Aku Selingkuhan Suamiku

Aku Selingkuhan Suamiku
49.


__ADS_3

ara hanya tersenyum mendengar ucapan ruri


" gak papa ruri , oh ya aku heran dari mana mereka bisa menggosipkan aku dengan ustad riki, padahal aku ketemu aja jarang sama dia , ngobrol berdua aja baru tadi, sebelum kamu datang" ucap ara yang merasa heran


" aku juga gak tau ra , tapi gosip tentang kamu dan ustad riki itu udah menyebar di pesantren ini" ucap ruri


" sudah lah biarkan saja orang mau berkata apa yang pentingkan kenyataan nya gak" ucap ara santai ,ia tidak mau ambil pusing dengan apa yang orang orang katakan


"iya juga ya " ucap ruri


" ruri kita ke supermarket depan yu ruri, aku pengen banget beli buah yang seger" ucap ara mengajak ruri


" ya udah ayo ,aku juga pengen beli buah " ucap ruri


mereka pun pergi membeli buah di supermarket yang ada di dalam pesantren, sesampai nya di sana mereka mulai memilih milih buah nya


"loh kamu gak jadi beli ra" tanya ruri yang melihat ara tidak membawa apa apa


" gak ada yang seger " ucap ara


" mau seger yang kaya gimana emang nya ,ini masih seger seger kaya gini kok bilang gak seger , aneh kamu" ucap ruri


" tapi aku pengen ya jangan yang kematengan kaya gitu, aku mau nya yang gak terlalu mentah dan gak terlalu mateng" ucap ara


" kalau kamu mau yang seperti itu mendingan kamu minta aja mangga nya umi, di samping rumah nya aku liat ada pohon mangga yang sedang berbuah lebat" ucap ruri memberi tahu


" yuk kita ke sana, eh gak jadi deh" ucap ara


" loh kenapa" tanya ruri heran


"nanti aku di kira mau deketin ustad riki lagi , kalau aku kesana " ucap ara


" ya gak lah ,kamu kan kesana buat minta mangga bukan buat deketin ustad riki" ucap ruri


" iya juga ya" ucap ara


" ayok aku temenin kalau mau minta kesana, sekalian aku juga mau tanya katanya mama aku kemarin nitip sesuatu sama beliau" ucap ruri


" y udah ayo kita kesana" ucap ara


mereka pun pergi menuju ke rumah ustad Ansor , sesampai nya di sana


" assalamualaikum" ucap ara dan ruri


" wallaikumsalam , eh kalian , ayo mari masuk" ucap umi hasnah yang mempersilahkan ara dan ruri masuk kedalam rumah nya


"ya umi, ayo ra" ucap ruri yang mengajak ara yang selau melihat ke arah pohon mangga

__ADS_1


" ah, ya" ucap ara yang langsung masuk mengikuti ruri dan umi hasnah


" silahkan duduk " ucap umi hasnah yang menyuruh ara dan ruri duduk di kursi ruang tamu


" terimakasih umi " ucap ara dan ruri yang langsung duduk di kursi tamu


" ada perlu apa kalian datang kesini , kalau umi boleh tau" tanya umi hasnah


" maaf umi kedatangan saya kemari mau menanyakan tentang titipan mama saya" ucap ruri


" ya Allah ruri , maaf kan umi , umi bener bener lupa ,kalau ibu kamu menitipkan sesuatu buat kamu, sebentar ya umi ambil dulu" ucap umi hasnah


" ya umi ,tidak apa apa" ucap ruru


umi hasnah pun pergi meninggalkan mereka berdua di ruang tamu, ara masih terus memandangi buah mangga yang ada di pohon nya


" hey, kamu liatin apa sih ,dari tadi fokus banget" tanya ruri


" aku ngeliatin buah mangga yang ada di pohon nya ,kok keliatan nya seger banget" ucap ara


