan " tanya ruri


" ya , tapi pelan pelan ya ruri, perut aku sakit" ucap ara


" ya , ayo aku bantu" ruri yang membantu ara berdiri , namun saat ara berdiri terlihat ada darah yang yang tembus di baju putih ara


" ara , kamu berdarah" ucap ruri yang panik melihat darah yang ada di baju ara


"ah darah" ara yang terkejut saat ruri mengatakan ada darah


ruri langsung meminta bantuan kepada para satri untuk membantu mengangkat ara menuju ke tempat dokter Assyfa praktek , ruri tidak jadi menyuruh ara berjalan , ia takut akan menambah parah keadaan ara


Sesampai nya di tempat praktek dokter Assyfa , ara langsung di periksa oleh dokter Assyfa


" bagai mana ke adaan ara dok" tanya ruri yang berdiri di samping ara


" sebaik nya kita , harus membawa ara ke rumah sakit , ara saat ini mengalami pendarahan , saya takut terjadi sesuatu pada anak yang ada di dalam kandungan nya, di sini alat nya tidak memadai" ucap dokter Assyfa menjelaskan keadaan ara


" sebentar ya dok, kita tunggu suami nya dan ustad ansor, yang sedang di panggil " ucap ruri yang masih masih cemas dengan ke adaan ara


" dok, apa anak saya akan selamat?" tanya ara sambil menangis, ia takut terjadi sesuatu dengan anak yang ada di dalam kandungan nya

__ADS_1


" insyaallah ara, kita harus terus berdoa dan berusaha , kamu jangan banyak pikiran ya ,kamu haus yakin kalau anak kamu akan baik baik saja " ucap dokter Assyfa menguatkan ara


__ADS_2