
ara mulai membuka matanya saat mendengar suara azan ashar
"apa ini sudah sampai di rumah?, perasaan tadi aku tidur di mobil , apa mas arsad yang menggendong ku ke kemar ini?" gumam ara yang menyadari kalau dia sudah tidur di kamar arsad, ara melihat ke arah samping nya ,ternyata arsad sedang tertidur
ara ingin sekali menyentuh wajah arsad , ia pun perlahan mulai memberanikan diri nya untuk memegang hidung arsad yang mancung
" mancung banget sih hidung ini, bulu matanya juga sangat lentik , kalau kamu cewek pasti cantik banget hihihi" ucap ara sambil tertawa kecil membayangkan arsad jadi perempuan
ara terus membelai wajah arsad dengan menggunakan telunjuk nya
" ganteng banget sih mas kamu , sangking ganteng nya banyak perempuan di luar sana yang menginginkan kamu "ara yang masih membelai wajah arsad
" tapi aku hanya milik kamu!" jawab arsad dengan mata terpejam
ara pun terkejut saat mendengarkan ucapan arsad ,ia menjauhkan tangan nya dari wajah arsa dan beranjak mundur kebelakang
" mmas sudah bangun?"tanya ara dengan gugup saat ketahuan ia sedang membelai wajah arsad
" ya aku terbangun saat ada seseorang membelai hidung ku, dan mengatakan kalau aku sangat cantik kalau jadi perempuan " yang masih memejamkan matanya, ara pun terdiam ia sangat malu saat ketahuan telah membelai wajah arsad tanpa izin terlebih dahulu
" kenapa berhenti sayang ,sini di lanjut lagi membelai wajah ku!" ucap arsa yang langsung membuka matanya dan melihat ke arah ara
" emm, maaf mas aku gak bermaksud-" ucapan ara terpotong oleh arsad yang menarik tangan nya sehingga ara jatuh di samping nya
" ssstttt temani aku tidur sayang" ucap arsad yang langsung memeluk ara , jantung ara langsung berdetak lebih cepat dari biasanya
" kenapa jantung kamu ,berdetak lebih cepet sayang?, seperti abis lari maraton saja" tanya arsad sambil tersenyum , sebenernya ia tau apa yang menyebab kan detak jantung ara berdetak lebih cepet
" mmas , aku mau sholat ashar dulu ,tadi sudah azan" ucap ara yang beralasan ingin menghindar dari arsad
" tunggu sebentar lagi sayang" bisik arsad di telinga ara , hal itu membuat ara semakin tegang dan gugup
" tatatapi sholat gak boleh di tunda tunda mas" jawab ara dengan gugup
" ya udah , ayo kita sholat berjamaah " arsad yang melepaskan pelukan nya dati ara, ara pun bernafas lega saat arsad melepaskan pelukan nya
ara pun langsung beranjak ke kamar mandi ,sesampai nya di kamar mandi ia berdiri di belakang pintu kamar mandi
" hhff mas arsad bikin aku jantungan aja" gumam nya
" kok aku merasa sangat gugup sekarang ya , dulu saat aku masih jadi selingkuhan nya , aku tidak segugup ini" gumam ara lagi, ara langsung mengambil wudhu, setelah itu ia keluar dari kamar mandi dan bergantian dengan arsad
ara langsung menyiapkan perlengkapan sholat dan ia membentangkan sajadah untuk arsad dan dirinya, setelah arsad keluar dari kamar mandi , mereka pun langsung melaksanakan sholat ashar berjamaah
__ADS_1
" mas" panggil ara saat mereka telah menyelesaikan sholat nya
" hem" jawab arsad
" em aku boleh izin ke supermarket sebentar?" ucap ara dengan hati hati
" emangnya mau beli apa ke supermarket?" tanya balik arsad yang langsung menghadap ke arah ara
" aku beberapa hari ini tidak minum susu hamil ,jadi aku mau membelinya di supermarket" jawab ara, arsad pun langsung kaget mendengar jawaban ara ,ia telah melupakan anak nya yang ada di dalam kandungan ara
" ya Allah , maafkan aku sayang , aku tidak tau kalau kamu tidak minum susu beberapa hari ini , sayang maafkan papa ya ,papa gak peka sama kamu" ucap arsad yang langsung mengelus perut ara yang masih rata
ara pun terkejut dengan apa yang si lakukan arsad pada nya
" ayo sayang , aku akan mengantarkan kamu untuk membeli susu untuk kamu dan anak kita" ajak arsad
" ah ,iya mas ,aku ganti baju dulu "
" ya , sana ganti baju, biar aku yang membereskan ini" ujar arsad
" baik mas" jawab ara yang langsung menuju ke ruang ganti baju dan ia langsung menganti baju nya, sedangkan arsad langsung membereskan tempat sholat mereka tadi
" ayo mas , aku sudah siap" ucap ara yang baru keluar dari ruang ganti baju
" mas gak ganti dulu , itu masih pakek sarung?" ara yang menunjuk sarung arsad
" gak papa sayang, sekarang mas lebih sering pakek sarung kalau di rumah " jawab arsad
" oh ya udah kalau kaya gitu ayo kita berangkat" ucap ara
mereka pun langsung keluar dari kamar menuju lantai dasar
" kalian mau kemana?" tanya mama risa saat melihat arsad dan ara seperti hendak keluar rumah
"kami mau ke supermarket ma" jawab arsad
" memangnya mau beli apa ?" tanya mama risa lagi
" mau beli susu hamil buat ara ma , aku lupa membelikan nya" jawab arsad lagi
" ya udah sana pergi ,tapi pulangnya jangan malam malam ya ,kita makan malam bersama"
" baik ma" jawab ara dan arsad bersamaan
__ADS_1
" kami pamit dulu ya ma" ucap ara yang langsung menyalimi dan mencium tangan mertuanya
" ya hati hati ya ra"
" iya ma"
" mama mau titip apa?" tanya arsad yang langsung menyalimi tangan mama nya
"mama gak titip apa apa "
" ya udah kalau begitu kita berangkat dulu ya ma" pamit arsad
" ya ,hati hati bawa mobil nya sad" ucap mama risa
" iya ma, assalamualaikum" ucap arsad
" assalamualaikum ma" ucap ara
" wallaikumsalam ,jangan lupa makan malam di rumah!!" ucap mama risa memperingatkan lagi
" iya ma" jawab ara dan arsad bersamaan
mereka langsung pergi meninggalkan rumah ,menuju supermarket terdekat rumah
" ayo sayang sudah sampai "
" iya mas"
mereka pun segera keluar dari dalam mobil dan segera memasuki supermarket
" kamu mau susu rasa apa sayang?" tanya arsad saat mereka sudah di tempat susu ibu hamil
" aku mau rasa coklat aja mas" jawab ara yang langsung mengambil satu kotak susu hamil
" kok cuma satu?" tanya arsad yang melihat ara cuma mengambil satu kotak susu saja
" satu aja dulu mas ,nanti kalau habis bisa beli lagi!" jawab ara
" ambil lagi aja sayang , buat setok , takut nya nanti aku sibuk gak bisa nemenin kamu beli susu" ucap arsad yang langsung mengambil beberapa kotak lagi susu hamil nya
saat arsad hendak mengambil satu lagi susunya ternyata ada orang lain juga yang memegang susu yang sama dengan arsad , ara dan arsad pun langsung menoleh ke arah orang tersebut
" silvi" ucap arsad yang melihat seorang perempuan yang ingin mengambil susu hamil yang sama dengan duri nya
__ADS_1