" kamu ini kaya orang hamil aja ,ngeliat mangga nya sampek segitu nya" ucap ruri


" emang nya kepengen makan mangga, harus hamil dulu" ucap ara


" gak juga sih hehe" ucap ruri


' apa bener aku hamil ,padahal aku baru melakukan nya sekali dengan mas arsad, eh bukan sekali tapi berkali kali dalam satu haru, tapi aku kan belum telat datang bulan , tinggu nanti lah ,kalau aku telat , coba coba tes ' batin ara


" ah ,gak kok aku gak ngelamun apa apa" ucap ara


tak lama umi hasnah datang membawa sebuah bingkisan


" ini ruri , titipan dari ibu kamu, maafin umi ya ,,umi bener bener lupa , kalau ibu kamu menitip kan sesuatu buat kamu" ucap umi hasnah merasa bersalah


" oh iya umi gak papa , namanya juga manusia umi ada kala kita lupa" ucap ruri


" ya ,kamu bener kadang udah di inget inget bisa lupa " ucap umi hasnah sambil tersenyum


" hehe iya umi, ra sana ngomong sama umi " ucap ruri menyenggol lengan ara


" mau ngomong apa ra , ngomong aja jangan sungkan sungkan sama umi" ucap umi hasnah


" emm umi apa ara boleh minta mangga nya satu" ucap ara dengan ragu ragu


"oh boleh ara ,silahkan aja ,tapi buah nya sangat tinggi,eh tunggu sebentar ya ,nanti umi minta orang buat ambilkan mangga buat kalian " ucap umi hasnah yang langsung beranjak dari tempat duduk nya


" eh gak usah umi biar kita ambil sendiri aja" ucap ara yang tidak mau merepotkan orang lain

__ADS_1


" memang nya kalian bisa" tanya umi


" insyaallah bisa umi ,kami cari yang terjangkau saja" ucap ara


" ya sudah ambil lah semau kalian " ucap umi hasnah


" terimakasih umi ,ayo ruri kita mabil sekarang" ucap ara mengajak ruri


" ya ,umi kami mau ambil mangga dulu dan sekalian pamit pulang ya umi" ucap ruri


" iya " ucap umi hasnah


" assalamualaikum" ucap ara dan ruri sebelum meninggalkan rumah ustad Ansor


" wallaikumsalam" ucap umi hasnah


ara dan ruri pun meninggalkan rumah ustad ansor dan menuju ke pohon mangga yang ada di samping rumah ustad Ansor


" ra ,sepertinya tinggi tinggi sekali buah nya" ucap ruri yang melihat pohon mangga


" kita cari gala , di sekitar sini" ucap ara yang mencari gala untuk memetik buah mangga


percakapan mereka terdengar oleh riki kebetulan pohon mangga nya di samping kamar riki , riki pun mengintip dari jendela kaca kamar nya , ia melihat ara dan ruri sedang ingin memetik mangga


" humairah , ruri,sepertinya mereka tengah kesulitan mengambil buah mangga, aku bantu aja ah" ucap riki yang buru buru keluar dari kamar nya melalui jendela


"assalamualaikum" ucap riki yang mengagetkan ara dan ruri


" astagfirullah " ucap ara dan ruri bersamaan kaget


" hehe kaget ya" ucap riki sambil tersenyum


" ii ustad ngagetin aja" ucap ruri


" hehe maaf ya ,oh ya salam aku belum di jawab loh" ucap riki


" wallaikumsalam" ucap ara dan ruri bersamaan


" kalian sedang apa di sini" tanya riki


" mau ngambil mangga ustad" jawab ara


" apa sudah dapat mangga nya" tanya riki


" belum tad , kami lagi mencari gala buat ngambil nya " ucap ara


" sini aku bantu mengambil nya, kalian mau berapa buah" tanya riki lagi

__ADS_1


" tidak usah ustad kami bisa ambil sendiri" ucap ara menolak


namun riki langsung memanjat pohon mangga nya dan mengambil kan buah mangga untuk ara ,tanpa mendengar penolakan dari ara


__ADS_2